Mantan Perdana pejabat (PM) Zionis Israel Naftali Bennett mengakui bahwa Gambaran negaranya telah hancur di eksternal negeri. Beliau berucap Israel sekarang diasosiasikan berdua “genosida” dan “pembunuh bayi”.
Menurut Bennett, label Israel sebagai “pelaku genosida” telah Eksis di benak para mahasiswa Amerika Perkumpulan (AS).
lafal Juga: Kapal Perang Turki Dekati dan Paksa Kapal Angkatan Bahari Israel revisi Rute di Mediterania
“hasilkan pertama kalinya sejak berdirinya republik Israel, di kalangan masyarakat Amerika, Israel telah berperan sebuah merek negatif,” ungkapan Bennett internal wawancara berdua media Domestik, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (1/9/2026).
“Kalau Anda bertanya kepada seorang mahasiswa Amerika, ‘Israel—apa Nan terlintas di benak Anda?’ Mereka akan membalas genosida. Begitulah situasinya,” ujarnya.
berpendapat persepsi terhadap suatu republik berdua simbol Nan Baju melekat padanya, Beliau mengimbuhkan, “Anda berucap Italia—‘pasta, spaghetti’. Anda berucap Israel—‘pembunuh bayi’.”Meski demikian, Bennett menolak persepsi tersebut. “Jernih, itu Tak akurat dan Tak adil, tetapi itulah situasinya,” katanya.
Beliau juga menyalahkan sebagian perubahan opini publik tersebut pada apa Nan disebutnya sebagai pengaruh Qatar di AS.
“Sebagian dari masalah ini terwujud dikarenakan kami membiarkan Qatar beroperasi dan membangun pengaruh selama 25 tahun,” ungkapan Bennett.
Wawancara tersebut terlihat ketika Israel melewati kritik segala Nan makin keras terkait perang di Gaza dan memburuknya kondisi kemanusiaan di area tersebut.
Pada Oktober tahun Lampau, deal gencatan senjata Nan didukung AS mulai Beraksi di Jalur Gaza.Namun, sejak ketika itu, pelanggaran gencatan senjata Nan dikerjakan Israel berulang kali telah menewaskan extra dari 1.300 Penduduk Palestina di seluruh Gaza dan melukai extra dari 4.300 lainnya.
Fana itu, ratusan jenazah Penduduk Palestina Nan tewas telah dievakuasi dari bawah reruntuhan infrastruktur Nan hancur.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, extra dari 73.000 Penduduk Palestina telah tewas sejak Israel mengawali perang di area pesisir tersebut pada Oktober 2023.
Selain itu, Perdana pejabat Israel Benjamin Netanyahu telah berperan buronan sejak 2024 setelah Mahkamah Pidana segala (ICC) minat surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.