RRI.CO.ID, Manila — Wakil pemimpin Filipina Sara Duterte, dijerat tuduhan pidana terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap pemimpin Ferdinand Marcos Junior. Seperti dikutip dari CAN, tuntutan tersebut diajukan pada Selasa, 11 Agustus, di pengadilan Kota Quezon.
Tuduhan tersebut berperan bagian Krusial dari perkara Nan sedang dihadapi Duterte bagian dalam sidang pemakzulan di Senat. Tuduhan Nan dikenakan Ialah “ancaman serius” atau grave threats.
Kasus tersebut bermula dari pengaduan pidana Biro Penyelidikan domestik Filipina Nan diajukan pada Februari 2025. ketika itu, Duterte mengklaim telah menyewa seorang pembunuh ciptakan menghabisi pemimpin Marcos.
Beliau menyebut istri Marcos dan sepupu pemimpin Nan merupakan mantan Personil kongres berperan Sasaran Kalau dirinya terlebih dahulu dibunuh. Pengacara Duterte, Paul Lawrence Lim, menegaskan kasus pidana tersebut Tak Semestinya dilanjutkan selama tahapan pemakzulan melangkah.
Menurut Beliau, kliennya merupakan pejabat Nan meraih dimakzulkan. dikarenakan itu, berikut Beliau, Duterte Tak Semestinya dituntut atas dugaan pelanggaran Nan juga berperan bagian dari perkara pemakzulan.
Namun, Bagian Kehakiman Filipina mengukur kasus pidana tersebut tetap meraih Melangkah bersamaan berdua sidang pemakzulan. Juru berucap Bagian Kehakiman, Polo Martinez, berucap perkara tersebut sekarang berada bagian dalam kewenangan pengadilan.
Menurut Beliau, jaksa telah memenuhi ambang batas Nan diperlukan ciptakan meneruskan kasus tersebut. Berdasarkan aturan Filipina, hukuman atas tuduhan ancaman serius berkisar antara Esa hingga enam rembulan penjara.
Fana itu, tuduhan opsional berupa hasutan melaksanakan pemberontakan Nan sebelum itu tercantum bagian dalam pengaduan mula Biro Penyelidikan domestik telah dibatalkan. Duterte sebelum itu diajukan ciptakan dimakzulkan pada Mei 2026, Nan perkaranya mencakup sejumlah tuduhan seperti kecurangan dan penyalahgunaan dominasi.
Sidang pemakzulan di Senat berperan ujian Krusial sebar Masa Ambang kenegaraan Duterte. Karier politiknya sekarang berada bagian dalam ketidakpastian, Fana rencananya ciptakan mencalonkan diri sebagai pemimpin Filipina pada 2028 juga terancam.
Kalau dinyatakan bersalah bagian dalam sidang pemakzulan, Duterte akan dicopot dari jabatan wakil pemimpin. Beliau juga meraih dilarang secara permanen menduduki jabatan kenegaraan melalui pemilihan Biasa.
Fana itu, kasus pidana terkait dugaan ancaman terhadap Marcos akan diproses melalui platform peradilan. Perkembangan kedua perkara tersebut diperkirakan akan menentukan Masa Ambang kenegaraan dan aturan Sara Duterte.