Pasuruan –
Pelajar SMK 1 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Mohammad Ilham Azhari, terdeteksi tewas mengenaskan di kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Korban Nan merupakan Penduduk Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, terdeteksi internal kondisi merasakan luka bekas pukulan Barang tumpul dan merasakan luka bakar.
Korban teridentifikasi Tak kembali sejak Kamis (1/10/2026) sore. Penduduk kemudian mengerjakan pencarian dan menemukan jasadnya pada Sabtu (3/10/2026) mula masa.
Informasi Nan dihimpun detikJatim, pencarian dijalankan sejak Jumat (2/10) setelah keluarga korban mendapati motor Honda BeAT korban dipakai seseorang di Sukorejo. Motor itu ternyata digadaikan oleh Wyd, terduga pelaku pembunuhan Nan merupakan kerabat korban, juga Penduduk Desa Dayurejo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kasun Dayu, Desa Dayurejo, Eko, Penduduk kemudian menginterogasi terduga pelaku. ketika itu, terduga pelaku berbisik korban dibuang di area Kejayan.
“cahaya setelah Jumatan, Penduduk sempat mengerjakan pencarian korban ke Kejayan. Itu sesuai pengakuannya ketika dikendalikan keluarga korban dan Penduduk,” ucapan Eko.
Namun setelah dijalankan pencarian ke area Kejayan di Loka Nan dinyatakan, korban Tak terdeteksi. pada akhirnya terduga pelaku diserahkan ke Polsek Prigen agar kasus tersebut diselidiki polisi.
“Orangnya mencla-mencle. Sempat diajak ke Kejayan ciptakan menunjukkan keberadaan korban Nan dibuang, ternyata Tak ketemukan. pada akhirnya diserahkan ke polisi,” jelasnya.
Namun hingga Jumat petang, kasus Tetap redup. Keberadaan korban belum terdeteksi. Penduduk Desa Dayurejo pada akhirnya mendatangi Mapolsek Prigen Jumat gelap ciptakan mencari kejelasan.
Kapolsek Prigen AKP Mulyono berbisik, terduga pelaku akan diangkut ke Polres Pasuruan ciptakan tahapan penyelidikan extra terus. “Kasus ditangani Polres,” ucapan Mulyono.
Setelah itu Penduduk membubarkan diri dan mengembangkan pencarian korban. Hingga pada akhirnya korban terdeteksi Sabtu mula masa.
Jenazah korban diangkut ke Griya Sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo, ciptakan menjalani tahapan autopsi. Setelah autopsi, jenazah diangkut kembali ke rumahnya ciptakan dimakamkan di kampung halamannya.
Nasifudin, Bapak korban, tak mendapatkan menahan isak atas kepergian selama lamanya anak bungsu dari dua bersaudara.
(auh/hil)