Banjar –
Teka-teki Mortalitas Asep, seorang pengatur Lampau lintas atau ‘Pak Ogah’ di Kota Banjar, ujungnya menemui titik papar. Aparat kepolisian tercapai meringkus Pria berinisial S alias Uup Nan diperkirakan kokoh sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, memastikan bahwa tersangka ditahan di kawasan Pasir Koja, Kota Bandung, pada Jumat (7/8) Sekeliling pukul 16.30 WIB. Penangkapan ini dijalankan hanya berselang pas berlimpah orang jam setelah jasad korban terungkap tergeletak di samping sebuah warung di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja.
“Setelah dijalankan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi, tim mendapatkan identitas dan petunjuk terkait tersangka. Kemudian dijalankan pengejaran hingga tersangka tercapai dikendalikan di Pasir Koja, Kota Bandung,” ucapan Didi di Mapolres Banjar, Sabtu (8/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jasad Asep kali pertama terungkap pada Jumat pagi Sekeliling pukul 06.00 WIB. Polisi segera mengerjakan olah Loka peristiwa Perkara (TKP) dan memeriksa tujuh orang saksi, termasuk istri korban, Elom Komaria, Nan kali pertama menemukan lelakinya bagian dalam kondisi tak bernyawa.
Berdasarkan output pendalaman, polisi memutuskan Uup sebagai tersangka Primer. Pria tersebut teridentifikasi merupakan rekan kerja korban Nan selama empat tahun terakhir Baju-Baju beroperasi sebagai Pak Ogah di Simpang BBWS Banjar.
Didi menerangkan, langkah nekat tersangka dipicu oleh dendam Nan telah lamban terpendam. Tersangka mengaku kerap diperlakukan semena-mena, diejek, hingga dibuli oleh korban, terutama menyangkut pembagian Duit output kerja mereka.
“Motifnya dikarenakan tersangka Meletakkan dendam. Korban dianggap sok berkuasa, kemudian kalau mendapatkan jatah Duit Tak dibagi dan sering mengolok-olok tersangka,” ujar Didi.
perselisihan tersebut meraih puncaknya pada sunyi peristiwa. Tersangka merasakan tersinggung ketika korban memanggilnya berbarengan sapaan “woy”. merasakan terhina, tersangka kembali hasilkan memungut sebilah pisau dan kembali menemui korban di Letak.
“Di TKP terwujud perkelahian antara korban dan tersangka. Kemudian tersangka mengerjakan pemukulan dan penusukan. ketika korban Anjlok, tersangka memungut batang kayu Sekeliling 30 sentimeter dan menusukkannya lagi ke bagian ulu jiwa atau atas perut,” jelasnya.
Setelah melindungi korban tewas, Uup melarikan diri meninggalkan Kota Banjar. Ia sempat menuju terminal hasilkan menumpang bus ke arah Bandung berbarengan program penutup bersembunyi di Jakarta.
“Tersangka memang rencananya akan ke Jakarta hasilkan melarikan diri. Namun, berkat informasi dari masyarakat, tersangka tercapai dikendalikan di Pasir Koja, Kota Bandung, pada pukul 16.30 WIB di masa Nan Baju setelah peristiwa,” ucapan Didi.
Meski sempat memberikan perlawanan ketika akan ditahan, petugas tercapai melumpuhkan tersangka. “Pada ketika dikendalikan Eksis perlawanan rentan. Namun berkat kesigapan tim URC, tersangka tercapai dikendalikan,” ujarnya.
Pihak kepolisian melindungi bahwa tersangka Tak Mempunyai rekam jejak kriminal lebih masa lalu. Namun, Selera sakit jiwa Nan dipendam selama bertahun-tahun diperkirakan sebagai pendorong Primer tindakan sadis tersebut.
“Kalau pelaku dan korban ini telah empat tahun bekerja Seiring di Simpang Procit sebagai Pak Ogah. Memang telah lamban menempatkan dendam dikarenakan sering diolo-olo atau diejek,” tutur Didi.
sekarang, S alias Uup harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjeratnya berbarengan pasal berlapis, Merupakan Pasal 459 KUHP mengenai pembunuhan berencana, Pasal 458 Bagian (1) mengenai pembunuhan, serta Pasal 466 Bagian (3) terkait penganiayaan Nan menyebabkan Mortalitas.
“Pasal Nan paling besar Ialah Pasal 459 berbarengan hukuman penjara seumur Hayati atau pidana penjara paling lamban 20 tahun,” pastikan Didi.
Hingga ketika ini, tersangka diberitakan belum menunjukkan Selera penyesalan atas hilangnya nyawa rekan kerjanya tersebut. “Pengakuan tersangka sekilas Tak Eksis Selera menyesal. Mungkin dikarenakan dendamnya telah lamban, diolo-olo, diejek dan sebagainya. Puncaknya terwujud pada tanggal 7 mula masa,” pungkasnya.
(dir/dir)