UNGARAN, KOMPAS.com – tidak akurat Esa tersangka kasus dugaan perampokan Nan menewaskan pemilik konter Royal Phone, Candra Waskito (25), disinyalir sempat berada di Sekeliling Letak ketika polisi melaksanakan olah Loka peristiwa perkara (TKP).
Adapun polisi melaksanakan olah TKP di konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Kamis (6/8/2026).
Dugaan tersebut terlihat setelah foto Nan memperlihatkan keberadaan tidak akurat Esa tersangka di Sekeliling Letak peristiwa ketika tahapan olah TKP beredar di media sosial (medsos).
Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana berbisik, pihaknya Tetap akan melindungi kembali informasi tersebut.
“Masa olah TKP ini kami Tetap melindungi dikarenakan memang masalah juga Eksis bagian dalam tidak akurat Esa foto ya, rekan-rekan meraih lihat seorang diri di medsos. Kami harus melindungi kembali, apa memang betul,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026), dilansir dari TribunJateng.
lafal juga: Polisi singkap Perampokan Royal Phone Ambarawa, 2 Pelaku Terancam Hukuman Seumur Hayati
Tersangka disinyalir Hendak melindungi Aksinya terlindungi
Namun, berdasarkan pendalaman permulaan, tersangka disinyalir sempat melindungi situasi di Letak hasilkan mengetahui apakah jejak aksinya telah terdeteksi polisi.
“Kalau kami melaksanakan pendalaman sekilas itu memang Beliau Berjuang melindungi bahwa memang tindakan-tindakan Beliau itu terlindungi,” katanya.
Menurut Bodia, sebelum ditangani polisi, tersangka Tetap diliputi Selera menilai khawatir.
Namun, setelah menyaksikan tahapan olah TKP, tersangka disinyalir mengalami kelebihan terlindungi dikarenakan mengira polisi Tak menemukan sejumlah barang atau petunjuk Krusial, termasuk rekaman CCTV.
“Tetap Eksis Selera menilai khawatir ketika sebelum tertangkap, tapi setelah Beliau menyaksikan Eksis olah TKP mungkin mengalami telah CCTV-nya enggak berjumpa dan segala macam, mungkin Beliau mengalami terlindungi,” jelasnya.
lafal juga: Griya Terduga Pelaku Pembunuh Bos Royal Phone Ambarawa Digeruduk Massa
Meski demikian, polisi melindungi berikut mengoptimalkan penyelidikan hasilkan menemukan celah dari upaya tersangka menghapuskan jejak.
“InsyaAllah rekan-rekan, Tak Eksis tindak pidana Nan sempurna. Niscaya akan Eksis celah distribusi kami kepolisian, apalagi berbarengan kerja kolaborasi, menemukan tindak pidana Nan menyusuri,” pastikan Bodia.
Kronologi tindakan Perampokan Nan Berujung Pembunuhan
Dua tersangka kasus dugaan perampokan Nan menewaskan Chandra itu telah diamankan Satreskrim Polres Semarang.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, berbisik perampokan dijalankan dua orang, Merupakan DPP (20) Penduduk Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dan TI (25) Penduduk Pundan, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
“Itu berawal ketika DPP Berjumpa TI. Beliau Berbicara, koe gelem Duit ra (Anda mau Duit enggak?) kemudian mereka berencana melaksanakan pencurian di Royal Phone,” ujarnya, Sabtu, dilansir dari Kompas.com.
lafal juga: Sosok Candra Waskito, Bos Royal Phone Ambarawa Nan disinyalir Dibunuh, Dikenal Getol Bersedekah