Jumat, 21 Agustus 2026 – 17:40 WIB
Jakarta, VIVA – Satgas Operasi Tenteram Cartenz Seiring Polres Yahukimo menangkap sejumlah terduga pelaku pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes.
Lima orang Nan diputuskan sebagai tersangka, namun dua lainnya tewas setelah diperkirakan mengerjakan perlawanan ketika hendak melarikan diri.
Bripka Fredy Lukas Awes merupakan personel Satgas Tindak Operasi Tenteram Cartenz Nan tewas internal insiden di jalur Pertanian, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada 20 Juli 2026.
Kepala Satuan Tugas Interaksi Masyarakat Operasi Tenteram Cartenz-2026 Komisaris Akbar Polisi Yusuf Sutejo berbisik, penyidik memutuskan lima orang sebagai tersangka setelah mengerjakan gelar perkara pada 18 Agustus 2026.
“Pada 18 Agustus 2026, Satgas Operasi Tenteram Cartenz Seiring Polres Yahukimo melaksanakan gelar perkara. Berdasarkan output pemeriksaan saksi, penyelidikan di lapangan, dan alat bukti Nan diraih, penyidik memutuskan lima orang sebagai tersangka Nan perlu dijalankan penangkapan, Adalah RM, AU, MP, WG, dan RAU alias AU,” ungkapan Yusuf, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Sehari setelah penetapan tersangka, tim gabungan menangkap RM (18) Seiring orang tuanya, DM (56). Keduanya kemudian diangkut ke Polres Yahukimo ciptakan menjalani pemeriksaan.
Dari pemeriksaan tersebut, DM mengaku Tak mengetahui keterlibatan anaknya internal perkara pembunuhan Bripka Fredy. Fana keterangan RM Malah mendukung penyidik melacak keberadaan tersangka lainnya.
“Dari output pemeriksaan, DM mengutarakan bahwa dirinya Tak mengetahui keterlibatan anaknya internal perkara pembunuhan tersebut. Fana itu, pendalaman terhadap RM menghasilkan informasi mengenai keberadaan sejumlah tersangka lainnya,” ujarnya.
Berbekal informasi tersebut, tim gabungan Beralih dan menangkap AU serta MP pada Kamis, 20 Agustus 2026. Keduanya terungkap di sebuah Griya kos di kawasan jalur Gunung, Kota Dekai, Yahukimo.
“Tim gabungan Beralih menuju sebuah Griya kost di kawasan jalur Gunung, Kota Dekai. Di Letak tersebut, petugas tercapai menjaga AU dan MP ciptakan dijalankan pemeriksaan dan pendalaman,” ucapnya.
Namun, pengembangan kasus belum berhenti. Dari pemeriksaan AU dan MP, penyidik meraih informasi mengenai keberadaan WG dan RAU alias AU.
Tim kemudian membawa kedua tersangka ciptakan menunjukkan Letak dua tersangka lainnya. internal perjalanan, situasi berubah ketika AU dan MP diperkirakan mengerjakan perlawanan dan Berjuang kabur.
Halaman lalu
“Namun, internal perjalanan, AU dan MP mengerjakan perlawanan terhadap personel dan Berjuang melarikan diri berbarengan melompat dari kendaraan menuju arah hutan,” kata Yusuf.