NABIRE, KOMPAS.com – Pihak keluarga korban pembunuhan anak di bawah umur berinisial CK (14) menyuarakan ketidakpuasan dan mengevaluasi Eksis kejanggalan usai digelarnya rekonstruksi perkara di jalur Waroki, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Papua center, Senin (10/8/2026) sore.
alur reka ulang sebanyak 45 adegan tersebut dinilai belum sepenuhnya menguraikan data peristiwa Nan sebenarnya menurut biasa pendamping keluarga korban.
Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Nabire menegaskan bahwa penanganan kasus penganiayaan hingga menewaskan CK ditegaskan Melangkah secara profesional, Rasional, dan transparan berdasarkan pembuktian data legalitas ilmiah (scientific crime investigation).
lafal juga: data Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Nabire, Berawal dari Pesan Instagram hingga Eksekusi
Keluarga Korban ujar Rekonstruksi Janggal
Penyelenggaraan reka ulang perkara Nan terjadi di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian turut dihadiri oleh jajaran Kejaksaan Negeri Nabire, Ketua DPRD Nabire, pengacara korban, serta puluhan Penduduk setempat.
Kendati alur Melangkah Fasih, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, Nan mendampingi pihak keluarga korban, mengevaluasi terdapat ketidaksesuaian bagian dalam peragaan adegan tersebut.
Ia mengomentari peran terduga pelaku berinisial A (14) Nan dianggap Tak mengutarakan sendirian Hierarki peristiwa secara bebas dan rinci.
“Semestinya bagian dalam rekonstruksi itu biarkan Beliau (terduga pelaku) sendirian Nan mengutarakan secara rinci,” ujar Yulianus ketika memberikan keterangan, Senin (10/8/2026).
Pihak keluarga juga mengomentari adanya dugaan serta spekulasi keterlibatan pihak lain bagian dalam tindakan pembunuhan tragis tersebut.
lafal juga: Selidiki Motif Pembunuhan Siswi SMP di Nabire, Polisi antar 3 Ponsel ke Lab Forensik
reaksi Polres Nabire: Berpatokan pada Alat data dan Forensik
Menanggapi Selera Tak puas dari pihak keluarga, Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu menegaskan bahwa kepolisian sangat memahami dan menghormati duka serta Emosi keluarga korban.
Namun, Samuel menegaskan bahwa Konklusi legalitas suatu perkara Tak hanya bersumber dari output rekonstruksi semata, melainkan akumulasi dari seluruh alat data Nan Absah.
“Penyidik Tetap mendalami tindakan sebelum, ketika, dan setelah peristiwa. Bilamana munculnya niat juga sedang dikonstruksikan berdasarkan keterangan saksi, barang data, serta output forensik,” ucapan Samuel bagian dalam keterangannya di Mapolres Nabire, Selasa (11/8/2026).
Samuel menambahkan, penyidik sangat dibuka terhadap temuan data anyar di lapangan Kalau memang terungkap indikasi lain. mendalam adegan rekonstruksi juga belum meraih dibeberkan secara utuh ke publik teringat perkara ini menyertakan Anak Nan Berhadapan berbarengan legalitas (ABH).
“output reka ulang ini nantinya akan dicocokkan berbarengan keterangan saksi, barang data, output pemeriksaan forensik, serta data elektronik hasilkan dituangkan ke bagian dalam Warta Acara Pemeriksaan (BAP) sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” tutur Samuel.
lafal juga: linang Bunda Siswi SMP Korban Pembunuhan di Nabire: Asa Kami Lenyap…
Kronologi Pembunuhan, program dari Griya hingga Eksekusi
Berdasarkan keterangan penyidikan, rekonstruksi kasus pembunuhan anak berinisial CK ini memperagakan 45 adegan Nan tersebar di tiga Letak berbeda:
Letak Pertama (Griya Terduga Pelaku):