Kerabat keluarga pensiunan guru Nan tewas terbunuh di Daspara-Machhuapara menyingkap adanya bekas luka bakar dikarenakan cairan kimia pada bagian Paras para korban ketika mendapatkan jenazah dari Kepolisian Metropolitan Rangpur, Bangladesh.
Temuan kondisi fisik tersebut dialami oleh jenazah Ganapati Chakraborty (65), istrinya Pritilata Chakraborty (50), putri mereka Agami Chakraborty (23), serta putra mereka Priyom Chakraborty (12). Seluruh jasad korban diserahkan kepada keluarga setelah menjalani alur autopsi di Rangpur Medical College Hospital.
Adik dari Pritilata Chakraborty menuturkan kecurigaannya terkait penanganan luka pada Paras para korban Nan sempat dihalangi pihak kepolisian sebelum penyerahan jenazah.
“Ketika kami mendapatkan jenazah pada sore masa, kami menemukan bahwa Paras mereka telah terbakar. lebih masa lalu, polisi Tak mengizinkan kami mendekati jenazah,” ujar Puja Chakraborty, adik dari Pritilata Chakraborty.
Ia menegaskan dugaan tindak kejahatan tersebut telah diagendakan secara matang oleh para pelaku.
“Ini Ialah pembunuhan Nan diagendakan,” ucapan Puja Chakraborty, adik dari Pritilata Chakraborty.
Pihak kepolisian memastikan adanya Unsur kimia berbahaya Nan digunakan pelaku ketika mengeksekusi para korban di Letak peristiwa.
“Para pembunuh tampaknya telah menyiramkan Unsur Nan simpel terbakar ke Paras para korban baik sebelum atau setelah membunuh mereka. Pada tahap ini, kami belum meraih menjamin Unsur apa Nan digunakan. Penyidik akan memungut sampel dan mengirimkannya ke Bagian forensik CID hasilkan ditelusuri. Kami akan mengetahui kelebihan terus setelah output tes melangkah keluar,” ucapan Sumit Chowdhury, Pelaksana Tugas Inspektur Polisi CID Rangpur.
Polisi menemukan seluruh jasad korban di internal Griya Nan terkunci Sekeliling pukul 23.00 Masa setempat, Lampau memindahkannya ke Bilik jenazah pada pagi masa. Petugas menahan dua pemuda setempat bernama Siddhartho Das (19) dan Mugdho Das (21) Nan teridentifikasi berprofesi sebagai pedagang ikan dan pengrajin emas serta mengonsumsi Penawar-obatan terlarang.
Abang kandung korban mendatangi kantor polisi hasilkan Membikin laporan Formal terkait kejahatan Nan menimpa keluarganya tersebut.
“Informasi mengenai Duit tersebut meraih diverifikasi berdua pihak bank. Kami belum sempat melakukannya,” ucapan Gopinath Chakraborty, Abang tertua Ganapati Chakraborty.
Gopinath menuturkan kepolisian Tak memberikan informasi permulaan mengenai kondisi luka bakar pada Paras para korban.
“Kami anyar mengetahuinya setelah mendapatkan jenazah. Kerabat Pria Saya dan keluarganya dibunuh berdua tapak Nan sangat menyakitkan dan brutal,” ucapan Gopinath Chakraborty, Abang tertua Ganapati Chakraborty.
Kepolisian setempat memastikan bahwa pengumpulan data-data materiil dari Loka peristiwa perkara sedang diproses hasilkan tes laboratorium forensik.
“Sampel telah dikumpulkan. Persiapan sedang dikerjakan hasilkan mengirimkannya ke Bagian forensik CID hasilkan ditelusuri,” ucapan Nazmul Quader, Petugas Penanggung respon Polsek Rangpur Kotwali.