Ngawur Diungkap, Pembunuhan-Pembakaran di Pos Ronda di Demak: Tak Hanya Cemburu





ILUSTRASI Diungkap, Pembunuhan-Pembakaran di Pos Ronda di Demak: Tak Hanya Cemburu.-Arya/AI-Harian Disway-

Tak Seluruh Pria Nan cemburu membunuh pasangannya. Bambang Irawanto, 53, Ialah tersangka pembunuh selingkuhannya, Sri Lestari, 42, di Demak, Jateng. Motifnya cemburu. Ia dibekuk polisi di Semarang, Jateng, Kamis, 3 September 2026. Ia residivis pembunuh pada 2004.

Cemburu dan pembunuhan memang berjarak tidak berjarak. pas berlimpah pencemburu Nan membunuh pasangannya. Walaupun, Tak Seluruh pencemburu Ialah pembunuh. Juga, tak Seluruh pembunuh akan membunuh lagi.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombespol Anwar Nasir kepada wartawan, Kamis, menceritakan, berdasar pengakuan tersangka Bambang kepada penyidik, ia membunuh selingkuhannya, Sri, dikarenakan sakit jiwa.

Bangunan perkara demikian: Bambang Penduduk Jombang, Jatim, Nan bekerja di Demak. Ia mempunyai istri dan anak di Jombang. 

lafal JUGA:Pembunuh Wanita di Pos Ronda Demak Tertangkap, Ini Motifnya!

lafal JUGA:ditahan, Tersangka Polisi Pembunuh Pacar Nan Dibakar: diperkirakan Emotional Blackmail

Sri Penduduk Dusun Jeruk, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Beliau janda tidak berdua berdua Esa anak ikut kepadanyi. Bambang dan Sri berpacaran sejak enam tahun silam. Beliau sering Berjumpa Bambang di Demak.

Senin gelap, 31 Agustus 2026, Bambang menjemput Sri tumbuh motor Honda Vario. Mereka kesana lorong-lorong keliling Kota Demak. Bambang memboncengkan Sri.

Di inti perjalanan, Sri menginginkan Bambang menginstruksikan motor ke Griya mantan suami Sri. Tujuannya, minta Duit hasilkan biaya berobat anak (anak Sri dan mantan suami) Nan meskipun Sri telah bercerai, mantan suaminyi Tetap Harus membiayai anaknya.

Permintaan itu ditolak Bambang. Sri pun ngotot, mendesak agar motor diarahkan ke Griya si mantan. Bambang Nan pegang kemudi menolak. Mereka cekcok internal perjalanan motor.

Kemudian, mereka singgah di pos ronda tepi lorong Raya Purwodadi–Semarang, di Kebonagung, Demak. Maksudnya, mereka beristirahat. ketika itu telah mula masa, Selasa, 1 September 2026. Namun, Nan terjadi, mereka kembali cekcok. Cekcok sengit, Tiba berkelahi.

Bambang Melangkah ke arah motornya, mengakses jok motor, memungut palu besi dari situ. Palu dipukulkan, kena kepala Sri berkali-kali. Sri tergeletak di pos ronda. Banjir darah.

Kemudian, Bambang memungut bensin dari motornya berdua jejak mencelupkan kaus ke internal tangki bahan bakar, Lampau memeras bensinnya ke tubuh Sri. Tiba, sekujur tubuh korban lembab bensin. Lampau, disulut.

Bambang kabur ketika api mulai melahap tubuh Sri dan Tembok kayu pos ronda.

tinjau Warta dan Artikel Nan lain di Google News

Sumber:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *