CEO UFC Biaya White mengomentari Ian Machado Garry Nan dinilai kehilangan naluri pembunuh usai menelan kekalahan dari Islam Makhachev bagian dalam perebutan gelar Kampiun di UFC 330, Sabtu (15/8). Sikap ramah Garry di bagian dalam arena dinilai merusak peluangnya ciptakan merebut sabuk Kampiun.
Kritik tersebut dipicu oleh langkah pelukan dan jabat tangan Nan dikerjakan Garry serta Makhachev pada permulaan ronde kelima. Padahal, mayoritas penonton mengukur skor kedua petarung Seri sebelum melangkah masuk ke ronde penentuan tersebut. Makhachev kemudian tercapai menjatuhkan Garry dan mengendalikan pertarungan hingga menjamin kemenangan Nomor Absolut.
White menegaskan keberatannya atas gestur ramah Garry Nan terlihat sepanjang pekan pertarungan hingga di atas arena.
“gua memikir Ian Ialah cowok Nan berbakat. Kalau Beliau Mempunyai setidaknya Esa ons naluri pembunuh, pada ronde kelima itu, Anda Tak meninggalkan Lampau berpelukan dan berjabat tangan,” ungkapan Biaya White, CEO UFC.
Ia menyebut sikap tersebut sangat mengganggunya ketika menyaksikan pertarungan perebutan gelar.
“Sialan itu Membikin gua gila,” ujar Biaya White, CEO UFC.
Menurut White, Garry Semestinya langsung meraih tindakan agresif ciptakan memberhentikan laga pada ronde pamungkas.
“Anda meninggalkan di ronde kelima itu berdua tendangan Dengkul terbang dan menguji menyelesaikannya. gua memikir ini Ialah tidak presisi Esa pertarungan di mana Ian akan menyaksikan kembali dan Berbicara, ‘Apes, gua semoga mendapatkan mengulangnya lagi’,” ungkapan Biaya White, CEO UFC.
Meski memberikan kritik tajam, White tetap memuji kepribadian Garry sebagai sosok petarung Nan berkelas.
keluaran penilaian menunjukkan dua juri memberikan kemenangan tiga ronde ciptakan Makhachev sebelum ronde kelima dimulai, sehingga hanya kemenangan finish Nan mendapatkan menyelamatkan wilayah Garry. Kemenangan ini sekaligus Membikin Makhachev melampaui rekor Anderson Silva ciptakan catatan Tak terkalahkan terpanjang di UFC.