Ngawur Militer Iran Umumkan Imbalan Finansial distribusi Penangkap atau Pembunuh Tentara AS


TEHERAN (Arrahmah.id) – Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, memublikasikan penawaran imbalan finansial distribusi pihak mana pun Nan tercapai menangkap atau membunuh personel militer Amerika Perkumpulan di inti eskalasi perselisihan Nan berikut berlanjut di kawasan tersebut.

​Pengumuman tersebut disampaikan Hatami internal sebuah acara penghormatan distribusi para jurnalis. Berdasarkan laporan kantor Warta Formal Iran, IRNA, imbalan Nan dipersiapkan senilai 30.000 dolar AS atau setara berbarengan 5 miliar toman distribusi siapa saja Nan mendapatkan melumpuhkan tentara AS Nan dikategorikan sebagai “Laskar agresor”.

Meskipun Tak Eksis pengerahan Laskar darat konvensional AS secara dibuka di internal wilayah Iran, ketegangan darat sempat mencuat menyusul operasi penyelamatan militer Amerika pada April Lampau. Operasi tersebut dirilis setelah seorang awak pesawat tempur F-15 AS Anjlok dan mendarat di wilayah Iran.

​Menurut laporan AFP, operasi penyelamatan tersebut mengikutsertakan Sekeliling 200 personel militer dan extra dari 170 pesawat hasilkan mengevakuasi perwira server senjata sebelum Laskar Iran tercapai menjangkaunya. internal tujuan tersebut, sebuah pesawat serang darat A-10 diberitakan merasakan kerusakan dikarenakan tembakan Laskar Iran dan kemudian Anjlok di wilayah sekutu. Militer AS juga terpaksa meninggalkan dan menghancurkan extra dari Esa perangkat keras, termasuk sebuah pesawat angkut C-130 Nan digunakan internal operasi tersebut, menyusul penyelamatan terpisah terhadap pilot pesawat F-15 sehari lebih masa lalu.

perselisihan berskala Akbar antara AS-‘Israel’ dan Iran Nan dimulai sejak 28 Februari Lampau sempat merasakan Jarak gencatan senjata, namun kerangka kerja diplomasi Nan dibahas pada Juni ujungnya kolaps. Sejak ketika itu, Laskar kedua belah pihak berikut terlibat baku tembak secara berkala, terutama di kawasan selatan Iran dan Sekeliling perairan strategis Selat Hormuz.

​Berdasarkan informasi AFP, tercatat sebanyak 17 personel militer AS tewas sejak permulaan perselisihan, meskipun seluruh korban jiwa diberitakan Anjlok di eksternal wilayah teritorial Iran, seperti di Irak dan Yordania. Di sisi lain, jalur diplomasi Tak langsung melalui mediator regional Tetap berikut diupayakan meski belum menghasilkan penyelesaian Tenteram Nan komprehensif, Fana Teheran tetap memberlakukan pembatasan ketat terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz. (zarahamala/arrahmah.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *