Pekan, 27 September 2026 – 14:10 WIB
Gorontalo, VIVA – Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Gorontalo, menelusuri dugaan kasus pembunuhan dibalik penemuan berbagai jenis kerangka Orang di area perkebunan tebu Desa Bongo Uzur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Komisaris Akbar Polisi Teddy Rachesna di Gorontalo, Pekan berbisik pihaknya telah menerbitkan laporan polisi hasilkan mendalami temuan tersebut, meskipun identitas Niscaya dari kerangka Orang itu Tetap bagian dalam tahapan identifikasi medis.
“Penemuan kerangka Orang ini, kami menduga atau memakai Anggapan adanya tindakan pembunuhan,” ungkapan Teddy.
Ia menerangkan olah Loka peristiwa perkara (TKP) telah dilaksanakan pada Jumat 25 September oleh tim identifikasi Ditreskrimum Polda Gorontalo, Seiring tim kedokteran forensik, menyusul informasi permulaan penemuan kerangka Orang pada Kamis 24 September 2026.
bagian dalam tahapan penyisiran dan pengumpulan berita Sekeliling Letak, petugas menemukan Esa unit telepon raih di saluran irigasi Nan berada Tak terpencil dari letak kerangka Orang tersebut.
Temuan tersebut, ungkapan Teddy, berperan petunjuk Krusial sebar kepolisian.
Berdasarkan keluaran penyelidikan dan konfirmasi kepada pihak keluarga, jenis telepon raih Nan terungkap ternyata milik seorang Penduduk bernama Elsanti Ibrahim alias Echa, Nan lebih sebelumnya diinformasikan Lenyap oleh keluarganya sejak 22 Juni 2026.
Sejak mendapatkan laporan orang Lenyap tiga purnama Lampau, kepolisian sempat mengorganisir indikasi permulaan bahwa Echa kabur dari Griya hasilkan mencari pekerjaan di eksternal wilayah.
Echa bahkan telah dimasukkan bagian dalam registrasi pencarian orang, Nan disebar ke jajaran Polda Sulawesi inti, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Tiba Polda Maluku Utara.
Upaya pencarian Nan dijalankan berbulan-purnama Tak membuahkan keluaran, Tiba ujungnya kerangka Orang dan ponsel milik Echa terungkap di area perkebunan tebu Boalemo.
lebih sebelumnya aparat kepolisian gabungan Seiring unsur terkait dan masyarakat setempat, telah melaksanakan upaya pencarian intensif di Sekeliling wilayah pabrik gula dan perkebunan tebu, namun padatnya tanaman tebu dan luasnya lahan sempat berperan Hambatan Primer petugas di lapangan.
hasilkan mengefektifkan pencarian, personel Ditreskrimum sempat memakai pesawat nirkabel (drone) dan mengerahkan anjing pelacak, namun Tetap belum membuahkan keluaran.
Halaman lalu
Titik cerah dari penemuan kerangka Orang dan barang berita telepon raih serta aksesoris tersebut, akan berperan modal Primer kepolisian bagian dalam membongkar misteri Mortalitas korban.