Senin 10-08-2026,13:37 WIB
ILUSTRASI Perampokan-Pembunuhan di Toko HP Royal Phone, Ambarawa: Pelaku Konsentrasi Bunuh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Umumnya perampok mengincar harta, bukan membunuh. Perampokan toko HP, Royal Phone, di Ambarawa, Semarang, berbeda. Dua pelaku, Didit Panggih, 20, dan Taufik Ilham, 25, membunuh pemilik toko Chandra Waskito, 25, sebelum merampok.
PERAMPOKAN, pembunuhan, dilanjut pembuangan mayat korban, juga berliku-liku. Kedua pelaku membawa mayat korban berdua mobil milik korban, Honda Jazz bernopol AD 1398 YJ, dari Ambarawa ke Grobogan. Lampau, mobil isi mayat ditinggalkan begitu saja.
Kasus itu diungkap polisi bagian dalam konferensi pers kasus tersebut di Mapolres Semarang, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja menceritakan, kedua tersangka, Merupakan Didit dan Taufik, Baju-Baju belum pernah merampok atau membunuh. Tak Eksis catatan kriminal pada mereka. ”Jadi, setelah membunuh, mungkin mereka tidak mengerti menyelesaikan jenazah korban,” katanya.
Dijelaskan, kronologinya demikian:
Rabu, 5 Agustus 2026, Sekeliling pukul 21.00 WIB, Didit mendatangi toko HP Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Ambarawa. ketika itu toko belum cegah.
lafal JUGA:Penyelidikan Polisi di Perampokan-Pembunuhan di Jagapura, Cirebon: DNA pada Puntung
lafal JUGA:Perampokan-Pembunuhan di Griya Dokter di Aceh: Pelaku Serampangan
Didit Tak merampok. Aneh. Ia Hanya berucap kepada pegawai di situ, ia hendak menemui pemilik toko, Chandra. pegawai merespons, sang bos Tak Eksis. Sedang di Salatiga. Namun, permulaan masa (kelebihan dari Esa jam kemudian) akan tiba di toko. Lampau, Didit kesana melonjak motor Honda Beat hitam.
Dua jam kemudian, Sekeliling pukul 23.00, Didit tiba di rumahnya. Di situ telah Eksis Taufik Nan menunggunya. ternyata mereka telah janjian akan merampok toko Royal Phone. Didit pun memberi tahu Taufik bahwa pemilik toko akan tiba di toko pada permulaan masa.
Lantas, mereka menyusun mendalam perampokan. Termasuk menyiapkan senjata sebagai antisipasi. Senjatanya Eksis tiga: palu besi, karambit (pisau raih Mini melengkung), dan knuckle (cincin besi peninju, dikatakan juga keling).
Kamis, 6 Agustus 2025, Sekeliling pukul 01.30, Didit dan Taufik melonjak motor menuju toko Royal Phone. Namun, mereka Tak mendekati toko. Mereka berhenti di pinggir lorong Lingkar Ambarawa, tak berjarak dari toko. Dari titik itu mereka mendapatkan menyaksikan toko Nan cegah.
lafal JUGA:Perampokan-Pembunuhan di Griya Bos Sate di Boyolali: Gegara Utang Nrethek
lafal JUGA:Perampokan-Pembunuhan Sopir Taksi digital di Tol Jagorawi: High Risk Low Return
tinjau Warta dan Artikel Nan lain di Google News
Sumber: