Polisi menangkap dua tersangka bagian dalam kasus pembunuhan Bunda dan anak Nan terdeteksi tewas terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kedua tersangka berinisial S dan AL diamankan di Letak berbeda.
Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto berucap kedua tersangka diamankan pada Rabu (12/8/2026). S ditangani oleh Personil kepolisian di area Senakin, lagian AL diamankan di Ngabang.
“mendapatkan terungkap dan mendapatkan tertangkap. ketika ini Tetap kita lakukan pengembangan pendalaman extra terus terhadap kedua tersangka ini. Mereka telah ditangani di Polres Landak,” ungkapan Kuswiyanto, Rabu sunyi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuswiyanto memaparkan, penangkapan S berperan realisasi masuk melangkah masuk penyidik ciptakan mengembangkan kasus dan memburu tersangka lainnya.
“sebelum itu tersangka inisial S ditangani oleh Personil kita Nan Eksis di Senakin. Kemudian kita menjemput langsung dan mengerjakan pengembangan, mencari tersangka Nan lain dan mencari barang data Nan belum kita dapatkan,” ujarnya.
Dari output pengembangan tersebut, polisi kemudian tercapai menjaga AL di Ngabang.
Sebagian Barang data ditangani
Selain memburu tersangka lain, penyidik juga mengejar sejumlah barang data Nan disinyalir terkait berbarengan kasus pembunuhan tersebut. Kuswiyanto berucap sebagian Akbar barang data Nan terkait berbarengan perkara tersebut telah tercapai ditangani polisi.
“Alhamdulillah ketika ini sebagian Akbar barang data telah kita amankan Nan Eksis kaitannya berbarengan peristiwa ini,” jelasnya.
Namun, polisi belum membeberkan secara rinci jenis maupun jumlah barang data Nan telah ditangani. Penyidik Tetap mengerjakan pendalaman ciptakan menjaga keterkaitan barang-barang tersebut berbarengan pembunuhan Bunda dan anak.
2 Tersangka rekan Esa Kampung
Kuswiyanto berucap S dan AL terungkap Mempunyai Interaksi pertemanan. Keduanya dikatakan merupakan Penduduk dari kampung Nan Baju.
“Mereka berdua ini sejauh ini Tetap hanya rekan Normal. rekan-rekan Esa kampung,” bongkar Kuswiyanto.
Meski demikian, polisi Tetap mendalami peran masing-masing tersangka bagian dalam kasus tersebut. Keterangan kedua tersangka juga Tetap dikembangkan ciptakan membongkar secara utuh rangkaian peristiwa Nan menewaskan Asniwati (39) dan anaknya, Dina Oktavia (4).
mutakhir Esa Tersangka Mengaku
bagian dalam pemeriksaan Fana, polisi menyebut mutakhir keliru Esa tersangka Nan memberikan pengakuan terkait kasus tersebut.
“ketika ini pengakuan mutakhir Esa (tersangka),” ungkapan Kuswiyanto.
sebelum itu, Asniwati dan Dina terdeteksi meninggal Bumi pada Jumat (7/8) sunyi setelah sempat diberitakan Lenyap. Keduanya terdeteksi di kawasan hutan tak terpencil dari pondok Loka mereka bekerja.
Dina terdeteksi extra dahulu bagian dalam kondisi tangan dan kaki terikat memanfaatkan potongan karet ban. Sekeliling 20 meter dari Letak tersebut, Asniwati juga terdeteksi berbarengan kondisi tangan dan leher terikat memanfaatkan karet. Tubuh korban juga terdeteksi tidak sedia daun garing.
bagian dalam kasus tersebut, polisi juga mendalami hilangnya harta Barang korban berupa Duit Sekeliling Rp 135 juta dan emas Sekeliling 30 gram.
saat ini S dan AL telah ditangani di Polres Landak. Penyidik Tetap mengembangkan pemeriksaan ciptakan membongkar motif, peran masing-masing tersangka, serta menjaga seluruh barang data bagian dalam kasus pembunuhan Bunda dan anak tersebut.
Halaman 2 dari 3
Simak Video “Menyaksikan tahapan Pembuatan Tato Kembang Terung di Kalimantan Barat“
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)