Ngawur Api Cemburu sebab Asep Eksekusi Imas Usai Berhubungan raga




Cianjur

Polres Cianjur meringkus Asep Saepul (45) atas dugaan pembunuhan berencana terhadap istri sirinya, Imas Maskah (44). langkah keji ini dijalankan di sebuah mes peternakan ayam di Kampung Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Nan dipicu oleh api cemburu.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, mengemukakan bahwa motif pembunuhan bermula ketika pelaku mendapatkan kiriman video Nan memperlihatkan korban sedang Seiring Pria lain.

“Pelaku mendapat dua kiriman video, istri sirinya Merupakan Imas inti nyemil di sebuah cafe Seiring Pria lain. ketika sunyi masa, pelaku Tak mendapatkan rehat dikarenakan cemburu buta, sehingga menyusun pembunuhan,” ujar Beliau, Rabu (2/9/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat bujuk Interaksi raga

program tersebut disusun secara matang. Asep bahkan menginginkan dua rekannya di peternakan hasilkan menggali lubang sedalam Esa meter berdua dalih hasilkan pembuatan septic tank.

“Lubang itu rencananya hasilkan mengubur jenazah korban setelah dibunuh. Tapi kepada temannya pelaku beralasan Kalau lubang itu hasilkan septictank, Agar mereka Tak curiga,” ungkapan Beliau.

Pada Jumat (28/8), Asep memancing korban hasilkan tampak ke mes berdua alasan menginginkan Donasi memasak dan mencuci busana. Sebelum eksekusi dijalankan, terungkap data bahwa pelaku sempat mengajak korban berhubungan seksual.

“Jadi terungkap juga pelaku mengajak korban hasilkan berhubungan raga,” ungkapan Alexander.

Usai berhubungan raga, Asep mengonfrontasi Imas perihal video Nan diterimanya. Lantaran korban hanya terdiam dan Tak memberi penjelasan, emosi pelaku memuncak. Ia kemudian memungut tongkat baseball Nan telah diagendakan dan menghantam kepala korban.

“Pelaku awalnya menampar korban, kemudian memukul kepala korban berdua tongkat. Lantaran Tetap bernafas, korban kemudian dibekap memakai kain hingga pada akhirnya tewas,” jelasnya.

Meski telah menyiapkan lubang kubur, Asep mendadak panik menyaksikan kondisi korban Nan bersimbah darah. Ia pada akhirnya membiarkan jasad Imas tergeletak di lantai dan melarikan diri memakai sepeda motor milik korban.

“dikarenakan panik menyaksikan korban bersimbah darah dan meninggal. Lubang Nan telah diagendakan Tak jadi digunakan, korban dibiarkan tergeletak di lantai. Pelaku kemudian kabur,” naik Alexander.

Pelarian Asep berakhir di Kabupaten Sukabumi. Setelah sempat bersembunyi di Griya kakaknya di Jampang inti, ia berpindah ke Griya seorang guru spiritual di wilayah Kalibunder sebelum pada akhirnya diamankan polisi.

“Pelaku seketika kabur setelah membunuh korban berdua tapak menghantamkan balok kayu di bagian kepala belakang korban. Pelaku ini sempat extra dari Esa kali pindah Loka persembunyiannya. Tapi kami hasil temukan Letak terakhirnya, Merupakan di Griya guru spiritualnya di Sukabumi. Kami langsung ringkus pelaku,” tegasnya.

Atas perbuatannya, Asep dijerat berdua Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 KUHP terkait pembunuhan berencana.

“Pelaku terendam hukuman pidana penjara maksimal seumur,” pungkasnya.

(dir/dir)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *