Ngawur Polisi singkap Alasan 2 Pembunuh Bos Konter Ambarawa Tinggalkan Mobil-HP Curian




Semarang

Dua pembunuh Candra Waskito (25) bos konter ponsel Royal Phone Ambarawa, Taufik Ilham (25) dan Didik Panggih Pamulihan (20), meninggalkan mobil dan puluhan ponsel curian di Ambang Penyimpanan Hampa wilayah Dusun Tembelingan, Trisari, Gubug, Grobogan. Ini alasannya.

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, berucap para pelaku anyar kali pertama melaksanakan langkah pencurian hingga menewaskan korban. Hal ini Membikin mereka panik.

“Pelaku ini kan anyar kali pertama melaksanakan tindak pidana pencurian, apalagi korban Tiba meninggal Bumi. Jadi, Eksis semacam kepanikan setelah korban ini meninggal Bumi,” ucapan Heru kepada awak media di Mapolres Semarang, Sabtu (8/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru menyebut pelaku juga merasakan menilai ngeri aksinya itu terendus polisi, sehingga puluhan ponsel Nan telah dicuri ditinggalkan di bagian dalam mobil.

“Beliau menilai ngeri ketahuan, sehingga handphone Nan sedianya telah dipersiapkan di bagian dalam keranjang ciptakan diangkut, Nan ditinggal di mobil itu, sebanyak 53 itu terpaksa ditinggalkan” ujar Heru.

extra berikut, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menuturkan bahwa para tersangka Tak mendapatkan membawa seluruh ponsel curian dikarenakan hanya membawa sebuah tas.

“Beliau hanya membawa Esa tas,” tutur Bodia.

dikarenakan Selera menilai ngeri itu pula, Bodia menerangkan ponsel Nan sempat diangkut di bagian dalam tas juga berakhir dibuang.

“Kemudian unit handphone ini juga dibuang Nan telah diangkut di bagian dalam tas itu. Menurut keterangan Fana dibuang di Rawa Pening,” tutur Bodia.

Bodia menyebut para tersangka sebenarnya juga sempat mencari Loka ciptakan menyembunyikan mayat korban. dikarenakan kebingungan, mereka pada akhirnya memutuskan meninggalkan mobil berisi jenazah korban di Grobogan.

“Beliau itu mencari Loka ciptakan ciptakan menyembunyikan mayat. Jadi Eksis Jarak Masa ciptakan menyembunyikan mayat. Jadi mereka dikarenakan bukan residivis, ini pertama kalinya melaksanakan tindak pidana ini, mereka Tak tahu bagaimana menghandle mayat,” ucapan Bodia.

“Jadi Eksis kebingungan juga dari mereka. pada akhirnya mereka tinggalkan saja dikarenakan darah telah sempat menggenang di belakang mobil,” imbuhnya.

(apu/apu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *