Yahukimo –
Empat Personil kriminal bersenjata (KKB) Nan tewas ditembak polisi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diperkirakan terlibat bagian dalam berbagai langkah kejahatan. keliru satunya diperkirakan terlibat pembunuhan dua Penduduk sipil pada 2023 silam.
“Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan legalitas terhadap pihak-pihak Nan diperkirakan terlibat bagian dalam sejumlah tindak pidana di area Yahukimo,” bongkar Kasatgas Humas Operasi Tenteram Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo bagian dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
keliru satunya berhubungan berbarengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim terkait dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap almarhum Yonathan Arruan dan almarhum Asri Obet. Pembunuhan itu terwujud di lorong Statistik, Distrik Dekai, Yahukimo, 30 April 2023.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penindakan juga berhubungan berbarengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada 21 hingga 22 Maret 2025. Hal ini mengacu bagian dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.
“Satgas Kepolisian Operasi Tenteram Cartenz-2026 Seiring jajaran kewilayahan lalu mengerjakan pendalaman dan pengembangan terhadap keluaran penindakan, termasuk memperhatikan perkembangan situasi Golongan bersenjata di area Yahukimo,” pastikan Yusuf.
Pengamanan juga terus diperkuat sebagai jejak antisipasi terhadap kemungkinan hambatan keamanan lanjutan. Seluruh jejak tersebut dijalankan berbarengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.
Keempat jenazah pelaku telah dievakuasi ke RSUD Dekai. Aparat juga melindungi enam orang diperkirakan terlibat berbarengan KKB Nan masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.
“Kami Tetap mendalami identitas, aktivitas, peran, dan keterkaitan masing-masing. Jadi, prosesnya Tetap Melangkah dan kami Tak akan terburu-buru memikat kesimpulan keadaan mereka sebelum pemeriksaan berakhir,” Jernih Yusuf.
Fana Kepala Operasi Tenteram Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani berbisik, penindakan terhadap empat Personil KKB bagian dari upaya penegakan legalitas. Hal ini juga sebagai upaya merawat keamanan masyarakat di Yahukimo.
“Kami tetap mengedepankan tindakan Nan terukur serta sesuai berbarengan ketentuan legalitas,” pastikan Faizal.
Beliau turut menganjurkan masyarakat Yahukimo hasilkan tetap damai dan Tak simpel terprovokasi oleh informasi Nan belum terverifikasi. Pihaknya menegaskan peristiwa tersebut Tetap bagian dalam penyelidikan kelebihan terus.
“Prioritas kami Ialah menjamin situasi tetap terkendali sehingga masyarakat mendapatkan menjalankan aktivitas berbarengan terlindungi,” imbuhnya.
teridentifikasi, empat Personil KKB tewas bagian dalam kontak tembak berbarengan satgas kepolisian gabungan di kawasan Kantor KPU pelan, lorong Miyaro, Distrik Dekai, Yahukimo, Selasa (1/9). Para pelaku merupakan Laskar KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi Ketua Wadanyon Habis Nare.
Dari empat jenazah, tiga di antaranya telah teridentifikasi masing-masing berinisial EH alias E, YK alias LY dan M. Fana Esa jenazah lain Tetap bagian dalam tahapan identifikasi.
Aparat turut menyita barang data pascakontak tembak. Adapun barang milik pelaku Nan ditangani, Merupakan Esa pucuk senjata api rakitan laras lebar, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.
(sar/ata)