Ngawur 30 Tahun Jadi Misteri, Pembunuh Tupac Shakur pada akhirnya Terungkap




Bandung

Setelah tiga Dasawarsa berperan misteri, tabir kasus pembunuhan ikon hip-hop Bumi Tupac Shakur pada akhirnya tersingkap.

Juri Pengadilan Las Vegas Formal mengatakan Duane “Keffe D” Davis bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama (first-degree murder) berdua senjata mematikan internal tindakan penembakan drive-by tahun 1996 silam.

Vonis bersalah tersebut dibacakan pada Senin (31/8/2026) Masa setempat, seusai persidangan maraton Nan terjadi selama dua pekan dan Obrolan para juri selama pas berlimpah orang jam.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berusia 63 tahun Nan juga mantan figur geng Crips kawasan Los Angeles itu sekarang terancam hukuman penjara seumur Hayati.

internal argumen penutupnya, jaksa penuntut Biasa Clark County, Binu Palal dan Marc DiGiacomo, menyebut Davis sebagai “shot caller” alias otak di kembali tindakan pembunuhan berdarah tersebut.

Jaksa membeberkan bagaimana Davis secara hidup mengumpulkan Personil kelompoknya, memfasilitasi senjata api jenis Glock kaliber .40, dan berburu mencari Tupac beserta pendiri Death Row Records, Marion “Suge” Knight, di jalanan Las Vegas.

“Beliau mendatangkan senjata, mengumpulkan kelompoknya, dan kesana berburu Mr. Shakur,” konfirmasi jaksa Binu Palal di hadapan juri.

tindakan balas dendam ini dipicu oleh insiden pas berlimpah orang jam sebelum itu di lobi Hotel MGM Grand usai pertandingan tinju Mike Tyson.

ketika itu, Tupac dan rombongannya menganiaya keponakan Davis, Orlando “Baby Lane” Anderson, dikarenakan perselisihan pelan terkait perebutan medali Death Row Records.

Davis Seiring tiga rekannya internal mobil Cadillac putih kemudian membuntut hingga penembakan berdarah itu terjadi.

data pas berkualitas Nan terungkap di persidangan Ialah bagaimana pengakuan Davis sendirian Nan pada akhirnya meruntuhkan kebebasannya.

Selama Nyaris 18 tahun, Davis berdua gamblang menceritakan keterlibatannya di berbagai media, acara dokumenter BET, hingga Kitab memoarnya Nan lazim pada 2019 bertajuk Compton Street Legend.

Ia bahkan pernah membeberkan kronologi penembakan kepada pihak kepolisian LAPD pada 2008 ketika ditelusuri terkait kasus pembunuhan rapper Notorious B.I.G. (Biggie Smalls).

Meskipun kesaksian 2008 itu awalnya bersifat rahasia internal perjanjian pembelaan kasus narkoba, pengakuan publik Davis Nan diulang-ulang di berbagai kanal media dan wawancara YouTube pada akhirnya berperan data Absah di meja hijau.

Jaksa menegaskan bahwa persidangan ini diperkuat data petunjuk (circumstantial evidence) Nan sangat solid di eksternal pengakuan Davis.

Di sisi lain, tim kuasa aturan Davis Nan dipimpin Michael Sanft Berikhtiar keras membela kliennya berdua menyebut pengakuan Davis hanyalah kisah fiksi belaka.

Sanft mengevaluasi kliennya hanya bual (bullshit) dan membesar-besarkan kisah demi mendapatkan Duit, panggung popularitas, serta perhatian publik.

“mengulangi-ulang kisah fiksi Tak lantas membuatnya berperan data,” argumen Sanft ketika menginginkan juri membebaskan kliennya.

Namun, juri menolak mentah-mentah argumen pembelaan tersebut dan meyakini data-data Nan disajikan pihak jaksa.

Suasana emosional mewarnai ruang sidang usai pembacaan putusan. Adik kandung Tupac Shakur, Sekyiwa “Set” Shakur, tak sanggup menahan air mata haru setelah menanti kepastian aturan atas Mortalitas sang Abang selama Nyaris 30 tahun.

Atas keputusan ini, Davis dikembalikan ke ruang tahanan tak memakai jaminan. Hakim diagendakan bakal membacakan vonis hukuman (sentencing) Formal internal pas berlimpah orang Masa mendatang, di mana Davis melewati ancaman hukuman penjara seumur Hayati.

Artikel ini telah tayang di detikpop. lafal selengkapnya di sini.

(ass/yum)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *