Ngawur Polrestabes Semarang singkap Pembunuhan Mozza Usai terdeteksi Kerangka


Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (17) Nan diinformasikan sejak 28 Juni 2025 pada akhirnya terkuak setelah polisi menemukan kerangkanya di jurang jalur tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Pengungkapan ini berawal dari penangkapan pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22) alias MDVS, di Blora pada Kamis (3/9/2026).

Petugas melaksanakan Pengungsian terhadap kerangka korban pada Jumat (4/9/2026). Jejak pembunuhan teridentifikasi dari catatan perbicangan di identitas Instagram korban Nan Tetap tersambung pada ponsel milik orang tuanya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, tindakan pembunuhan berlatar belakang cemburu tersebut terwujud pada 25 Juni 2025 di sebuah Bilik kos wilayah Candisari, Kota Semarang. Pelaku menghabisi nyawa korban berdua tapak membekapnya setelah terlibat Berkelahi bibir.

Sesudah membunuh, pelaku membungkus jasad korban memakai karung Lampau membawanya mengendarai sepeda motor ciptakan dibuang ke jurang Tol Jangli. Pelaku kemudian menyediakan sepeda motor korban, mereset ponsel Lampau membuangnya di Kota pelan Semarang, serta membuang kartu identitas korban di jalur Dokter Cipto.

Gubernur Jawa inti Ahmad Luthfi melayat ke kediaman keluarga korban di Bergas, Kabupaten Semarang, pada Pekan (6/9/2026) ciptakan mengutarakan simpati langsung.

“Saya mengutarakan belasungkawa. Semoga bapak, Bunda, dan adik dikuatkan dan disampaikan ketabahan,” ucapan Gubernur Jawa inti Ahmad Luthfi kepada orang Uzur korban.

Ahmad Luthfi menegaskan komitmen rezim wilayah ciptakan mengawasi penanganan perkara ini Seiring jajaran kepolisian.

“Kami akan menolong mengawal penanganan kasus ini dan berkoordinasi berdua pihak kepolisian agar prosesnya segera ditangani secara tuntas,” ujar Ahmad Luthfi.

Pihak keluarga mengaku sangat terpukul ketika kali pertama mendapatkan kepastian informasi mengenai kondisi korban.

“Masa pertama kami mendapatkan kabar penemuan putri kami, Saya mendapatkan kabar dari rekan Saya di Salatiga. Kebetulan temannya rekan kami itu di Polrestabes Semarang, kebetulan Resmobnya juga,” ucapan Singgih Gunarsa, Bapak Mozza.

Singgih Gunarsa menambahkan mengenai Emosi cemas Nan dirasakannya beserta keluarga sewaktu kabar duka tersebut tiba.

“rekan Saya mengabarkan kalau putri kami telah jumpa dan kondisinya telah jenazah, dan kami mendapatkan informasi berdua sangat kaget, syok, harus menyimak Warta seperti itu,” ucapan Singgih Gunarsa.

Menindaklanjuti kabar tersebut, keluarga mendatangi Mapolres Semarang ciptakan lalu ditemani menuju Griya Sakit Bhayangkara demi alur identifikasi.

“Kebetulan Masa itu Saya juga Eksis janjian berdua Resmob Polres Semarang ciptakan meraih tabletnya Moza Nan kita Masa itu diinvestigasi di Polres Semarang,” ujar Singgih Gunarsa.

Pihak keluarga mengakui identitas kerangka berdasarkan Karakteristik-Karakteristik fisik sebelum membawanya balik ciptakan dimakamkan.

“Saya mengutarakan kalau Saya telah mendapatkan informasi Warta itu kalau putri kami telah jumpa. pada akhirnya kita dibantu Polres Semarang ciptakan menuju ke Griya Sakit Bhayangkara ciptakan identifikasi jenazah,” ucapan Singgih Gunarsa.

alur pemakaman langsung dijalankan pada gelap saat setelah jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga.

“Malamnya langsung diangkut balik dan dimakamkan,” kata Singgih Gunarsa.

Di hadapan jajaran rezim wilayah, keluarga korban mengutarakan Asa terkait penegakan aturan sebar pelaku.

“Saya cita keadilan Nan sebenar-benarnya ciptakan putri kami, Saya cita Tak Eksis keringanan sebar tersangka,” ucapan Singgih Datya Gunarsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *