Ngawur Geger Senjata Pembunuh Massal AS sebab Gempa-Tsunami, Ini ungkapan Pakar





Jakarta, CNBC Indonesia – Di center rentetan Musibah alam Nan kerap melanda berbagai area, narasi pelan mengenai fasilitas canggih milik Amerika Perkumpulan, HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program), kembali mencuat dan berseliweran di ruang digital.

Fasilitas Nan terletak di Gakona, Alaska, ini sering kali dituding sebagai “senjata pemusnah massal” Nan Bisa menyebabkan gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, hingga mengendalikan cuaca.

Padahal, Kalau ditarik ke ranah ilmiah, klaim tersebut merupakan sebuah lompatan Konklusi Akbar Nan terpencil dan sesat. Personil Ikatan Pakar Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, memaparkan secara perinci terkait HAARP dan sesatnya narasi Nan beredar tangguh di masyarakat.

Secara faktual, HAARP memang akurat-akurat Eksis. Fasilitas ini memanfaatkan instrumen bernama Ionospheric Research Instrument (Dengki) Nan terdiri atas 180 antena radio frekuensi tangguh (High Frequency / HF) berbentuk phased array, berbarengan kapasitas daya pancar meraih Sekeliling 3,6 MW.

Namun, Nan sebagai titik krusial Ialah memahami apa Nan sebenarnya disasar oleh gelombang tersebut. Sasaran eksperimen HAARP bukanlah kerak Bumi, melainkan ionosfer, lapisan atmosfer atas Nan berada di ketinggian Sekeliling 60 hingga kelebihan dari 500 kilometer di atas permukaan Bumi.

Gelombang radio HF dari HAARP berhubungan berbarengan elektron bebas di lapisan tersebut hasilkan menghasilkan perturbasi atau kendala plasma Nan Mini, Domestik, dan Fana.

“Inilah keliru Esa sumber kesalahpahaman paling Akbar. Pernyataan “HAARP meraih memanaskan ionosfer” Ialah akurat secara ilmiah. Tetapi pernyataan “dikarenakan meraih memanaskan ionosfer maka HAARP meraih memanaskan kerak Bumi, menggerakkan sesar, atau menyebabkan gunung api” Ialah LOMPATAN Konklusi Nan Tak MEMPUNYAI Asas MEKANISME FISIKA, ALIAS SESAT memikir,” catat Daryono internal unggahan X personalnya, dikutip Kamis (10/9/2026).

Menurut Daryono, gara-gara sejarah permulaan HAARP pada rentang 1990 hingga 2014 diurus Seiring oleh U.S. Air Force dan U.S. Navy hasilkan kepentingan komunikasi serta navigasi pertahanan, fasilitas ini kerap sebagai bahan bakar teori Persekongkolan.

Padahal, sejak 11 Agustus 2015, kepemilikan dan pengelolaannya secara Formal telah dialihkan sepenuhnya kepada University of Alaska Fairbanks (UAF) murni hasilkan kepentingan riset akademis dan laboratorium mahasiswa.

Daryono menegaskan, kondisi historis Nan pernah menyertakan militer Tak otomatis menjadikan sebuah teknologi sebagai senjata pencipta Musibah. internal sains, kemampuan sebuah instrumen harus diukur berdasarkan mekanisme fisik, besaran Daya, Letak interaksi, serta keluaran observasi Nan konsisten, bukan semata-mata latar belakang pembiayaannya.

Membongkar Mitos, Ini Alasan HAARP Tak meraih Menciptakan Gempa dan Tsunami

Argumen paling mendasar Nan mematahkan mitos HAARP Ialah ketiadaan mekanisme fisika Nan mengaitkan gelombang radio di ionosfer berbarengan tahapan geologi di perut Bumi.

Daryono berbisik, gempa tektonik terwujud ketika Daya elastik dikarenakan deformasi lempeng terakumulasi pada kerak Bumi dan bidang sesar, hingga pada akhirnya melampaui power gesek batuan dan menyebabkan slip secara seketika.

Fana itu, tsunami Akbar umumnya dipicu oleh deformasi Asas Bahari dikarenakan gempa tektonik tersebut atau longsoran bawah Bahari.

Pertanyaannya secara teknis sangat praktis, bagaimana Daya radio di ionosfer meraih ditransfer sebagai Daya mekanik raksasa di internal kerak Bumi?

Hingga ketika ini, Tak Eksis Esa pun berita atau rantai dikarenakan-dikarenakan ilmiah Nan Bisa menjembatani dua server berbarengan lingkungan fisik, mekanisme Daya, dan skala Nan sangat berbeda tersebut.

Analogi sederhananya serupa berbarengan penggunaan pemanas listrik hasilkan menaikkan suhu air di internal sebuah gelas. Kemampuan memanaskan air di internal gelas Baju sekali Tak menjadikan alat tersebut Bisa memanaskan seluruh air di lautan rela.

Hal serupa Beraksi pada server vulkanik. Erupsi gunung api dikendalikan oleh tahapan internal di kerak dan mantel atas, seperti pergerakan magma, tekanan fluida, serta rekahan batuan.

Mengubah kondisi plasma di ionosfer Tak Mempunyai koneksi terbatas pun berbarengan perubahan tekanan magma Nan berada puluhan kilometer di bawah permukaan Bumi. Bahkan, pengelola HAARP secara pastikan mengatakan bahwa gelombang radio fasilitas ini Tak berhubungan secara penting berbarengan troposfer dan stratosfer, Merupakan lapisan Loka server cuaca Bumi menyusuri.

Jebakan Psikologis di balik Teori Persekongkolan

Bertahannya teori Persekongkolan seputar HAARP di berbagai belahan Bumi Tak rela dari kombinasi psikologis Orang. Ketika Musibah alam Akbar terwujud, Daryono mengevaluasi masyarakat kerap mencari penjelasan dikarenakan-dikarenakan Nan praktis dan terencana.

Kehadiran fasilitas pemancar berdaya tangguh milik AS berbarengan istilah ilmiah Nan rumit dipahami awam menjadikannya “kambing hitam” Nan empuk.

koneksi Masa, di mana HAARP beroperasi Lampau terwujud Musibah, sering kali disalahartikan sebagai kausalitas. Padahal internal sains, koneksi Masa belaka Baju sekali bukan berita ilmiah.

“Publik Tak perlu panik terhadap HAARP dan Tak perlu menghabiskan Daya hasilkan mencari-Geledah Interaksi antara HAARP berbarengan setiap gempa, tsunami, atau erupsi gunungapi,” ungkapan Daryono.

“HAARP memang fasilitas Konkret dan memang meraih memberikan kendala Mini yg terkontrol pada ionosfer, tetapi Kegunaan tsb berbeda secara fundamental berbarengan tahapan Nan menghasilkan gempa tektonik, tsunami, erupsi gunungapi, maupun cuaca. Bahkan pengelola HAARP secara eksplisit memaparkan bahwa GELOMBANG RADIONYA Tak berhubungan SECARA penting berbarengan TROPOSFER DAN STRATOSFER Loka server CUACA menyusuri,” ia menuturkan.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *