Palu –
Pria bernama Aan Kurniawan (31) menjalani prarekonstruksi kasus pembunuhan Esa keluarga di Kota Palu, Sulawesi inti (Sulteng). Prarekonstruksi ini digelar sehari setelah pelaku ditahan.
Prarekonstruksi digelar Polresta Palu di Letak pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatangan, Kamis (27/8/2026). Pelaku memperagakan sejumlah adegan internal melaksanakan tindak pidana.
“Prarekonstruksi jadi tahapan-tahapan Nan dikerjakan oleh tersangka pada ketika melaksanakan tindak pidana,” ujar Wakapolresta Palu AKBP Muhammad Ilham kepada wartawan, Kamis (27/8).
Aan memperagakan sejumlah rangkaian pembunuhan mulai ketika memasuki Griya korban hingga melaksanakan pembunuhan. Tersangka juga memperagakan ketika sempat terlibat Berkelahi bibir berbarengan korban.
“Jadi mulai dari mula bagaimana Beliau memasuki, Tiba Beliau melaksanakan kegiatan, dan ketika Beliau kembali dari melaksanakan tindak pidana,” paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilham belum menjaga jumlah adegan Nan diperagakan pelaku ketika melancarkan tindakan kejahatannya. Beliau menegaskan kasus ini nantinya akan dilanjutkan ke tahapan rekonstruksi.
“Jadi ini Tetap prarekonstruksi belum rekonstruksi. ciptakan rekonstruksi di masa depan kita koordinasi berbarengan kejaksaan,” ucapan Ilham.
Ilham menegaskan pelaku membunuh korban Nan merupakan rekan kerjanya dikarenakan sakit jiwa. Pelaku beralasan dendam setelah dituding malas kerja.
“Motifnya Adalah sakit jiwa. Beliau sakit jiwa kepada korban, makanya korban dianiaya Tiba berpengaruh korban meninggal Bumi,” ungkapnya.
terungkap, pembunuhan itu terwujud di Loka Upaya pemotongan ayam jalur PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu pada Pekan (26/7) Sekeliling pukul 22.00 Wita. Perbuatan pelaku berpengaruh Jamil (31) beserta anak dan istrinya meninggal Bumi.
Polisi Nan melaksanakan penyelidikan menangkap pelaku setelah sebulan buron. Pelaku dikendalikan di kediaman keluarganya di Kecamatan Palu Barat, Rabu (26/8).
“Tersangka selama ini bersembunyi di Griya atau gubuk di area likuefaksi Balaroa, di Sekeliling areal likuefaksi Balaroa, selama Esa rembulan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby kepada wartawan, Rabu (26/8).
(sar/asm)