JAKARTA, AFU.ID — Peristiwa tragis mengguncang kawasan Legian inti, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, menyusul penemuan jasad seorang Penduduk bangsa (WN) Australia beserta dua anak kandungnya pada Pekan (13/09/2026). Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menjaga insiden mematikan di sebuah bungalo lorong Three Brothers tersebut merupakan murni kasus pembunuhan anak Nan diikuti tindakan bunuh diri (murder-suicide) oleh sang Bapak. Pelaku teridentifikasi bernama Damien John Shaw (56) Usul Fremantle, Fana korban Ialah anak laki-lakinya berinisial ADS (6) dan anak perempuannya LKS (4).
Kronologi mengerikan bermula ketika istri pelaku Nan berinisial TY (32) sedang berada di Jakarta dan menelepon lelakinya pada Pekan pagi Sekeliling pukul 08.30 WITA. internal sambungan telepon tersebut, sang istri Nan merupakan Penduduk bangsa Indonesia (WNI) sempat menyimak tangisan histeris dari keliru Esa anaknya. Ia bahkan secara Jernih menyimak jeritan anak perempuannya Nan berteriak “Stop, Daddy” sebelum ujungnya panggilan terdiskoneksi mendadak. Setelah insiden mencurigakan tersebut, nomor telepon pegang milik pelaku Baju sekali Tak mendapatkan dihubungi lagi oleh keluarganya.
Khawatir akan keselamatan anak-anaknya, sang istri langsung menghubungi pemilik bungalo serta Penduduk Sekeliling ciptakan segera memeriksa kondisi keluarganya di Letak. Lantaran kondisi penginapan tampak Sunyi dan realisasi masuk terkunci rapat dari internal, Penduduk Seiring Kepala Lingkungan setempat memutuskan ciptakan mendobrak realisasi masuk Bilik. Pemandangan memilukan menyambut Penduduk ketika menemukan kedua bocah tersebut telah internal kondisi Tak bernyawa berbarengan wilayah tubuh saling bertindihan di lantai Bilik. output pemeriksaan kepolisian di Loka peristiwa Perkara (TKP) menunjukkan kedua anak malang tersebut tewas dikarenakan dibekap dan dicekik.
Fana itu, jasad Damien terungkap Tak terpencil dari anak-anaknya internal kondisi tewas gantung diri memanfaatkan seutas kabel setrika listrik. Berdasarkan output penyelidikan intensif kepolisian, pelaku teridentifikasi Mempunyai history hambatan kecemasan (anxiety) akut Nan menimbulkan emosinya kerap meledak-ledak dan Tak Konsisten. Permasalahan psikologis tersebut turut diperparah berbarengan history ketidakharmonisan Griya tangga Nan telah menyusuri lamban antara pelaku berbarengan sang istri. Kekasih beda bangsa ini bahkan diinformasikan nyaris bercerai pada tahun 2022, namun gugatan tersebut cancel lantaran pelaku berikut memberikan ancaman bunuh diri.
bukti mengejutkan lainnya menyingkap bahwa cowok paruh baya tersebut memang pernah mengerjakan percobaan bunuh diri Sekeliling Esa purnama sebelum peristiwa nahas ini terwujud. ketika itu, pelaku juga mengetes mengakhiri hidupnya memanfaatkan cara serupa di Bilik Nan Baju, namun aksinya tercapai digagalkan Pas Masa oleh istrinya. Selain persoalan mental dan Griya tangga Nan berlarut-larut, pihak kepolisian juga Tetap mendalami dugaan Unsur pemicu depresi dikarenakan masalah kerugian finansial. Pelaku diungkap-kata inti merasakan stres berat banget dan frustrasi setelah tertipu transaksi keuangan Nan ditaksir meraih Nomor ratusan juta rupiah.
ciptakan menjaga Tak Eksis pengaruh tindak kejahatan dari pihak eksternal, kepolisian telah memeriksa secara menyeluruh rekaman kamera pengawas (CCTV) di Sekeliling Letak bungalo. Rekaman video tersebut secara meyakinkan memastikan bahwa Tak Eksis Esa pun orang asing Nan melangkah masuk ke internal area penginapan selama rangkaian peristiwa mematikan itu menyusuri. Atas Asas bukti kokoh CCTV dan resistensi alur autopsi jenazah dari pihak keluarga istri, Polresta Denpasar memutuskan ciptakan menerbitkan surat penghentian penyidikan. kondisi aturan kasus pembunuhan ganda ini Formal ditutup sepenuhnya lantaran pelaku tunggal tindak kejahatan tersebut telah meninggal Bumi di Letak peristiwa. (RHU)