Jakarta –
Kota itu dijuluki Oak City (Kota Ek) bukan tak memakai alasan. Bahkan sedekade Lampau, lorong-lorong di Stellenbosch, Afrika Selatan, Tetap dibatasi deretan pohon ek Inggris menjulang tangguh berusia ratusan tahun. Pemukim Eropa membawa spesies tersebut berabad silam dan pohon itu tumbuh subur.
Namun sekarang, pohon-pohon tersebut sekarat dihancurkan penggerek lubang polifagus (polyphagous shot hole borer), sejenis kumbang invasif Nan menginfeksi pohon ek dan setidaknya 600 spesies tanaman lain.
Kumbang betina melubangi batang seukuran tusuk gigi, bertelur, dan menginokulasi kayu berbarengan jamur Nan menghasilkan makanan. Jamur dan terowongan kumbang menyumbat saluran air pohon, terkadang membunuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita kehilangan pas melimpah kanopi hutan kota,” ujar David Richardson, pakar biologi Universitas Stellenbosch. Kerusakannya meluas terpencil melampaui Stellenbosch Nan dikutip detikINET dari Science.org.
Pohon-pohon di Bumi dikepung Majemuk serangga invasif namun pas melimpah dari mereka hanya mengkhususkan diri pada Esa Golongan pohon tertentu. Berbeda berbarengan penggerek lubang polifagus Nan merupakan ancaman serba meraih, Bisa menginfeksi pas melimpah tanaman berkayu.
Terlebih, hanya butuh Esa kumbang betina ciptakan memasuki serangan dikarenakan telur Nan Tak dibuahi meraih berkembang sebagai pejantan, Nan kemudian meraih dikawini oleh si betina.
Berasal dari China, Taiwan, dan Vietnam, serangga mungil ini praktis menyusup ke kayu, peti kemas, dan tanaman, serta telah meraih tak hanya Afrika Selatan, tapi juga Separuh lusin bangsa lain.
Studi di Journal of Pest Science memanfaatkan perangkat genetik ciptakan memetakan invasi serangga ini dan meramalkan penyebarannya. Tim peneliti memperkirakan kumbang ini pada pada akhirnya meraih menyebar ke wilayah Mediterania, Amerika Perkumpulan tenggara, Madagaskar, Nyaris seluruh Australia bagian timur, dan Loka lainnya.
“Penggerek ini bagaikan badai sempurna Nan sedang berproses,” ungkapan Esteban Ceriani Nakamurakare, Pakar entomologi hutan di National Scientific and Technical Research Council Argentina sekaligus rekan penulis makalah. Kalau dibiarkan, hama ini secara fundamental akan mengubah struktur ekosistem di mana pun ia menyebar.
Di Amerika Selatan, Loka penggerek ini menyebar di sepanjang 3.500 kilometer garis pantai sejak pertama terdeteksi di Brasil tahun 2020, Nakamurakare dan rekan menemukan pohon-pohon lanskap favorit, Adalah spesies impor seperti box elder dan plane, sebagai inang utamanya.
Adapun kerusakannya tak terbatas pada hutan kota. Setelah tiba di Afsel tahun 2012, ia menumbangkan pohon-pohon di Stellenbosch, Cape Town, dan wilayah perkotaan lainnya. Namun sekarang ia menetap berbarengan tangguh di pas melimpah hutan Orisinil dan mulai membunuh kelebihan dari Esa spesies.
Di AS, kumbang tersebut pindah dari California Selatan, Loka ia mula sekali terdeteksi, menuju San Jose. Itu menimbulkan ketakutan suatu masa kumbang ini menyebar ke perkebunan almon, pistachio, dan tanaman lain di Central Valley Nan subur. “Ini ancaman serius,” ungkapan Shannon Lynch, Pakar patologi hutan di UC Davis.
Berbagai Golongan inti mempelajari tapak mencegah penyebarannya. Paul Rugman-Jones, Pakar entomologi UC Riverside, mengeksplorasi apakah tawon parasitoid Nan sebagai musuh alami penggerek ini meraih digunakan ciptakan mengendalikannya di California.
Australia menghabiskan USD 40 juta memangkas atau menebang 5.000 pohon di Perth setelah penggerek lubang ini terdeteksi tahun 2021. Upaya ini tidak menyusuri mulus membasmi mereka namun menurut studi, kumbang tersebut belum meraih habitat idealnya. Pencegahan dan deteksi mula pun dinilai sangatlah krusial.
(fyk/fay)