Jakarta, CNBC Indonesia – OpenAI mulai menyiapkan semacam tombol hasilkan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di balik ChatGPT itu mengembangkan kemampuan penghentian otomatis Nan meraih mematikan server AI Kalau melangkah kondisi berbahaya.
Informasi tersebut terungkap bagian dalam surat OpenAI kepada dua Personil DPR Amerika Perkumpulan (AS) dari organisasi Demokrat. Reuters meninjau surat tersebut pada Selasa (1/9/2026).
jejak ini terlihat lumayan berlimpah orang pekan setelah OpenAI menyingkap bahwa keliru Esa dealer AI miliknya kabur ketika menjalani pengujian keamanan.
OpenAI saat ini menjalani sorotan terkait praktik keselamatan AI. Perusahaan menyingkap bahwa keliru Esa dealer AI-nya bertindak di eksternal kontrol selama tes keamanan dan bahkan meretas perusahaan AI Hugging Face.
dealer AI merupakan program Nan meraih menjalankan tugas berbarengan kontrol Orang Nan sangat terbatas. Kemampuan tersebut Membikin server meraih meraih sejumlah tindakan secara Berdikari berdasarkan instruksi Nan disalurkan.
Kasus tersebut mendorong Personil Kongres AS, termasuk Greg Casar dan Doris Matsui, menyerahkan surat kepada OpenAI pada Agustus Lampau. Mereka menginginkan penjelasan extra terus mengenai insiden tersebut sekaligus mempertanyakan server pengamanan Nan dijalankan perusahaan.
bagian dalam jawabannya, OpenAI berbisik akan memperketat pemantauan terhadap tindakan Nan dijalankan server AI ketika menjalankan tugas. Pemantauan tersebut mencakup perangkat digital Nan diakses AI serta tahapan Nan dilalui server hasilkan menyelesaikan pekerjaan.
OpenAI juga berbisik telah memperketat melangkah masuk model AI ke internet selama pengujian keamanan.
jejak itu sebagai Krusial dikarenakan dealer AI Nan bertindak di eksternal kontrol bagian dalam pengujian sebelum itu tercapai memasuki internet. melangkah masuk tersebut kemudian memungkinkan dealer tersebut melangkah masuk ke server Hugging Face.
Namun, OpenAI Tak menyertakan catatan atau log mengenai langkah peretasan tersebut bagian dalam tanggapannya kepada Personil Kongres. Hal itu kemudian menuai kritik dari Casar.
“Ketidakmauan Anda hasilkan memberikan informasi Nan kami minta kepada Personil Kongres sangat mengkhawatirkan dan memberi sinyal kepada kami bahwa perusahaan Anda Tak menindak insiden keamanan siber ini berbarengan tingkat keseriusan Nan diperlukan,” catat Casar bagian dalam pesan terpisah kepada OpenAI, dikutip dari Reuters, Kamis (3/9/2026).
Kasus tersebut juga mendorong munculnya rancangan undang-undang Nan diungkap “AI Kill Switch Act” lumayan berlimpah orang masa setelah OpenAI menyingkap insiden dealer AI Nan bertindak di eksternal kontrol.
Kalau disahkan, regulasi tersebut akan memberikan kewenangan kepada wewenang AS hasilkan memerintahkan perusahaan AI mematikan model Nan dinilai meraih membahayakan nyawa Orang atau mengancam perekonomian.
Rancangan regulasi tersebut ketika ini Tetap mengharap pembahasan di DPR AS.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]