Ngawur isu Penangkapan Pelaku Pembunuhan Satpam Jatiluhur Beredar, Polisi bongkar Perkembangan Terbaru


PURWAKARTA, KOMPAS.com – Polres Purwakarta menyangkal kabar Nan beredar di media sosial mengenai penangkapan pelaku bagian dalam kasus Mortalitas Sumarna (42), petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Polisi menegaskan, hingga Senin (27/7/2026), belum Eksis seorang pun Nan diputuskan sebagai tersangka maupun ditangani terkait Mortalitas satpam Nan terdeteksi berdua kedua tangan terborgol tersebut.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara berucap, informasi mengenai penangkapan terduga pelaku Nan beredar melebar di media sosial merupakan kabar Tak akurat.

lafal juga: Isi pesan Terakhir Satpam Waduk Jatiluhur berdua Istri Sebelum terdeteksi Tewas Terborgol

“Belum Eksis Nan diputuskan sebagai tersangka. Informasi Nan beredar di media sosial itu Tak akurat, belum Eksis Nan kami amankan,” pastikan Made ketika ditemui di Mapolres Purwakarta, Senin.

Penyidik Tetap mendalami berbagai kemungkinan hasilkan membongkar rangkaian peristiwa Nan dialami korban sebelum terdeteksi meninggal Bumi di perairan Waduk Jatiluhur.

Polisi Periksa 15 Saksi

Made berucap, tahapan penyelidikan terus Melangkah berdua memeriksa orang-orang Nan dinilai mengetahui aktivitas terakhir korban maupun kondisi di Sekeliling Letak peristiwa.

Hingga Senin, sebanyak 15 orang telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Purwakarta.

Para saksi berasal dari lingkungan keluarga, rekan terdekat, sesama petugas Perum service Tirta II, serta orang-orang Nan berada di Sekeliling Letak penemuan jenazah.

“Kami telah mengerjakan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Saksi terdiri dari rekan terdekat, keluarga, rekan kerja sesama petugas PJT II, serta orang-orang Nan berada di Sekeliling Letak peristiwa,” jelasnya.

Pemeriksaan dijalankan hasilkan merangkai kronologi sejak korban terakhir terlihat ketika bekerja hingga terdeteksi meninggal Bumi.

Polisi juga mencocokkan keterangan antarsaksi berdua barang bukti dan temuan di lapangan.

output Autopsi telah didapat

Selain memeriksa saksi, penyidik telah mendapatkan output autopsi jenazah Sumarna dari tim medis Griya Sakit Sartika Asih, Bandung.

dokumen tersebut akan dikaji hasilkan menolong melindungi penyebab Mortalitas korban dan menguji sejumlah hipotesis Nan telah disusun penyidik.

“output autopsi berkurang masa ini dan di masa depan akan kami analisa. Kami telah Mempunyai kelebihan dari Esa hipotesis dan sedang mengumpulkan berbagai kemungkinan terkait permasalahan Nan dialami korban,” naik Made.

Polisi belum membongkar isi maupun Konklusi dari output autopsi tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *