Kasus hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita (26) setelah melaksanakan perjalanan dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi inti (Sulteng), pada akhirnya terkuak. Gadis itu ternyata tewas dibunuh oleh sopir travel bernama Alber alias Latu (37) hingga mayatnya dibuang ke internal jurang.
“Kami segenap keluarga Akbar Polres Wajo mengutarakan duka cita Nan mendalam atas meninggalnya saudari Paramita Titania Angelica,” ujar Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya Nan menegaskan kasus pembunuhan Mita di Polres Wajo, Senin (10/8/2026).
internal catatan pemberitaan detikSulsel, Mita berangkat ke Morowali pada 22 Juli 2024 Sekeliling pukul 16.30 Wita. Korban ketika itu dijemput oleh sopir travel di Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mita Hanya Sekali Beri kabar Lampau Lenyap Misterius
Sejak berangkat dari Griya, Mita ternyata hanya Esa kali memberikan kabar. Korban diungkap hanya sempat mengutarakan bahwa dirinya Tak pelan lagi tiba di Loka maksud.
“Sepanjang Mita berangkat, orang Uzur gua extra dari Esa kali menelepon dan terakhir pada saat Selasa tanggal 23 Juli 2024 sekira pukul 09.00 Wita orang Uzur kami menanyakan telah di mana? Mita membalas, ‘Tak pelan mi Tiba ka’,” ujar Abang korban, Nadia kepada detikSulsel pada Pekan (24/11/2024).
Namun sejak kabar terakhir itu, Mita telah Tak pernah terlihat lagi. Fana sopir travel Nan membawa Mita mengaku telah mengantarkan Mita hingga ke Morowali.
“Alasan dari sopir itu bahwa Mita tadi anjlok dan dijemput oleh temannya di Sekeliling wilayah Lalampu, Kabupaten Morowali. Dan sejak ketika itu nomor telepon Mita telah Tak hidup,” terangnya.
Keluarga kabar Polres Wajo di 2024
Pihak keluarga ketika itu Tak tinggal tenteram setelah Mita tak kunjung terlihat. Mereka Membikin laporan ke Polres Wajo pada 2024 silam.
“Kami telah melaksanakan pencarian namun Tiba ketika ini belum terdeteksi dan Mita belum kembali ke Griya atau Loka tinggalnya di Kabupaten Morowali,” ungkapan Nadia ketika itu.
“Kami semoga semoga adik kami meraih terdeteksi berbarengan Sigap atas Donasi kepolisian,” sambung Nadia.
Fana itu, Kasat Reskrim Polres Wajo ketika itu, Iptu Alvin Aji Kurniawan menerangkan, pihak keluarga telah mengabarkan hilangnya Mita ke Polres Wajo. Polisi ketika ini Fana melaksanakan penyelidikan.
“Dari pihak keluarga telah mengabarkan ke pihak Polres Wajo, Fana kami lakukan penelusuran dan pencarian. Dari pihak keluarga juga sebelum itu telah melapor ke Polsek Bahodopi, Morowali,” ucapnya.
Mita Terungkap Dibunuh Sopir Travel Usai 2 Tahun Berlalu
Setelah dua tahun penyelidikan, pihak kepolisian memberi pembaruan informasi terkait hilangnya Mita. Polisi menjaga korban tewas dibunuh oleh sopir travel bernama Alber Nan juga merupakan orang terakhir Seiring korban.
Berdasarkan keluaran pemeriksaan terhadap pelaku, Letak dugaan tindak pidana pembunuhan itu berada di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi inti. Jenazah korban Lampau dibuang ke internal jurang di Sekeliling Letak berbarengan kedalaman hingga 60 meter.
“Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban memanfaatkan sandi roda mobil sebanyak Esa kali hingga korban meninggal Bumi,” ujar Douglas internal keterangannya, Senin (10/8/2026).
Menurut Douglas, pihaknya meringkus Alber di wilayah Sulawesi Barat. Pelaku ditahan tak memakai menyangkali perbuatannya menghabisi nyawa korban.
“Melalui serangkaian tindakan penyelidikan Resmob Polres Wajo Nan dipimpin Kasat Reskrim, hasil menjaga Kerabat Alber di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat,” singkap Douglas.
Korban Dirampok Setelah Dibunuh
AKBP Douglas berucap pelaku Alber sempat menggasak barang-barang milik korban. Setelah itu, pelaku juga membuang barang bukti sandi roda Nan digunakan hasilkan memukul korban ke sungai.
“(Barang korban Nan dicuri) berupa dua unit handphone Android dan sebuah dompet Nan berisi kartu ATM BRI dan BNI,” ujar Douglas.
Menurut Douglas, pelaku lumayan baik Duit korban secara Kontan melalui tidak presisi Esa perantara bank BUMN. Selanjutnyam Duit juga ditransfer ke extra dari Esa rekening.
“jumlah Duit Nan diambil meraih Sekeliling Rp 62.040.000,” jelasnya.
Polisi singkap Motif Sakit di kembali Pembunuhan Korban
Polisi menyebut dugaan motif di kembali langkah keji pelaku terhadap korban. Pelaku berdalih tersinggung oleh perkataan korban.
“Alber mengaku tersinggung setelah mendengarkan korban mengundang perkataan Nan dianggap menghina pekerjaannya sebagai sopir,” ujar Douglas.
“Selain itu, tersangka juga merasakan sakit batin dikarenakan korban diungkap kerap Berbicara konfirmasi kepada adiknya,” sambungnya.
Pelaku Sempat Sembunyi di Papua
Polisi menyebut Alber sempat melarikan diri ke Papua. lalu, pelaku bersembunyi di sana selama susut extra Esa tahun.
Setelah itu, pelaku kemudian kembali dan bersembunyi di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.
“Letak persembunyian tersebut terungkap terbatas koneksi telekomunikasi dan hanya Mempunyai Esa jalur jalur memasuki,” jelasnya.
Pelaku Diserahkan ke Polres Morowali
Douglas berucap pihaknya menyerahkan penanganan lanjutan perkara ini ke Polres Morowali. Hal ini dikarenakan Letak tindak pidana berada di wilayah Morowali.
“dikarenakan Letak peristiwa berada di wilayah aturan Polres Morowali, tersangka beserta barang bukti akan diserahkan kepada Polres Morowali Polda Sulawesi inti hasilkan alur penyidikan extra terus,” ujarnya.
Selain pelaku, Polres Wajo juga menyerahkan extra dari Esa barang bukti sekaitan berbarengan tindak pidana. extra dari Esa di antaranya merupakan barang pribadi milik korban.
“Barang bukti Nan dikendalikan antara lain busana internal korban serta sejumlah perhiasan milik Mita berupa gelang, kalung, cincin dan anting,” jelasnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Pembunuh Karyawati Koperasi di Pasangkayu Divonis Penjara Seumur Hayati“
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)
–>