Ngawur Kondisi Miris Sopir internal Mobil Terbakar Usai Dibunuh KKB Papua




Jayawijaya –

TNI menemukan jenazah sopir travel korban pembunuhan OPM di Wamena, Jayawijaya internal mobil terbakar. dokumen Istimewa

Sopir lajuran atau travel bernama Aris Sanda tewas ditembak oleh Personil Golongan Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban terdeteksi internal kondisi mengenaskan ketika aparat susut tangan melaksanakan Pengungsian.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel (Letkol) Inf M. Wirya Arthadiguna berbisik aparat menemukan jenazah korban di internal mobil Nan terbakar di Sekeliling Waduk Habema, Jayawijaya, Rabu (16/9). Jenazah korban terdeteksi internal kondisi ikut hangus terbakar.

“Tim menemukan Esa unit kendaraan internal kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” ujar Letkol Wirya kepada wartawan, Rabu (16/9).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fana itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara turut membongkar kondisi miris jenazah korban. Menurutnya, Karakteristik-Karakteristik fisik korban Susah dikenali buntut pembakaran tersebut.

“Jenazah korban terdeteksi di internal kabin kendaraan, pada letak Sekeliling kursi kemudi, berdua kondisi terbakar berat banget sehingga sebagian Akbar koneksi tubuh merasakan karbonisasi dan Karakteristik-Karakteristik fisik Susah dikenali secara visual,” paparnya.

Aparat langsung membawa jenazah korban ke RSUD Wamena. Jenazah tiba di ruang jenazah RSUD Wamena Sekeliling pukul 15.25 WIT sore.

“Jenazah korban dievakuasi dan diangkut menuju RSUD Wamena hasilkan dikerjakan pemeriksaan oleh dokter,” ujar AKBP Agung.

“Setelah pemeriksaan berakhir dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, personel kembali ke Mako Polres Jayawijaya. Seluruh rangkaian kegiatan Melangkah internal keadaan terjamin dan terkendali,” jelasnya.

Kronologi Sopir Dibunuh KKB

Letkol Wirya Arthadiguna memaparkan pembunuhan keji ini bermula ketika korban mengemudikan mobil travelnya melewati Jalur Wamena menuju Mbua, Jayawijaya, Selasa (15/9) Sekeliling pukul 06.00 Wita. Korban diadang pelaku di center jalur ketika membawa penumpang.

“Berdasarkan informasi permulaan, rombongan kendaraan lajuran ditunda oleh sekelompok orang bersenjata,” ucapan Wirya.

Para pelaku lantas melaksanakan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang. Aris Sanda selaku sopir lantas diangkut dan disandera oleh OPM.

“Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, Fana Aris Sanda diangkut menuju arah kawasan Waduk Habema,” ucapnya.

Aris Sanda sempat diminta Membikin pernyataan mendukung kemerdekaan Papua. Hal ini terungkap dari sebuah rekaman video Nan dipublikasikan oleh pelaku.

internal video beredar tersebut, sopir Nan disandera sempat ditodong memakai senjata api laras lebar hingga panah. Korban Lampau dipaksa mengutarakan sokongan hasilkan kemerdekaan Papua.

Korban tampak diminta menggenggam bendera kilau senyap Kejora. Selama korban berbicara, tidak presisi Esa Personil KKB menodongkan senjata laras lebar ke arah kepala korban.

Setelah pernyataan video itulah korban disinyalir ditembak di Sekeliling pertigaan Waduk Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora. Jenazah pelaku pun dimasukkan internal mobil.

“Korban meninggal Bumi,” papar Wirya.

(hmw/hmw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *