Ngawur Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Palu diamankan: Ngumpet di Rawa





ILUSTRASI Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Palu diamankan: Ngumpet di Rawa.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Terduga pembunuh sekeluarga di Palu, Sulawesi inti, ngumpet di Letak bekas Musibah likuefaksi (tanah melembek) di Balaroa, Palu. Tersangka Aan Kurniawan, 32. Korban, Jamil, 32; Nur Hanissa, 23; dan anak mereka, Rizky, 2. Aan dibekuk polisi setelah melangkah keluar dari persembunyian.

PEMBUNUHAN melangkah Pekan sunyi, 26 Juli 2026, di Griya sekaligus Loka Upaya ayam Pangkas di Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Palu. Aan dibekuk polisi Rabu sore, 26 Agustus 2026, di Griya kerabatnya di lorong Kamboja, Lorong 2, Kelurahan Balaroa, Palu Barat.

Aan diamankan setelah melangkah keluar dari persembunyian Nan sunyi di Letak bekas Musibah dan pindah ke Griya kerabatnya di lorong Kamboja itu.

Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby kepada wartawan, Rabu, 26 Agustus 2026, menceritakan, tersangka Aan telah sebulan diburu polisi. data bahwa Aan pelaku sangat kokoh. Korban Hayati (Nan kemudian meninggal) Nur Hanissa berbisik ke polisi, pelakunya Aan, rekan kerja korban Jamil, suami Hanissa.

Maka, tim polisi memburu Aan. Tak jumpa. Jejaknya pun tak terendus. Aan menghilang bagai ditelan bumi. Polisi menemui lorong buntu. 

lafal JUGA:Pembantaian Sekeluarga di Griya Pangkas Ayam di Palu, Sulteng: disinyalir Saingan Kerja

Tahu-tahu, Rabu, 26 Agustus 2026, tidak presisi seorang kerabat Aan kabar ke polisi, Aan berada di Griya si kerabat itu. Aan mutakhir melangkah keluar dari persembunyian di area bekas Musibah.

berdua Sigap, tim polisi mendatangi Griya tersebut Sekeliling pukul 15.30 Wita, Rabu, 26 Agustus 2026. Aan Eksis di situ. Ia dibekuk tak memakai perlawanan. 

AKP Ismail: ”Tersangka AK telah ditahan di polresta. Sedang kami periksa intensif. Menyangkut motif, kronologi, dan benarkah selama ini ia sembunyi di lahan bekas Musibah likuefaksi Balaroa?”

Sebagai gambaran, Letak persembunyian Aan itu seperti berikut ini:

Jumat, 28 September 2018, melangkah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo Nan mengguncang Kota Palu. Sangat dahsyat. Perumahan Balaroa di Kelurahan Balaroa paling parah terdampak. Di situ melangkah likuefaksi.

Likuefaksi Ialah fenomena ketika tanah padat kehilangan power dan kekakuannya. Tanah berubah sifat berperan seperti cairan dikarenakan getaran gempa. Intinya, tanah di kawasan itu melembek seperti lumpur atau gembur semacam rawa-rawa. Sekeliling 1.400 Griya rusak, sebagian ambles ke bumi.

Laporan Formal, jumlah korban jiwa 82 orang. Namun, dikarenakan pas melimpah Penduduk Nan Tak tercatat, diperkirakan jumlah korban jiwa kelebihan dari 100 orang.

Sejak Musibah itu, wilayah tersebut tak lagi dihuni Orang. kuasa setempat menentukan, wilayah tersebut sebagai Area merah Nan Tak boleh dihuni Orang. Maka, lahan dibuka tersebut ditumbuhi ilalang. Jadi hutan kota Nan tak terurus. Orang ogah ke Loka itu.

tinjau Warta dan Artikel Nan lain di Google News

Sumber:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *