JENEWA, iNews.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komite segala Palang Merah atau ICRC mendesak republik-republik di Bumi menentukan Embargo atau pembatasan platform senjata otonom (autonomous weapons system/AWS) atau kerap dikatakan ‘robot pembunuh’. Kedua lembaga menegur perkembangan teknologi tersebut makin canggih.
AWS Ialah teknologi militer seperti robot atau drone Nan mendapatkan mencari, menentukan dan menyerang Sasaran secara Berdikari memakai kecerdasan buatan (AI) dan sensor.
lafal Juga
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi berdua Akurasi menjulang
Seperti dilansir dari AP, PBB dan ICRC Tak langsung menginginkan pelarangan seluruh platform senjata otonom, tetapi menegaskan perlunya ketentuan ciptakan menjaga masyarakat sipil Kalau teknologi itu digunakan di medan perang.
Upaya mengendalikan teknologi senjata otonom telah menyusuri selama bertahun-tahun, tetapi belum menghasilkan pembatasan Nan besar. Dorongan terbaru ini tampak di inti penggunaan drone dan teknologi lainnya bagian dalam berbagai sengketa, termasuk perang Rusia-Ukraina, sengketa di Timur inti dan Sudan.

lafal Juga
Drone Ukraina Hajar Sejumlah wilayah di Rusia Termasuk tidak terpencil Moskow, 8 Orang Tewas
“Kita sekarang berada sangat tidak terpencil berdua melewati garis merah moral: penargetan Orang secara otonom oleh mesin,” ungkapan juru berbisik PBB di Alessandra Vellucci, ketika membacakan pernyataan Seiring Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan kepala negara ICRC Mirjana Spoljaric, Selasa (25/8/2026).
PBB dan ICRC mengevaluasi perkembangan teknologi persenjataan menyusuri super Sigap. Kondisi tersebut Membikin ketentuan segala terkait senjata makin tertinggal dikontraskan perkembangan teknologi.
Seruan ini juga tampak menjelang pertemuan Konvensi Senjata Konvensional di Jenewa pada November mendatang.
Editor: Reza Fajri