AKURAT.CO Afrika Selatan memungut tapak Darurat setelah sedikitnya 11 Wanita terungkap tewas di Ekurhuleni, area di sebelah timur Johannesburg, sejak Juli 2026. Rangkaian Mortalitas tersebut menyebabkan kekhawatiran terkait kemungkinan adanya pembunuh berantai, meski polisi saat ini belum menjamin bahwa seluruh kasus saling berhubungan.
pemimpin Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Selasa, 29 September 2026, merilis sejumlah tapak anyar ciptakan menindak kekerasan berbasis gender dan femisida setelah tubuh korban ke-11 terungkap di Springs pada Pekan. kuasa juga menempatkan penyelidikan kasus Ekurhuleni sebagai prioritas besar.
Ramaphosa memerintahkan Penyelenggaraan audit keamanan Wanita secara domestik bagian dalam Masa 60 saat. kuasa area diminta menetapkan Letak Nan dianggap rawan distribusi Wanita, termasuk kawasan berbarengan lampu jalur rusak, bangunan terbengkalai, ruang publik Nan Tak terawat, jalur transportasi Nan Tak terlindungi hingga taman berbarengan platform pengamanan Nan tidak menggoda.
output audit tersebut nantinya harus diikuti agenda penanganan Nan Mempunyai pendanaan dan tenggat Masa Nan Jernih. kuasa juga berencana mempublikasikan perkembangan perbaikan di Letak-Letak Nan dinilai berbahaya.
Kasus Kekerasan terhadap Wanita Akan Ditinjau
Selain memetakan Letak rawan, Ramaphosa memerintahkan kepolisian dan National Prosecuting Authority ciptakan mengerjakan peninjauan terhadap kasus kekerasan terhadap Wanita Nan belum terselesaikan.
bagian dalam 60 saat, kuasa harus mengetahui jumlah dan usia kasus Nan Tetap terbengkalai, kasus Nan menanti data forensik, kasus Nan tersangkanya telah terungkap tetapi belum diamankan, serta perkara Nan merasakan keterlambatan bagian dalam penyelidikan atau penuntutan.
lalu, bagian dalam Masa 90 saat harus disediakan agenda pemulihan ciptakan kasus-kasus prioritas dan perkara Nan merasakan kebuntuan. Setiap agenda harus mencantumkan tindakan Nan Tetap diperlukan, pejabat Nan bertanggung respon, serta tenggat penyelesaiannya.
kuasa juga menginginkan adanya agenda Spesifik ciptakan mengurangi tumpukan pemeriksaan forensik, termasuk sampel DNA bagian dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan Wanita serta anak-anak.
Empat Tersangka diamankan
Di inti penyelidikan, empat tersangka telah diamankan. Polisi juga telah menetapkan sejumlah orang Nan dianggap berhubungan berbarengan penyelidikan dan mengumpulkan berbagai barang data forensik, termasuk DNA, sampel darah, busana, telepon seluler serta catatan komunikasi.
Namun, aparat belum menjamin bahwa seluruh pembunuhan Wanita di Ekurhuleni dikerjakan oleh Esa orang atau Golongan Nan Baju. dikarenakan itu, dugaan pembunuh berantai di Afrika Selatan Tetap sebagai bagian dari penyelidikan, bukan Konklusi Formal polisi.