Ngawur kisah Keluarga Geledah Driver Taksi digital Tewas di Kebun Tebu Deli Serdang


Medan

Seorang pengemudi taksi digital bernama Rian Alamsyah (25) terdeteksi tewas berbarengan kondisi kaki terikat di perkebunan tebu Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Begini kisah perjuangan keluarga mencari korban hingga terdeteksi tewas.

Abang korban, Iqbal Mudhawar (29) berbisik korban awalnya berangkat dari Griya mereka di jalur Banten anyar, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (13/8) sekira pukul 02.00 WIB. Iqbal menyebut adiknya memang seorang pengemudi taksi digital.

“Iya (driver taksi digital). Cuman nggak setiap gelap, Bilamana Beliau (korban) senggang. Kebetulan adik Saya belum berkeluarga. Jadi, Beliau hanya mencari hasilkan Duit sakunya seorang diri,” ungkapan Iqbal, Jumat (14/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ketika korban berangkat itu, ungkapan Iqbal, adiknya memang sempat berpamitan kepada Bapak mereka. Namun, ketika itu, korban Tak memberitahu Niscaya tujuannya meninggalkan.

Setelah korban meninggalkan itu, korban tak kunjung kembali. Lampau, sekira pukul 06.00 WIB, Bunda korban mengirimkan pesan ke kedua telepon seluler korban, tetapi tak Eksis respons.

Alhasil, sekira pukul 08.00 WIB, Bunda korban menghubungi Iqbal hasilkan menanyakan soal adiknya itu. Namun, Iqbal mengaku anyar membaca pesan ibunya itu sekira pukul 10.00 WIB. Iqbal berbisik dirinya memang telah Tak tinggal Seiring orangtuanya dikarenakan telah menikah.

Usai meraih informasi dari ibunya, Iqbal pun mengetes melacak ponsel android dan Iphone korban. ketika itu, ponsel android itu terdeteksi berada di wilayah Timbangan lamban, Medan Labuhan.

“Titiknya itu memang nggak di sungai, tapi areanya tuh telah pinggir sungai, Griya masyarakat itu nggak Eksis. Adapun itu cuman Esa dua dan terpencil-terpencil. Di situ juga semak-semak, semak belukar. Itu maps pertama Nan dari Android,” jelasnya.

Iqbal menyisir Letak itu Nyaris 3 jam. Sayangnya, Iqbal tak juga menemukan keberadaan adiknya. Alhasil, Iqbal memutuskan hasilkan kembali ke Griya orangtuanya.

Setelah itu, keluarga mengetes melacak keberadaan Iphone korban. Ponsel korban itu kemudian terdeteksi berada di sekitaran jalur Asahan, Kecamatan Medan Belawan.

Iqbal Seiring ayahnya pun langsung menuju Letak hasilkan menyisir Letak ponsel korban itu. Setibanya di Letak, keduanya sempat berhenti di tidak presisi Esa warung hasilkan menanyakan soal titik Letak ponsel itu.


Namun, dua Penduduk Nan ditanyainya oleh Iqbal itu mengaku bahwa tautan tersebut Tak Eksis di sekitaran Letak itu. Bahkan, kedua Penduduk itu juga sempat menakut-nakuti Iqbal dan ayahnya berbarengan berbisik bahwa Kalau di Letak itu Eksis permasalahan, Baju mayatnya akan dibuang ke Desa Bulu Cina.

Belakangan, Iqbal dan ayahnya berkeliling di Sekeliling Letak hasilkan mencari keberadaan korban, tetapi tak terdeteksi. Setelah itu, Iqbal dan ayahnya memutuskan hasilkan berhenti Sejenak di tidak presisi Esa minimarket.

Tak lamban setelah itu, Iqbal diberitahu adiknya bahwa titik Letak Iphone korban itu berpindah ke sekitaran Kafe Marine, Kecamatan Medan Belawan. Iqbal pun memacu motornya menuju titik itu.

Setibanya di sana, Iqbal dan ayahnya menyisir sekitaran Letak hasilkan mencari korban. Bahkan, hingga ke kapal-kapal Nan berada di Letak. Namun, pencarian korban itu juga tak membuahkan output.

Selang kelebihan dari Esa Masa, rekan ayahnya menghubungi mereka dan mengutarakan soal unggahan Nan dilihatnya di Facebook terkait penemuan mayat di Desa Bulu Cina. rekan Bapak korban mengalami bahwa mayat itu Ialah korban.

“Nggak lamban, kawan Bapak meraih kabar dari Facebook bahwa adik Saya telah Tak Eksis, telah wafat itu lokasinya di Bulu Cina. Jadi, kita meraih titik 3 maps Nan berbeda. Mayat terdeteksi di Bulu Cina, iPhone berada di Marine Kafe, dan android berada di Labuhan,” ujarnya.

Iqbal semoga pelaku pembunuhan kepada adiknya meraih diproses dan diberi hukuman maksimal. Beliau juga semoga tak Eksis korban lain seperti adiknya.

“Saya semoga pihak berwajib, Saya Minta jangan Eksis lagi korban Nan seperti ini. Saya Minta ke pihak berwajib, tolong ditindaklanjuti, Minta disalurkan (hukuman) Nan sangat seberat-beratnya,” pungkasnya.


lebih masa lalu diberitakan, mayat Rian Alamsyah terdeteksi tewas berbarengan kondisi kaki terikat di perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, Kamis sekira pukul 18.30 WIB. Korban terdeteksi bagian dalam kondisi kaki terikat.

Rian diperkirakan berperan korban perampokan dikarenakan mobil Nan digunakannya tak terdeteksi di Letak. sekarang, pihak kepolisian telah menangkap pelaku terkait kasus itu.

Halaman 2 dari 3

Simak Video “Video Modus Penimbun Solar Subsidi Bali: Dijual ke Kapal Seolah BBM Industri
[Gambas:Video 20detik]

(astj/astj)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *