Jakarta –
Polisi melaksanakan tes urine terhadap Pria bernama MRP alias Maulana, tersangka Primer pembunuhan putrinya Nan disabilitas, Julia Risky Ramadiana (11), di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hasilnya, Maulana positif memanfaatkan ganja.
“output tes urine tanggal 28 Oktober 2025 juga menunjukkan tersangka positif memanfaatkan ganja. ketika ini kami telah melindungi 26 barang data,” ucapan Kapolres Merauke AKBP Leonardo Penenangan bagian dalam konferensi pers di Mapolres Merauke, Jumat (21/8/2026).
|
Pria bernama MRP alias Maulana, tersangka Primer pembunuhan putrinya Nan disabilitas, Julia Risky Ramadiana (11), di Kabupaten Merauke, Papua Selatan (Foto: Dok. Istimewa)
|
bagian dalam membongkar kasus ini, Polres Merauke melaksanakan pemeriksaan terhadap 16 saksi, 4 orang Pakar. Polisi juga melaksanakan olah TKP, pemeriksaan barang data, coba forensik, digital forensik hingga ekshumasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penetapan tersangka Tak didasarkan pada Esa keterangan, tetapi berdasarkan rangkaian alat data. Kami tetap menjunjung asas Prasangka tak bersalah dikarenakan Nan menentukan bersalah atau tidaknya Ialah tahapan di pengadilan,” ucapnya.
Seperti teridentifikasi, sandiwara MRP alias Maulana di Kabupaten Merauke, terbongkar. Beliau Nan sempat dipuji dikarenakan tabah sekarang Malah berperan tersangka Primer pembunuhan terhadap putrinya Nan disabilitas, Julia Risky Ramadiana (11).
AKBP Leonardo berucap bahwa Maulana menghabisi nyawa putrinya pada 28 Oktober 2025 Lampau dikarenakan persoalan keluarga. Bukannya menyetujui aksinya, Maulana Malah bersandiwara bahwa putrinya tewas dibunuh setelah berperan korban penculikan.
“Motifnya Ialah persoalan internal keluarga Nan berujung pada kekerasan terhadap korban. Bahkan Eksis upaya mengaburkan peristiwa berdua membangun narasi seolah-olah korban Ialah korban pencurian dan penculikan,” ujar AKBP Leonardo kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Jumat (21/8).
Sejak Mortalitas putrinya, Maulana kerap mengundang simpati dikarenakan terlihat begitu tegar atas musibah Nan terjadi. Namun setelah penyelidikan bagian dalam sembilan rembulan terakhir, penyidik membongkar ketegaran Maulana hanyalah sandiwara belaka ciptakan menutupi perbuatannya.
(fas/idh)