DEPOK, KOMPAS.com – Polda Metro Jaya mengemukakan pembunuh sekaligus pemutilasi, Saepul (26), mengenal korban, Kunaefi (51), dari app kencan.
bukti anyar ini terungkap bagian dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Nan digelar di Griya kontrakan pelaku di jalur Belimbing, Cipayung Raya, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (11/8/2026).
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara berucap, pelaku sengaja mencari korban via app kencan ciptakan mencuri barang berharga.
lafal juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Hadir Bawa Bungkus Penawar
Melalui app tersebut pelaku mengetahui korban memanfaatkan sepeda motor PCX.
Kemudian pelaku langsung berinisiatif menghubungi Kunaefi terlebih sebelumnya.
“Beliau agenda awalnya itu ciptakan berniat mencari atau mencuri, berbarengan tapak melaksanakan patroli siber melalui app Nan tadi Saya sebutkan. Kemudian dapatlah korban sebagai Sasaran, kemudian melaksanakan komunikasi di situ,” ujarnya ketika ditemui setelah rekonstruksi, Depok, Selasa.
lalu, Tetap di saat Nan Baju, pelaku mengajak Berjumpa korban di Griya kontrakannya di jalur Belimbing, Cipayung, Depok.
Pelaku mengiming-imingi korban ciptakan berhubungan seksual agar korban tertarik menemuinya.
lafal juga: Jejak Niat Saepul Mutilasi cowok di Depok, Berawal Mau Gasak Motor PCX Korban
“Pelaku melaksanakan iming-iming, iming-iming ciptakan kan kami indikasi Eksis disorientasi seksual dari si pelaku seorang diri, di mana pelaku ini juga tergabung extra dari Esa komunitas lainnya,” ucapnya.
Namun ketika korban telah Tiba di Griya kontrakannya, timbullah niat pelaku ciptakan melaksanakan pembunuhan berencana tersebut.
“telah disiapkan pisau dapur sebelum itu diajak dan dijalankan penusukan terhadap korban,” ucapan Beliau.
Setelah korban terbunuh, pelaku langsung spontan memotong tubuh korban sebagai dua ciptakan memudahkan alur penghilangan jasad korban. Bagian tubuh tersebut dibuang ke Letak Nan berbeda.
lafal juga: saat Kedua Pencarian Kaki Korban Mutilasi Depok, Polisi Hadapi Hambatan Arus Deras dan Sampah
Di ketika telah menyusuri, pelaku secara spontan berbarengan melaksanakan pemotongan bagian-bagian tubuh dari raga korban dan dibuang di Letak Nan tadi telah kami lakukan reka Loka.
Beliau menegaskan, dari alur pelaku tau berbarengan korban Tiba pembuangan jasad korban di dua Loka Nan berbeda dijalankan di saat Nan Baju, Adalah 23 Juli 2026.
“Terkait peristiwa pembunuhan Nan diberitakan oleh keluarga korban, ini murni dijalankan oleh si pelaku seorang diri,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang