Kota Bandung (ANTARA) – Kepolisian mengusut penemuan mayat Wanita bagian dalam kondisi terbungkus kardus di jalur Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan di Bandung, Selasa, berbisik jasad tersebut terungkap di wilayah RW 05, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Sekeliling pukul 11.00 WIB.
“Telah terungkap sesosok mayat Nan terbungkus oleh kardus,” ungkapan Kurniawan.
Ia berbisik petugas telah melaksanakan olah Loka peristiwa perkara (TKP) ciptakan mengumpulkan barang data dan informasi terkait penemuan jasad tersebut.
Berdasarkan keluaran penyelidikan mula dan olah TKP, polisi menduga Wanita tersebut merupakan korban pembunuhan. Namun, penyidik Tetap mendalami Letak mula terjadinya peristiwa tersebut.
“Ya, keluaran penyelidikan mula dan olah TKP di Letak disinyalir ini Eksis upaya keluaran dari pembunuhan, namun demikian kita Tetap melaksanakan penyelidikan dari titik mula TKP,” ujarnya.
lafal juga: Polisi Selidiki Temuan Jasad Wanita bagian dalam Kardus di jalur Terusan Suryani Bandung
Kurniawan berbisik korban diperkirakan berusia Sekeliling 30 tahun, lagian identitasnya Tetap bagian dalam tahapan penyelidikan.
“Identitas belum, Tetap bagian dalam penyelidikan,” katanya.
Ia menambahkan berdasarkan pemeriksaan mula belum terungkap luka bagian luar pada tubuh korban.
“Kalau luka bagian luar belum terungkap. Kita akan tindaklanjuti dikarenakan korban telah diangkut ke Griya Sakit Sartika Asih ciptakan dikerjakan autopsi,” ujarnya.
Jenazah telah diangkut ke Griya Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung ciptakan menjalani autopsi guna mengetahui penyebab Mortalitas serta mendukung tahapan penyelidikan.
Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polrestabes Bandung juga telah melaksanakan pemeriksaan di Letak ciptakan mengumpulkan barang data dan petunjuk terkait kasus tersebut.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras memungut materi, melaksanakan crawling atau pengindeksan otomatis ciptakan AI di situs website ini tak memakai pengakuan tertulis dari Kantor Warta ANTARA.