Wajo –
Polisi pada akhirnya menangkap sopir travel bernama Alber alias Latu (37) Nan ternyata berperan aktor pembunuhan Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26). Pelaku terungkap dari transaksi mencurigakan di ATM korban setelah diberitakan Lenyap.
Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul berbisik kasus hilangnya Mita sejak 2024 Lampau sempat Tersendat hingga pada akhirnya heboh kembali. Pihaknya pun mengerjakan serangkaian penyelidikan termasuk mengerahkan tim IT.
“purnama Juni 2026 mulai dijalankan penyelidikan kembali. Kita mulai kumpulkan keterangan, bentuk tim Seiring berdua tim IT,” ungkapan Iptu Fahrul kepada detikSulsel, Kamis (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelidikan kemudian membuahkan output. Pihaknya menemukan Eksis transaksi mencurigakan melalui ATM korban. Transaksi itu dianggap janggal dikarenakan Mita diberitakan Lenyap namun Tetap mendapatkan memanfaatkan ATM-nya.
“Dari tanggal 23 Juli Tiba 1 Agustus 2024 Eksis transaksi mencurigakan. Mita Lenyap tetapi Eksis transaksi di ATM milik Mita,” ujar Fahrul.
Dari output itulah polisi mengurangi penyelidikan terhadap sopir travel Nan terakhir kali terungkap Seiring korban. Hingga pada akhirnya, polisi menangkap Alber di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang (Kalukku), Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan mengakui perbuatannya.
“Setelah dijalankan penyelidikan terdeteksi Eksis keterangan transaksi Nan lumayan janggal, dikarenakan peristiwa tanggal 22 Juli 2024, Lenyap 23 Juli dan terakhir komunikasi berdua orang tuanya pada jam 8 pagi. Dan pengakuan pelaku jam 9 pagi mutakhir dieksekusi (dibunuh),” paparnya.
Pelaku Kuras ATM Mita Rp 62 Juta
terungkap, Alber turut merampok barang berharga korban setelah Tak bernyawa. Pelaku menggasak Duit dari ATM korban senilai keseluruhan Rp 62 juta.
“(Barang korban Nan dicuri) berupa dua unit handphone Android dan sebuah dompet Nan berisi kartu ATM BRI dan BNI,” ujar Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya Nan memastikan kasus pembunuhan Mita di Polres Wajo, Senin (10/8).
Douglas berbisik Duit dari ATM korban ditarik secara Kontan melalui dealer bank. Selain itu, juga ditransfer ke lumayan melimpah orang rekening.
“keseluruhan Duit Nan diambil meraih Sekeliling Rp 62.040.000,” bebernya.
(asm/ata)