Ngawur Pembunuh Bunda dan Balitanya di Landak Kalbar ditahan Polisi – BicaraIndonesia.net



artikel Views: 130

BICARAINDONESIA-Landak: Kasus pembunuh seorang Bunda dan balitanya setelah terdeteksi tewas terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, ujungnya terungkap setelah polisi meringkus dua orang tersangka berinisial S dan AL. Keduanya ditahan di Letak berbeda.

Kasatreskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto berbisik kedua tersangka ditahan pada Rabu (12/8/2026). S ditangani oleh Personil kepolisian di wilayah Senakin, lagian AL ditahan di Ngabang.

“meraih terungkap dan meraih tertangkap. ketika ini Tetap kita lakukan pengembangan pendalaman kelebihan terus terhadap kedua tersangka ini. Mereka telah ditangani di Polres Landak,” ungkapan Kuswiyanto, Rabu sunyi.

Kuswiyanto memaparkan, penangkapan S sebagai gerbang memasuki penyidik hasilkan mengoptimalkan kasus dan memburu tersangka lainnya.

“lebih masa lalu tersangka inisial S ditangani oleh Personil kita Nan Eksis di Senakin. Kemudian kita menjemput langsung dan mengerjakan pengembangan, mencari tersangka Nan lain dan mencari barang data Nan belum kita dapatkan,” ujarnya.

Dari output pengembangan tersebut, polisi kemudian tercapai melindungi AL di Ngabang.

Sebagian Barang data ditangani

Selain memburu tersangka lain, penyidik juga mengejar sejumlah barang data Nan disinyalir berhubungan berdua kasus pembunuhan tersebut. Kuswiyanto berbisik sebagian Akbar barang data Nan berhubungan berdua perkara tersebut telah tercapai ditangani polisi.

“Alhamdulillah ketika ini sebagian Akbar barang data telah kita amankan Nan Eksis kaitannya berdua peristiwa ini,” jelasnya.

Namun, polisi belum membeberkan secara rinci jenis maupun jumlah barang data Nan telah ditangani. Penyidik Tetap mengerjakan pendalaman hasilkan menjamin keterkaitan barang-barang tersebut berdua pembunuhan Bunda dan anak.

2 Tersangka rekan Esa Kampung
Kuswiyanto berbisik S dan AL terungkap Mempunyai Interaksi pertemanan. Keduanya dikatakan merupakan Penduduk dari kampung Nan Baju.

“Mereka berdua ini sejauh ini Tetap hanya rekan Normal. rekan-rekan Esa kampung,” bongkar Kuswiyanto.

Meski demikian, polisi Tetap mendalami peran masing-masing tersangka internal kasus tersebut. Keterangan kedua tersangka juga Tetap dikembangkan hasilkan membongkar secara utuh rangkaian peristiwa Nan menewaskan Asniwati (39) dan anaknya, Dina Oktavia (4).

mutakhir Esa Tersangka Mengaku

internal pemeriksaan Fana, polisi menyebut mutakhir tidak presisi Esa tersangka Nan memberikan pengakuan terkait kasus tersebut.

“ketika ini pengakuan mutakhir Esa (tersangka),” ungkapan Kuswiyanto.

lebih masa lalu, Asniwati dan Dina terdeteksi meninggal Bumi pada Jumat sunyi (7/8/2026) setelah sempat diinformasikan Lenyap. Keduanya terdeteksi di kawasan hutan tak berjarak dari pondok Loka mereka bekerja.

Dina terdeteksi kelebihan dahulu internal kondisi tangan dan kaki terikat memanfaatkan potongan karet ban. Sekeliling 20 meter dari Letak tersebut, Asniwati juga terdeteksi berdua kondisi tangan dan leher terikat memanfaatkan karet. Tubuh korban juga terdeteksi ditutup daun kering banget.

internal kasus tersebut, polisi juga mendalami hilangnya harta Barang korban berupa Duit Sekeliling Rp135 juta dan emas Sekeliling 30 gram.

sekarang S dan AL telah ditangani di Polres Landak. Penyidik Tetap mengoptimalkan pemeriksaan hasilkan membongkar motif, peran masing-masing tersangka, serta menjamin seluruh barang data internal kasus pembunuhan Bunda dan anak tersebut. (Rz/detikcom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *