Polres OKU Selatan amankan oknum kades terduga pelaku pembunuhan
Kamis, 20 Agustus 2026 12:18 WIB

Muaradua (ANTARA) – Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan menjaga SDI, oknum Kepala Desa (kades) Sukabumi dikarenakan disinyalir terlibat internal penganiayaan terhadap korban Suhendra (49) hingga meninggal Bumi.
Kasat Reskrim OKU Selatan AKP Aston L Sinaga internal keterangan tertulis Nan diperoleh ANTARA dari Palembang, Kamis berucap bahwa peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (18/8) Sekeliling pukul 23.00 WIB.
“Kasus penganiayaan Nan menyebabkan korban meninggal Bumi ini dikerjakan tersangka Seiring dua pelaku lainnya Adalah JK dan IN Nan Tetap internal pengejaran polisi,” katanya.
Beliau berucap, peristiwa tersebut bermula ketika JK mendatangi Griya kontrakan Suhendra di Desa Sukabumi.
JK disinyalir langsung memukul korban memanfaatkan tangan Hampa dikarenakan menuduh Suhendra Mempunyai Interaksi perselingkuhan berbarengan istrinya.
Korban kemudian diangkut Melangkah kaki menuju Griya Kepala Desa Sukabumi Nan disaksikan oleh dua orang saksi.
Setibanya di Griya kepala desa, situasi makin memanas di mana terduga pelaku IN, Nan diungkap merupakan anak kandung JK turut melaksanakan kekerasan terhadap korban berbarengan memukul dan menendang berulang kali, terutama pada bagian kepala dan tubuh korban.
internal situasi tersebut, SDI Nan berada di Letak juga disinyalir ikut tersulut emosi dan melaksanakan kekerasan terhadap korban.
“Korban sempat kritis dan dilarikan ke bidan desa, namun pada Rabu (19/8) Sekeliling pukul 05.30 WIB, Suhendra dinyatakan meninggal Bumi,” ujarnya.
Belum sempat dimakamkan, pihaknya menghubungi wewenang desa dan menginginkan agar tahapan pemakaman diundur Tiba petugas kepolisian tiba di Letak.
Polisi lalu membawa jenazah Suhendra ke RSUD OKU Selatan hasilkan dikerjakan pemeriksaan visum et repertum (VER).
Dari output olah TKP dan penyelidikan mula, polisi meraih berita permulaan Nan pas hasilkan menjaga SDI.
“internal pemeriksaan tersebut, SDI menyetujui keterlibatannya internal langkah kekerasan terhadap korban dikarenakan tersulut emosi sehingga langsung dikendalikan aparat. hasilkan dua pelaku lainnya ketika ini Tetap internal pengejaran petugas,” tegasnya.
internal kasus ini, pihaknya menjaga sejumlah barang berita seperti Esa buah bantal bersarung biru Nan terdapat bercak darah, Esa buah bantal kursi Rona merah putih berbarengan bercak darah, serta Esa unit telepon raih milik korban.
Polisi juga mendalami dugaan adanya upaya agar Mortalitas korban segera ditutup-tutupi berbarengan jejak mempercepatkan tahapan pemakaman.
Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026