Sukabumi –
Majemuk peristiwa terjadi di area Sukabumi Raya internal sepekan terakhir, temuan mayat terikat terbungkus plastik di lereng tol Bocimi Membikin geger Penduduk di Kecamatan Ciambar, tertangkapnya pelaku pembunuh profesor hingga gadis Usul Cianjur Nan nekat bakar dua Griya ortu gegara cemburu soal nafkah.
Berikut sejumlah artikel Nan dirangkum detikJabar,
Jasad cowok di Lereng tol Bocimi
Penemuan sesosok mayat cowok tak memakai identitas (Mr X) di bawah jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69, Kampung Langkob, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/9/2026) pagi, menyisakan pemandangan mengerikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban terungkap internal kondisi terikat rapat dan terbungkus berlapis-lapis material.
Berdasarkan dokumentasi di Letak peristiwa, jasad korban tergeletak telungkup di inti rimbunnya semak-semak rumput liar.
Dari visual Nan didapat detikJabar, tubuh korban dibungkus plastik hitam tebel Nan melilit ketat dari ujung kepala, tubuh, hingga ke bagian kaki.
Tak hanya terbungkus plastik, lilitan kain berwarna kuning kecokelatan tampak mengikat kokoh di bagian paha belakang korban.
Di tidak berjarak letak jenazah, tampak sebuah karung waring berukuran Akbar berwarna arang-arang keputihan Nan telah ada dan koyak, disinyalir sempat digunakan hasilkan menyembunyikan atau membuang jasad korban.
ketika tahapan olah TKP dan Pengungsian ke kantong jenazah oranye oleh petugas kepolisian, terlihat Jernih kondisi jasad Nan diikat erat memanfaatkan tali rafia dan tali kain Nan melingkar di sekujur tubuh.
Bungkusan plastik serta kain berlapis di bagian internal tampak lembab dan menempel dikarenakan pembusukan jenazah Nan diperkirakan telah terjadi kelebihan dari Esa pekan.
Kapolsek Nagrak Iptu Subit Sudrajat mengakui temuan mayat Nan permulaan sekali teridentifikasi Penduduk pencari rumput bernama Zaji (60) Sekeliling pukul 08.00 WIB itu.
Saksi awalnya mencium aroma busuk menyengat sebelum pada akhirnya mendapati bungkusan mencurigakan tersebut dan melapor ke rekannya, Topik (60), serta diteruskan ke kepolisian.
“Setelah dicek ke Letak, akurat adanya sesosok mayat. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, korban mengenakan kaos hitam dan Lancingan training hitam berbarengan lis kuning,” cerah Subit.
Hingga ketika ini, identitas maupun pelaku dibalik peristiwa tersebut Tetap sebagai teka-teki sebar pihak kepolisian.
Pelaku Pembunuh Profesor di Sukabumi diamankan
Polisi menangkap asisten Griya tangga (ART) berinisial PAL (41) dikarenakan disinyalir membunuh dan merampok dosen bergelar profesor, Petrus Pallangan (74), di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku diamankan ketika melarikan diri ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dilansir detikSulsel, Sabtu (3/10/2026), pelaku diamankan Tim URC Resmob Polda Sulsel di area Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Rabu (30/9). Penangkapan dikerjakan setelah polisi berkoordinasi berbarengan Polres Sukabumi.
“Kami dari Tim URC Resmob Polda Sulsel berdasarkan output koordinasi berbarengan Polres Sukabumi tercapai melindungi Esa orang terduga pelaku di area Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya,” ujar Panit 2 Resmob Polda Sulsel, Ipda Muhammad Abel PM, kepada wartawan, Jumat (2/10).
Petrus sebelum itu terungkap meninggal Bumi di Bilik rumahnya di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, pada Jumat (25/9). Berdasarkan output interogasi permulaan, pelaku mengakui perbuatannya.
Polisi menduga korban dibekap memanfaatkan bantal hingga tak sadarkan diri dan kemudian meninggal Bumi. ketika ini, polisi Tetap mendalami motif pelaku.
“Dari output interogasi permulaan kami terhadap terduga pelaku, terduga pelaku telah mengakui bahwa melaksanakan tindak pidana tersebut berbarengan tapak membekap korban memanfaatkan bantal hingga korban Tak sadarkan diri dan meninggal Bumi,” ucapan Abel.
“Adapun Nan dicuri dari korban Adalah berupa tiga ATM dan Duit dolar Nan turun kelebihan totalnya Rp 238 juta,” jelasnya.
Gadis Cianjur Nekat Bakar Griya
Wanita berinisial H (23) diamankan polisi usai membakar 2 Griya milik orang tuanya di BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. langkah ini dipicu Selera sakit batin.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menerangkan bahwa berdasarkan output pemeriksaan, pelaku melaksanakan tindakan tersebut dikarenakan merasakan murung dan kesal terhadap orang tuanya.
“Motifnya dikarenakan sakit batin, bukan dikarenakan Eksis sesuatu permintaan Nan Tak dipenuhi,” ujar Alexander, Rabu (30/9/2026).
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP baik Panuntun, menyambung bahwa Selera sakit batin pelaku berakar dari kecemburuan sosial terkait nafkah. H merasakan ayahnya kelebihan royal kepada orang lain dikontraskan kepada dirinya dan adiknya.
“Pelaku merasakan cemburu dan kesal, dikarenakan ayahnya kelebihan menentukan memberi Duit pada orang lain. Meskipun kerap memberikan biaya Hayati, tetapi dirasa pelaku nilainya Tak lumayan dan tak sebanding berbarengan Nan disampaikan sang Bapak pada orang lain,” ucapan baik.
Emosi Nan Tak terkendali Membikin pelaku suram mata hingga memutuskan hasilkan menghanguskan aset orang tuanya seorang diri. Selain Unsur emosional, output pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pelaku sedang internal pengaruh Unsur adiktif ketika melaksanakan aksinya.
Viral langkah cowok Berbaju Orany Ludahi Petugas Parkir di Sukabumi
langkah arogansi seorang cowok terhadap petugas pos tiket parkir di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. cowok tersebut membentak hingga meludahi Paras petugas Nan sedang berjaga di internal loket.
Berdasarkan rekaman video Nan beredar, seorang cowok mengenakan kaus oranye mendatangi pos kasir parkir Griya sakit berbarengan nada emosi. memanfaatkan bahasa Sunda, cowok itu berulang kali menyebut identitas ‘Abor’ dan menuntut petugas loket segera menghubunginya.
Petugas parkir sempat Berjuang menerangkan bahwa dirinya hanya pekerja Nan sedang menjalankan tugas. Namun, pelaku Malah makin emosi. Di inti upaya sejumlah orang melerai, cowok berbaju oranye itu mendadak langsung meludahi Paras sang petugas.
Pihak operasional parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, mengakui adanya peristiwa tersebut. peristiwa terjadi pada Jumat (2/10/2026) Sekeliling pukul 11.00 WIB.
“Eksis Esa motor tiba ke Griya sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Beliau menanyakan Saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah Saya menelepon. Petugas kami kan orang mutakhir, Tak tahu apa-apa dan Tak pegang keterangan, pada akhirnya Beliau kesal-kesal,” ucapan Abor ketika dikonfirmasi detikJabar.
Pemuda Tewas di Sungai Cipelang
Penduduk Kota Sukabumi digegerkan berbarengan penemuan sesosok mayat pemuda di aliran Sungai Cipelang. Korban tewas setelah disinyalir terjatuh dari atas jembatan rel kereta api Nan Mempunyai ketinggian Sekeliling 20 meter.
Berdasarkan informasi Nan dihimpun, peristiwa itu tepatnya terjadi di Kampung Tembok Brunei, Kelurahan Tembok, Kecamatan Warudoyong pada Jumat (2/10/2026). Jasad korban terungkap internal kondisi tengkurap di bebatuan berbarengan darah Nan Tetap mengalir.
Peristiwa tragis ini sempat disaksikan langsung oleh Maman, Penduduk setempat. Sebelum insiden nahas itu terjadi, ia menyaksikan korban inti dudukin dan bermain ponsel di pagar pengaman jembatan rel.
“Tadi Masa lewat, Saya lihat ke atas orang itu lagi dudukin nongkrong di Loka pengaman jembatan Sembari main HP. mutakhir Sekeliling dua menit, Beliau langsung Anjlok ke bawah,” ujar Maman di Letak.
Meski demikian, Maman mengaku Tak mengenal identitas korban. Hanya saja, Beliau menyaksikan korban dudukin dan bermain ponsel di atas jembatan rel kereta api.
Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief mengakui peristiwa tersebut. Beliau berucap, pihak kepolisian langsung tiba di Letak dan melaksanakan olah TKP.
“Kami mendapatkan informasi melalui telepon bahwa Eksis terungkap seorang Pria di aliran sungai. Saya Seiring Kanit Samapta, Kanit Reskrim, dan Personil Polsek Warudoyong langsung meluncur ke Letak,” ucapan Arief.
Berdasarkan output olah TKP dan keterangan saksi mata, korban sebelum itu memang terpantau berada di atas jembatan rel Nan membentang di atas aliran Sungai Cipelang. Polisi ketika ini Tetap mendalami motif di balik jatuhnya korban hingga identitas korban.
“Informasi dari saksi Nan telah kita minta keterangannya, korban berada di atas Sembari bermain handphone Lampau Anjlok. Apakah terjatuh atau sengaja menjatuhkan diri (bunuh diri) itu Tetap internal tahapan penyelidikan kami,” jelasnya.
Dari output pemeriksaan fisik, korban merasakan luka parah di bagian kepala dan Paras dikarenakan benturan keras berbarengan batu di Asas sungai usai terjatuh di ketinggian 20 meter.
“ketika ini, jasad korban telah tercapai dievakuasi dan langsung diangkut ke Griya Sakit Biasa area (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi hasilkan tahapan identifikasi serta pemeriksaan medis kelebihan berikut,” pungkasnya.
(sya/sud)