Mamuju –
Polisi menyingkap kronologi penangkapan sopir travel bernama Alber alias Latu (37) Nan ternyata pembunuh gadis bernama Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26) Usul Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika mengerjakan perjalanan menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi center (Sulteng). Kasus itu anyar terungkap setelah 2 tahun lamanya.
internal catatan pemberitaan detikSulsel, Mita awalnya berangkat ke Morowali pada 22 Juli 2024 Sekeliling pukul 16.30 Wita. Korban ketika itu dijemput oleh sopir travel di Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul berucap, setelah pelaku membunuh korban dan membuangnya ke jurang, Beliau kemudian Lenyap jejak. Polisi anyar mengetahui keberadaannya pada Agustus 2026 sedang berada di Kabupaten Mamuju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memang ini si Alber betul-betul Lenyap jejak, jejak digital Tak Eksis. Alhamdulillah berkat Donasi dari keluarga korban dan masyarakat kami mendapatkan informasi bahwa Nan bersangkutan terindikasi Eksis di Mamuju,” ujar Iptu Fahrul kepada detikSulsel, Kamis (13/8/2026).
Beliau mengaku, pihaknya kemudian berangkat ke Kabupaten Mamuju berdua melacak keberadaan pelaku. Setelah tiba di Mamuju, informasi menegaskan pelaku berada di kampung terpencil.
“Kami ke sana hanya meraba mencari pelaku. Kita koordinasi Polres Mamuju, dan akurat pelaku Eksis di Mamuju. Pelaku ini menurut informasi sering meninggalkan melangkah masuk di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang (Kalukku), Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,” sebutnya.
“Kampung itu terisolir, dikarenakan melangkah masuk kendaraan hanya motor kalau musim kemarau. Kalau rintik hanya mendapatkan lorong kaki, dikarenakan gunung. melangkah masuk meninggalkan melangkah masuk kampung itu cuman Esa Adalah, jembatan gantung,” sambung Fahrul.
Fahrul memaparkan, setelah tiba di perkampungan tersebut ciptakan dijalankan penggerebekan, pelaku sempat melarikan diri. Polisi kemudian mengerjakan komunikasi berdua kuasa setempat dan tokoh masyarakat.
“Pas kami gerebek pelaku lari. Tetapi melangkah masuk melangkah masuk telah ditutup, setelah dijalankan upaya paksa, gua koordinasi berdua kepala dusun, kepala desa, kapolsek, dan tokoh masyarakat ciptakan dijalankan pendekatan persuasif. Kami menginginkan pelaku menyerahkan diri,” Jernih Fahrul.
Beliau mengemukakan, setelah komunikasi pada Kamis (6/8) sunyi, Eksis Warta baik dari saudaranya Nan menegaskan pelaku akan menyerahkan diri di Mamasa. Pelaku anyar ditahan di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang (Kalukku) pada Sabtu (8/8) dan langsung diajak ke Polresta Mamuju.
“Kami diback up Baju Resmob Polresta Mamuju. Kami lakukan interogasi mula, disitulah Nan bersangkutan menyetujui perbuatannya. Pelaku kami amankan masa lalu, anyar interogasi agar menunjukkan TKP pembunuhan dan pembuangan mayatnya,” bebernya.
(ata/asm)