Ngawur Polisi Tangkap Terduga Pembunuh dan Pemerkosa Wanita Belia di Tangerang, Dalami Motif-Kronologi


JAKARTA, KOMPAS.TV – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap terduga pelaku pembunuhan sekaligus pemerkosaan terhadap wanita berinisial SNA (21) Nan jasadnya terungkap di Griya kontrakan di area Barang, Kota Tangerang, Banten. 

Panit Opsnal Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKP Christian Tangketasik menegaskan penangkapan terduga pelaku Nan merupakan cowok berinisial KF.

“bagian dalam Masa 1 x 24 jam, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah tercapai menjaga seorang pelaku pembunuhan dan pemerkosaan di bagian dalam kontrakan area Kecamatan Barang, Kota Tangerang, pada tanggal 1 Agustus 2026,” katanya, Rabu (12/8/2026). 

Christian menuturkan setelah melancarkan aksinya, KF sempat melarikan diri, namun tercapai dibekuk Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di area Tangerang, Banten. 

“ketika ini kami Tetap mengerjakan pengembangan serta mendalami motif Nan dikerjakan pelaku terhadap korban,” ucapnya. 

Ketika digiring ke kantor polisi, tampak tangan KF diikat tali merah di belakang tubuhnya. Ia mengenakan kaos putih, Lancingan pendek, dan sandal ketika digiring melangkah masuk ke kantor polisi. 

lafal Juga: Kronologi Penyekapan dan Penganiayaan Pegawai Bank Keliling di Tangerang, Gara-Gara Mau Resign

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga menegaskan penangklapan KF. Adapun pihak kepolisian Tetap mendalami keterangan dari terduga pelaku tersebut. 

“Penyidik Tetap mendalami motif, kronologi Komplit, serta rangkaian peristiwa bagian dalam perkara tersebut,” katanya, sebagaimana dilansir Antara.

lebih masa lalu, seorang wanita Belia terungkap bagian dalam kondisi tak bernyawa di sebuah Griya kontrakan di area Jurumudi, Barang, Kota Tangerang, Selasa (11/8). 

Jasad korban terungkap bagian dalam kondisi Eksis bekas luka jeratan di bagian leher. ciptakan menggali motif di balik tindakan pembunuhan tersebut, terduga pelaku telah diajak ke Polda Metro Jaya ciptakan menjalani pemeriksaan intensif. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *