Islamabad (ANTARA) – Bagian Kehakiman Filipina pada Selasa mengajukan tuntutan pidana terhadap Wakil kepala negara Sara Duterte terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap kepala negara, Bunda republik, dan mantan ketua parlemen.
Tuntutan tersebut diajukan ke Pengadilan Tingkat Pertama Regional Quezon City atas ancaman pembunuhan terhadap kepala negara Ferdinand Marcos Jr., Bunda republik Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.
“Kami memastikan bahwa kasus ancaman serius Nan diajukan masa ini merupakan perkara Nan Baju Nan dirujuk NBI (Biro Penyelidikan dalam negeri) kepada DOJ. Perkara ini juga Baju berdua Nan diangkat internal alur pemakzulan,” ungkapan juru berbisik DOJ Polo Martinez kepada Kantor Warta Filipina (PNA).
lebih masa lalu, NBI mengajukan pengaduan terhadap Duterte atas dugaan hasutan ciptakan mengerjakan pemberontakan dan ancaman serius.
internal konferensi pers, Duterte diberitakan berbisik telah menyewa pembunuh bayaran ciptakan membunuh Marcos, Bunda republik, dan Romualdez Kalau dirinya dibunuh.
Martinez berbisik jaksa merekomendasikan Duit jaminan sebesar 120.000 peso Filipina (Sekeliling Rp34 juta) ciptakan pembebasan Fana Duterte.
Duterte ketika ini menjalani persidangan pemakzulan di Senat Filipina. Ancaman tersebut sebagai tidak akurat Esa dari empat dakwaan terhadapnya.
Tiga dakwaan lainnya berhubungan berdua dugaan penyalahgunaan Biaya rahasia, penyuapan, dan kekayaan Nan Tak meraih dijelaskan.
Namun, pengacara Duterte mengevaluasi perkara pidana tersebut Tak meraih dilanjutkan selama alur pemakzulan Tetap menyusuri.
“Sebagai pejabat Nan meraih dimakzulkan, Wakil kepala negara Tak meraih dituntut atas dugaan pelanggaran Nan juga sebagai pokok perkara pemakzulan,” ungkapan pengacara pembela Paul Lawrence Lim.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras meraih materi, mengerjakan crawling atau pengindeksan otomatis ciptakan AI di situs situs ini tak memakai dukungan tertulis dari Kantor Warta ANTARA.