Ngawur 2 Pembunuh Bunda-Anak di Landak Positif Narkoba




Landak

Polisi menyingkap perkembangan kasus pembunuhan Bunda dan anak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Dua tersangka berinisial S dan AL dikatakan Mempunyai persoalan berdua narkoba. tidak akurat Esa pelaku juga teridentifikasi bermain judi digital jenis slot.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari berucap keluaran tes urine terhadap dua tersangka menunjukkan positif narkoba. Polisi juga mendalami aktivitas judi digital Nan dikerjakan tidak akurat Esa pelaku.

“Dan juga terkait berdua judi digital juga kami tekankan kepada masyarakat hasilkan Tak terlibat. dikarenakan tidak akurat Esa pelaku Nan kita amankan ini main judi digital slot ternyata,” ungkapan Devi kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/8/2026).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, persoalan narkoba dan judi digital berperan perhatian dikarenakan meraih berpengaruh terhadap perilaku dan kondisi sosial masyarakat. “Judi digital juga pengaruh Akbar. Makanya kita edukasi masyarakat hasilkan ancaman judi digital, ancaman narkoba hasilkan kita menjauhi,” ujarnya.

S ditahan ketika disinyalir Terpengaruh Narkoba

S ditahan polisi di sebuah Griya kos di Kota Ngabang pada Rabu (12/8/2026). ketika dikendalikan, S disinyalir sedang berada bagian dalam pengaruh narkoba. Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto berucap penangkapan S berperan gerbang memasuki distribusi penyidik hasilkan mengoptimalkan kasus dan mencari tersangka lainnya.

“sebelum itu tersangka inisial S dikendalikan oleh Personil kita Nan Eksis di Senakin. Kemudian kita menjemput langsung dan mengerjakan pengembangan, mencari tersangka Nan lain dan mencari barang bukti Nan belum kita dapatkan,” ungkapan Kuswiyanto.

Dari pengembangan tersebut, polisi kemudian melindungi AL di Ngabang. Kuswiyanto berucap penyidik Tetap mengerjakan pendalaman terhadap dua tersangka hasilkan mengetahui peran masing-masing bagian dalam kasus tersebut.

Emas Korban disinyalir Dijual Rp 15 Juta

bagian dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mendalami dugaan aliran harta milik korban. Penyidik menduga S telah memasarkan emas seberat Sekeliling 7 gram berdua ukur Sekeliling Rp 15 juta. Duit keluaran penjualan tersebut disinyalir digunakan hasilkan berbagai keperluan. Di antaranya meraih dua telepon raih merek Oppo, tas, kipas hembusan, serta membayar sewa Bilik kos sebesar Rp 500 ribu.

Sejumlah barang Nan disinyalir berhubungan berdua perkara tersebut telah dikendalikan polisi. Namun, meski barang bukti mulai terdeteksi, S dikatakan sempat Tak menyetujui keterlibatannya bagian dalam pembunuhan Bunda dan anak tersebut. Polisi kemudian mencocokkan keterangan S berdua barang bukti dan keluaran penyelidikan di lapangan. Titik cerah pun terdeteksi.

Fana itu, tersangka lainnya, AL, dikatakan sempat melarikan diri dan bersembunyi di kawasan hutan selama Sekeliling tiga hingga empat masa setelah peristiwa. bagian dalam pelariannya, AL bahkan dikatakan sempat berniat menyelesaikan Hayati dikarenakan ketakutan setelah peristiwa tersebut terjadi.

AL kemudian menyetujui keterlibatannya kepada keluarga. Keluarga lalu meraih jejak berdua menyerahkan AL kepada aparat kepolisian. Kuswiyanto berucap alur penangkapan kedua tersangka dikerjakan melalui pengembangan setelah polisi terlebih dahulu melindungi S.

“meraih terungkap dan meraih tertangkap. ketika ini Tetap kita lakukan pengembangan pendalaman extra terus terhadap kedua tersangka ini. Mereka telah dikendalikan di Polres Landak,” ujar Kuswiyanto.

sebelum itu, Asniwati (39) dan anaknya, Dina Oktavia (4), terdeteksi meninggal Bumi di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Jumat (7/8/2026). Keduanya terdeteksi bagian dalam kondisi terikat potongan karet ban.

Dina terdeteksi extra dahulu bagian dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sekeliling 20 meter dari Letak tersebut, Asniwati terdeteksi berdua tangan dan leher terikat. Polisi juga menemukan adanya harta Barang korban Nan Lenyap, Merupakan Duit Sekeliling Rp 135 juta dan emas Sekeliling 30 gram.

(sun/aau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *