Semarang –
Bapak Mozza Axillia Gunarsa (17), Singgih Gunarsa, Mau Mahendra Very Dwi Anggara (22) Nan membunuh putrinya agar dihukum Wafat. teridentifikasi, Mozza Nan menghilang sejak 25 Juni 2025 pada akhirnya terdeteksi tinggal kerangka di jurang Tol Jangli Semarang, Jumat (3/9/2026).
“Kalau keinginan, semuanya Niscaya yakin, dari pihak netizen, Kerabat, tetangga, keluarga, semuanya Niscaya menginginkan hukumannya Nan Baju, hukuman Wafat dibalas berbarengan hukuman Wafat. Tapi gua tetap pasrahkan semuanya kepada kepolisian,” ucapan Singgih ketika ditemui wartawan di rumahnya di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
Singgih berucap keluarganya ketika ini Tetap diselimuti duka. Kendati demikian, ia mendapatkan kondisi itu dan bersyukur putrinya telah terdeteksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tiba ketika ini kami tetap Tetap berduka, pilu tetap Tetap pilu, tapi alhamdulillah putri kami telah mendapatkan kembali lagi ke Griya,” ujar Singgih.
“Walaupun berbarengan kondisi seperti telah jenazah, tapi kami tetap kami raih. Kondisi apa pun itu, Nan Niscaya putri kami telah mendapatkan kembali lagi ke Griya,” imbuhnya.
Singgih menuturkan, kasus meninggalnya Mozza begitu berat banget distribusi keluarganya.
“Tolong, Minta hukuman ciptakan tersangka mendapatkan seadil-adilnya. Tolong jangan Eksis permainan di belakang ciptakan meringankan tersangka. Kami telah merasakan hukuman Nan sangat berat banget tak berakhir. gua harapkan hukuman Nan seadil-adilnya dan seberat-beratnya ciptakan tersangka,” ujar Singgih.
Menurut Singgih, pelaku Layak mendapat hukuman Wafat, sesuai berbarengan perbuatannya Nan telah membunuh Mozza. Kendati demikian, ia menyerahkan Seluruh prosesnya kepada aparat Nan berwenang.
“dikarenakan hukuman Allah Nan extra berkualitas dari segala-galanya gua yakin hukuman Allah extra berkualitas dan juga Niscaya kepolisian extra berkualitas, kejaksaan, pengadilan mendapatkan menghukum Beliau extra berkualitas lagi,” ujar Beliau.
Singgih turut mengemukakan Selera raih kasih kepada polisi Nan telah menyingkap kasus ini. Ia semoga aparat mendapatkan terus menaikkan kinerjanya bagian dalam menindak aduan masyarakat.
“ciptakan kepolisian, gua berterima kasih pas melimpah telah mendukung kami dari permulaan Tiba ujung. Terutama ciptakan Resmob Polres Semarang Nan kinerjanya sangat bagian luar Normal berbarengan mendukung kami Tiba diketemukan putri kami dan ciptakan Polda Jawa center juga Nan telah mendapatkan laporan aduan kami, kami berterima kasih sekali,” ucapan Singgih.
“gua cita Kalau masalah ini di Esa Loka, gua cita Seluruh kepolisian Indonesia mendapatkan bekerja Baju mendukung. mendapatkan mendorong Seluruh apa Nan dirasakan para korban Nan mengadu kepada jenengan Seluruh,” sambungnya.
Diberitakan sebelum itu, kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (17) terungkap setelah penemuan kerangka di jurang lorong tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22) Nan ditahan polisi pada Kamis (3/9) di Blora.
Hilangnya Mozza diberitakan pihak keluarga pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan kabar berupa obrol di akun Instagram korban Nan Tetap tertaut di ponsel Nan dimiliki orang tuanya.
Berdasarkan pengakuan Very, pembunuhan Mozza dikerjakan pada 25 Juni 2025. teridentifikasi, Beliau dihabisi berbarengan tapak dibekap di Bilik kos wilayah Candisari, Kota Semarang. Pembunuhan ini dikerjakan setelah korban berbarengan pelaku terlibat cekcok dikarenakan cemburu.
Setelah dibunuh, jasad Mozza dimasukkan ke bagian dalam karung. Very Lampau membuang jasad korban di jurang lorong Tol Jangli berbarengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).
Setelah membunuh Mozza, Very Berikhtiar menghilangkan jejak berbarengan memasarkan sepeda motor korban. Pelaku juga langsung kesana tak memakai pamit dari kos TKP pembunuhan dan kembali ke rumahnya di Blora.
Very juga sempat mereset ponsel Mozza dan membuangnya di Kota lamban Semarang. Kartu identitas Mozza dibuang terpisah di wilayah lorong Dokter Cipto Semarang.
(dil/apu)