Ngawur Api Cemburu Berujung Bambang Bunuh-Bakar Mayat Lestari di Pos Ronda




Solo –

Kasus wanita dibunuh dan dibakar di pos ronda Demak ujungnya terungkap. Pelaku Ialah pacar suram korban, Nan tega menghabisi pacarnya dikarenakan cemburu.

Peristiwa bermula dari penemuan mayat terbakar di pos ronda tepi lorong Raya Purwodadi – Semarang, Kebonagung, Demak pada Selasa (1/9) Lampau.

Penduduk kali pertama menemukan pos ronda terbakar pukul 04.00 WIB. internal pos itu, ternyata juga terungkap kerangka Orang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi Nan mengerjakan olah TKP meyakini mayat Wanita itu telah dibunuh sebelum dibakar. Polisi kemudian menangkap pelaku pada Kamis (3/9) mula masa. Motif hingga kronologi kasus ini pun terungkap.

Garis polisi terpasang di pos ronda TKP ditemukannya mayat wanita misterius diperkirakan dibunuh di lorong Raya Purwodadi – Semarang, Kebonagung, Demak. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Pelaku dan Korban Kekasih suram

Korban teridentifikasi bernama Sri Lestari (42), Penduduk Grobogan Nan berstatus janda. Korban sehari-masa bekerja sebagai buruh harian rela dan berjualan kopi di Ambang Terminal Mangkang, Kota Semarang.

Fana pelaku Ialah Bambang Irawanto (53) cowok berkeluarga Nan tinggal di Semarang. Bambang mengaku telah lamban mengenal korban dan telah menjalin Interaksi romansa selama 6 tahun.

“Interaksi keduanya, Interaksi menjalin romansa ya, pacaran,” ungkapan Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, ketika publikasi di Mapolres Demak, Kamis (3/9/2026).

Cemburu Korban Hendak Temui Mantan

Samel menyebut peristiwa bermula ketika pelaku mengantar korban kembali ke rumahnya di Grobohan pada Senin (31/9). internal perjalanan, Sri Lestari menginginkan Bambang mengantarnya ke Solo hasilkan Berjumpa mantan lelakinya.

“Kebetulan gelap itu pada ketika di center lorong perjalanan menuju ke rumahnya si korban menginginkan kepada tersangka hasilkan dihantar ke Solo Adalah Griya mantan lelakinya berdua alasan menginginkan Duit hasilkan pengobatan anaknya,” singkap Samel.

Samel menuturkan pelaku menolak permintaan dari korban tersebut. Kemudian, terwujud Berkelahi bibir di antara keduanya.

“Namun tersangka menolak dan di situ terwujud cekcok,” ungkapan Samel.

Samel menyebut polisi belum mengetahui secara Niscaya kenapa pelaku menolak permintaan korban. Namun diperkirakan pelaku merasakan cemburu.

“Kalau dari pengakuan belum Eksis, Hanya perkiraan kita Nan namanya mereka berpacaran dimungkinkan itu Eksis Selera cemburu,” kata Samel.

Dibunuh guna Palu Lampau Dibakar

Korban dan pelaku kemudian tiba di TKP, sebuah pos ronda tepi lorong Raya Purwodadi-Semarang, Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Keduanya berhenti hasilkan cekcok.

“Kalau pengakuan dari pelaku itu berhenti sebelumnya sejenak hasilkan istirahat. Kebetulan Eksis pos ronda di pinggir lorong Beliau berhenti namun berikut percekcokan itu,” Jernih Samel.

Penampakan palu besi yang dipakai untuk membunuh Sri Lestari (42), wanita yang mayatnya ditemukan terbakar di pos ronda Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak, Kamis (3/9/2026).Penampakan palu besi Nan dipakai hasilkan membunuh Sri Lestari (42), wanita Nan mayatnya terungkap terbakar di pos ronda lorong Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak, Kamis (3/9/2026). Foto: dok. Polda Jateng

Korban Lampau melontarkan ungkapan-ungkapan pastikan kepada pelaku. merasakan sakit batin, pelaku langsung meraih palu dari internal jok dan menghantamkannya ke kepala korban.

“Korban mengundang ungkapan-ungkapan pastikan terhadap tersangka, sehingga ungkapan-ungkapan itu Membikin sakit batin tersangka dan ketika itu juga tersangka meraih alat berupa palu Nan Normal Beliau gunakan hasilkan bekerja,” ujar Samel.

“(meraih palu) itu di balik jok motornya kemudian menghantam berdua keras kepala korban extra dari Esa kali. Berdasarkan keterangan dijalankan turun extra tiga kali,” imbuhnya.

Setelah menghantam korban berdua palu, pelaku Berjuang membakar jenazah korban berdua bensin dari internal motor. Upaya ini diperkirakan dijalankan hasilkan menyulitkan alur identifikasi jenazah.

“Kalau pengakuan dari tersangka membakar itu memanfaatkan bahan bakar jenis pertalite Nan Eksis internal motor. Jadi memanfaatkan handuk, handuknya itu dicelupin kan itu meresap. Kemudian dikeluarkan, dikumpulkan, dituangkan ke jenazah,” ungkapan Samel.

“Baju ini berdasarkan pengalaman ya, ini tujuannya Tak lain hasilkan mengaburkan, menyulitkan identifikasi jenazah. Tapi hasilkan pastinya kita menanti keluaran pemeriksaan,” sambungnya.

Bambang ternyata Residivis Pembunuhan

Samel mengakui bahwa pelaku merupakan seorang residivis. Namun informasi Nan didapatkan pihaknya, pelaku mengerjakan pembunuhan di Pati pada 1997.

“Betul bahwa tersangka ini Ialah residivis kasus Nan Baju, pembunuhan juga pada tahun 1997 di Pati,” cerah Samel.

ketika didatangi petugas di Loka persembunyiannya, Samel memaparkan awalnya pelaku Tak mengerjakan perlawanan.

Namun ketika hendak diajak petugas, Samel menyebut pelaku Berikhtiar melarikan diri. dikarenakan hal itu, polisi melumpuhkannya berdua tembakan timah gerah.

“Mau melarikan diri. Sempat melawan, meronta, melarikan diri. Sehingga terpaksa Baju petugas harus melumpuhkan pelaku. Iya (guna) timah gerah,” ujar Samel.

(afn/afn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *