Polisi menangkap SDS (31), pelaku pembunuhan Wanita berinisial S (41) Nan jasadnya terdeteksi terbungkus kardus di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. SDS ditahan ketika hendak kabur ke Palembang.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad S internal kardus pada Selasa (1/9). Polisi menduga S Tak meninggal di Letak penemuan, melainkan merasakan tindak pidana di kawasan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Dari penelusuran polisi, jasad S teridentifikasi sempat diajak memakai service angkutan barang. Sopir pikap Nan mengangkut kardus tersebut kemudian curiga setelah mencium amis Tak sedap.
Berikut rangkaian kasus pembunuhan S hingga pelaku ditahan polisi:
Jasad S terdeteksi internal Kardus
Jasad Wanita berinisial S (41) terdeteksi terbungkus kardus di Ambang bangunan Hampa di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9).
Penemuan itu bermula dari laporan masyarakat melalui layanan telepon 110. Penduduk memberitakan adanya kardus mencurigakan Nan disinyalir berisi jenazah Orang.
Petugas Polsek Babakan Ciparay kemudian mendatangi Letak. Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung juga diterjunkan ciptakan menjamin isi kardus tersebut.
“Setelah dibuka, memang didapati jenazah Wanita,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi.
Dari pemeriksaan mula, polisi menetapkan korban sebagai S, Wanita berusia 41 tahun.
Polisi menduga Letak penemuan jasad hanya sebagai Loka pembuangan. Fana tindak pidana terhadap korban disinyalir menyusuri di kawasan Dungus Cariang, Kecamatan Andir.
“Di Babakan Ciparay hanya Letak pembuangan saja. lagian mungkin disinyalir pidananya di area Dungus Cariang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Babakan Ciparay, Iptu Eka.
Polisi juga menemukan sejumlah luka pada tubuh S, tidak akurat satunya di bagian kepala. Namun, penyebab Mortalitas belum meraih dikonfirmasi dikarenakan Tetap menanti output autopsi.
“Mengenai luka memang Eksis extra dari Esa luka. Tadi juga Saya konfirmasi berdua Inafis, memang Eksis luka di kepala,” singkap Eka.
“Belum meraih menjamin penyebab Mortalitas dari mana. Nunggu tetap nunggu dari autopsi,” katanya.
Polisi memperkirakan S telah meninggal extra dari 24 jam sebelum jasadnya terdeteksi. Perkiraan itu tidak akurat satunya berdasarkan kondisi jasad Nan telah memungut amis.
Polisi Tangkap SDS ketika Hendak ke Palembang
Setelah meraih laporan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi melaksanakan penyelidikan terhadap orang Nan disinyalir berhubungan berdua pembuangan jasad S.
Polisi kemudian menjaga SDS (31). Ia ditahan turun dari enam jam setelah penemuan jasad S, ketika internal perjalanan menuju Palembang.
“Alhamdulillah tersangka meraih kita amankan turun dari 6 jam ketika perjalanan menuju Kota Palembang,” ucapan Dedi di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9).
Dedi berbisik polisi Tetap mendalami motif pembunuhan dan rangkaian peristiwa Nan menyebabkan S meninggal Bumi.
“Adapun motif ataupun dugaan motif dari pelaku ini di masa depan akan kita dalami extra berikut,” ujarnya.
SDS kemudian diajak ke Polrestabes Bandung ciptakan menjalani pemeriksaan.
Pelaku Pesan service Angkutan Barang
Sebelum ditahan, SDS menginginkan service pengangkutan barang ciptakan membawa kardus tersebut.
Sopir bernama Tegar mengaku awalnya Tak mengetahui isi barang Nan dibawanya. Pelaku berbisik barang tersebut berisi besi dan busana.
Namun, ketika kendaraan Melangkah, Tegar mulai mencium amis Tak Normal dari bagian belakang kendaraan.
“Saya mulai kecium amis, Saya curiga. Saya makin curiga, Saya selidik, Saya pastiin lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Beliau tanggapi, ‘Ini dalamnya besi Baju baju,'” ucapan Tegar di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9).
Tegar kemudian mengusulkan agar kardus dibuka ciptakan menjamin isinya. Namun, pelaku menolak.
“Saya bilang, ‘Kalau emang itu, gimana kalau kita izinkan?’ Nah, Beliau bilang, ‘Jangan, jangan, jangan!’ Beliau kayak menolak itulah. Nah, di situ Saya makin curiga,” ujarnya.
dikarenakan makin curiga dan khawatir, Tegar mengakhiri kendaraan di kawasan Pasir Maja. Ia menginginkan pelaku menekan seorang diri barang tersebut.
“Saya langsung pinggir kiri di Ambang toko wajan itu. Nah, kebetulan Eksis orang juga di situ, Saya langsung berkurang. Saya ngegas-ngegas ke Beliau Perintah Beliau turunin,” katanya.
Tegar kemudian menjauh dan menginginkan pelaku menekan kardus tersebut seorang diri.
“Pokoknya ‘Turunin, turunin! Baju Anda turunin seorang diri, Saya enggak mau ini!’ Saya langsung dudukin sebelah orang-orang Nan Eksis di sana, Beliau turunin seorang diri,” tutur Tegar.
Tegar menjamin pelaku Tak sempat mengancamnya.
“Enggak Eksis (pengancaman). dikarenakan pas udah Saya selidik-selidik, udah Tiba mentok, Beliau enggak jawabnya gitu berikut, Saya Perintah izinkan enggak mau. Nah, sebelum Eksis ancaman itu Saya buru-buru langsung ke pinggir,” katanya.
Setelah itu, Tegar menginginkan Donasi seorang satpam ciptakan menghubungi polisi.
“Saya lihat Eksis satpam. Di situ Saya minta tolong Lakukan ke satpam Lakukan teleponin polisi. ‘Pak, tolong, itu Eksis orang kayaknya bawa mayat,’ ucapan Saya,” ungkapnya.
Menurut Tegar, maksud mula pelaku bukan Babakan Ciparay, melainkan kawasan Kopo.
“Beliau pertamanya bilangnya mau ke Kopo. Ke Kopo Nan lumayan melimpah travel Beliau bilangnya,” ujar Tegar.
extra dari Esa jam kemudian, polisi menangkap SDS ketika hendak kabur ke Palembang.
Penghuni Kos Bantu Angkat Kardus
Sebelum diajak memakai service angkutan barang, kardus berisi jasad S sempat dipindahkan dari Bilik kos SDS di kawasan Dungus Cariang.
Daniel (46), tidak akurat Esa penghuni kos, berbisik SDS menginginkan bantuannya mengangkat barang dari Bilik. ketika itu, SDS menyebut barang tersebut berisi besi dan busana Nan akan dihantarkan ke Lampung.
“Kaget banget, lah. Syok. Kita niatnya mau bantu, tapi kok malah seketika isinya jasad,” ujar Daniel ketika ditemui di kosannya, Rabu (2/9).
Daniel berbisik SDS mengetuk gerbang kamarnya Sekeliling pukul 09.30 WIB dan menginginkan Donasi mengangkat barang.
“Awalnya Beliau ketuk Bilik Saya tuh jam 9.30-an pagi lah, ketika Tetap Sunyi. Beliau ketuk minta tolong, ‘Pak, punten, meraih minta tolong angkatin barang?’ katanya,” ujarnya.
Daniel sempat menanyakan isi barang tersebut.
“‘Barang apa?’ ‘Besi,’ katanya. ‘Oh ya, hayu.’ Ke atas lah kita (Bilik pelaku),” ucapan Daniel.
ketika menguji mengangkat barang itu, Daniel merasakan bobotnya sangat beban. Ia kemudian menginginkan Donasi penghuni kos lain bernama Ogi.
“Kita coba angkat bertiga, Tetap enggak kokoh juga,” ujar Daniel.
Daniel bahkan sempat mengira barang tersebut Ialah karpet.
“Saya selidik, ‘Ini isinya apa? Karpet bukan?’ ‘Bukan,’ katanya, ‘besi dan baju,’ Beliau bilang gitu,” ujarnya.
Daniel berbisik amis Nan tercium ketika itu extra menyerupai amis karpet lembab atau Barang lembap.
“Baunya kayak amis karpet lembab enggak kejemur lah. Lembap. Dan enggak Eksis lalat juga,” katanya.
dikarenakan terlalu beban, barang tersebut ujungnya diseret hingga ke bawah tangga. SDS kemudian membawa troli Nan Normal digunakan ciptakan mengangkut galon.
“Nggak berapa lamban Beliau terlihat lagi bawa lori ciptakan galon. ‘Pak, udah ini.’ ‘Oh ya, hayu.’ Angkut lah ke lori galon itu,” ujar Daniel.
Barang tersebut kemudian digeret hingga ke tidak berjarak gapura atau pinggir lorong di Ambang lingkungan kos.
“Langsung digeret ke tidak berjarak gapura sini,” katanya.
Daniel mutakhir mengetahui barang Nan dibantunya pindahkan berisi jasad setelah petugas Linmas terlihat dan menanyakan barang tersebut.
“Linmas bilang, ‘Kemungkinan itu isinya mayat,'” ucapan Daniel.
mendengarkan hal itu, Daniel mengaku kaget.
“Kaget banget, lah. Syok, gitu. Ya, kita niatnya mau bantu, ya. Tapi kok malah seketika isinya jasad,” ujarnya.
Pelaku telah 3 Tahun Tinggal di Kos
Pengurus kos bernama Andri berbisik SDS telah tinggal di Loka tersebut selama turun extra tiga tahun.
“Si pelaku mah udah Tiba saat ini tuh turun extra tiga tahun ngekos di sini. Tiga tahunan lah,” ucapan Andri ketika ditemui, Rabu (2/9).
Menurut Andri, SDS dikenal sebagai sosok pendiam dan ditutup serta jarang bergaul berdua penghuni kos lainnya.
“Orangnya memang pendiam sih, enggak lumayan melimpah bergaul di sini,” ujar Andri.
Daniel juga berbisik dirinya Nyaris Tak pernah berbincang berdua SDS.
“Enggak pernah ngobrol. Beliau emang ditutup. Baju tetangga Nan lain juga memang Beliau enggak pernah ngobrol,” ucapan Daniel.
Permintaan SDS ciptakan menginginkan Donasi mengangkat barang dikatakan sebagai hal Nan Tak Normal.
“Beliau enggak Baju minta tolong ke rekan-rekan sekosnya. Nah kemarin mah tumben katanya kok minta tolong, minta tolong diangkatin ini itu,” ujar Andri.
Kepada penghuni kos, SDS dikatakan berbisik barang tersebut merupakan bundel Nan akan dihantarkan ke Lampung.
“Mau bundel katanya ke Lampung. bundel besi Baju busana jorok. Bilangnya begitu,” ucapan Andri.
Andri juga menyaksikan SDS tampak panik dan terburu-buru pada saat peristiwa.
“Kelihatan panik. Gubrag-gebreg gitu,” katanya.
Polisi Tetap Dalami Motif
SDS telah ditangani dan menjalani pemeriksaan di Polrestabes Bandung. Polisi Tetap mendalami motif pembunuhan, Interaksi antara S dan SDS, serta rangkaian peristiwa hingga jasad korban terdeteksi internal kardus.
Motif pembunuhan belum disampaikan polisi. Penyebab Niscaya Mortalitas S juga Tetap menanti output autopsi.