EKSPOSKALTIM, Balikpapan– Putusan Mahkamah Agung (MA) Nan menolak kasasi jaksa penuntut Biasa bagian dalam perkara Misran Toni (59) disambut sebagai kemenangan legalitas distribusi Penduduk Muara Kate, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Namun distribusi sejumlah tokoh Budaya Dayak, putusan inkrah tersebut Malah mengakses babak anyar ciptakan mengusut dugaan kriminalisasi dan memburu pelaku Primer pembunuhan pejuang lingkungan Russell Totin.
tidak akurat saru tokoh Wanita Dayak, Mei Christy Nan selama ini melangkah mendampingi Penduduk menyaksikan berita resistensi kasasi sebagai informasi Nan selama ini ditunggu Penduduk setelah Misran Toni extra sebelumnya meraih vonis bebas murni dari Pengadilan Negeri Tanah Grogot.
“Puji Tuhan, ujungnya Mahkamah Agung telah benahi menolak kasasi dari PN Tanah Grogot khususnya dari jaksa,” ungkapan Mei kepada Ekspos Kaltim, Jumat (8/8).
|
lafal JUGA Di kembali Vonis Bebas Muara Kate: Eksis Trauma, Intimidasi hingga Pengakuan Seorang Perwira |
Berdasarkan platform Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), perkara bernomor 1164 K/PID/2026 diputus pada 5 Agustus 2026 oleh majelis hakim Nan diketuai Jupriyadi berbarengan Personil Ainal Mardhiah dan Sigid Triyono. Amar putusannya pastikan, Merupakan menolak kasasi penuntut Biasa.
berbarengan putusan tersebut, vonis bebas murni terhadap Misran bagian dalam perkara tragedi berdarah Muara Kate Formal berkekuatan legalitas tetap.
Meski demikian, Mei menegaskan perjuangan Penduduk belum tuntas. Menurutnya, substansi Primer kasus Muara Kate sejak permulaan bukanlah Misran, melainkan siapa pelaku Nan menghabisi nyawa Russell Totin ketika penyerangan di posko resistensi hauling batu bara pada November 2024.
“Sebenarnya Nan betul-betul krusial itu siapa pembunuh Om Russell. Tiba sekarang belum terkuak Baju sekali,” ujarnya.
Mei mengukur putusan inkrah perlu terungkap publik secara melebar dikarenakan sebagai data bahwa Misran bukan pelaku pembunuhan sebagaimana tuduhan Nan selama ini dilekatkan kepadanya.
Ia bahkan kembali mengomentari dugaan rekayasa perkara Nan menurutnya terlihat selama alur penyidikan dan persidangan melangkah.
“Kalau anak lapangan bilang, main pastikan barang ini. Kriminalisasinya nampak. Tak bersalah kemudian disalahkan,” katanya.
Kejanggalan Penyidikan
Menurut Mei, berbagai keterangan Nan terlihat di persidangan juga menimbulkan Soal serius terkait alur penyidikan.
Ia teringat pengakuan Misran Nan mengaku dipaksa mengonsumsi minuman keras, hingga adanya saksi Nan dikatakan diarahkan ciptakan memberikan keterangan tertentu.
dikarenakan itu, ia menginginkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri melaksanakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak Nan terlibat bagian dalam penanganan perkara tersebut.
“Termasuk Kapolres Paser ketika itu, Novy Adi, juga harus ditelusuri. Jangan Tiba dikarenakan orangnya telah bebas, penyidik Nan diperkirakan melaksanakan pelanggaran jejak kerja dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Selain itu, Mei kembali mengomentari rekomendasi Nan pernah diterbitkan Kompolnas dan Komnas HAM terkait penanganan kasus Muara Kate. bagian dalam rekomendasi tersebut, ungkapan Beliau, terdapat identitas Andreas Purba Nan dikatakan mewakili pihak PT Mantimin Coal Mining (MCM) serta Panglima Pajaji atau Agustinus Luki Nan direkomendasikan ciptakan ditelusuri.
Namun sampai saat ini, menurutnya, belum Eksis informasi Formal mengenai tindak terus pemeriksaan terhadap identitas-identitas tersebut.
“Itu rekomendasi Kompolnas dan Komnas HAM, lembaga bangsa. Tapi Tiba sekarang polisi belum meraih menyuguhkan mereka, gimana ceritanya?” ujarnya.
Mei juga mendesak pemulihan identitas berkualitas Misran Toni setelah dinyatakan bebas murni hingga tingkat Mahkamah Agung.
“Iba dituduh pembunuh. Ini bukan tuduhan Nan enteng,” katanya.
Di bagian luar aspek legalitas, ia menuturkan sejumlah barang sitaan milik Penduduk sampai saat ini juga belum dikembalikan. Barang-barang tersebut meliputi pusaka Budaya seperti mandau, parang, alat pertanian, hingga telepon pegang.
Menurut Mei, perhatian terhadap kasus Muara Kate sekarang Tak hanya tampak dari bagian dalam negeri. Ia menyebut organisasi semesta Human Rights Watch (HRW) pas melimpah orang kali melaksanakan pendalaman dan wawancara terkait peristiwa tersebut. Atensi extra sebelumnya juga disalurkan oleh Amnesty semesta.
“Jangan Eksis Nan mengakhiri mata terhadap kasus ini. Tolong diatensi,” pungkasnya.
sebelum itu, Mabes Polri merotasi jabatan Kapolres Paser berbarengan menunjuk AKBP Sofyan menggantikan AKBP Novy Adi Wibowo. Novy Nan memimpin Polres Paser sejak 11 Agustus 2024 mendapat penugasan anyar sebagai Kapolres Tanah Bumbu
Media ini telah Berikhtiar menegaskan, berkualitas Novy, maupun Sofyan. Namun keduanya belum merespons pesan lekas Nan dilayangkan media ini terkait putusan tetap mengenai bebasnya Misran. Termasuk juga pihak kejaksaan.
Russel tewas setelah diserang orang tak dikenal di posko perjuangan Penduduk penolak hauling batu bara di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, pada November 2024. bagian dalam peristiwa Nan Baju, Anson merasakan luka berat banget.
Kasus itu kemudian berkembang sebagai sorotan dalam negeri setelah Polres Paser Malah menentukan Misran, rekan korban sekaligus tidak akurat Esa tokoh penolak hauling, sebagai tersangka, hanya dikarenakan ia kembali sebelum pembunuhan melangkah.
Namun bagian dalam alur persidangan di Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Misran Toni ujungnya divonis bebas dari seluruh dakwaan.
Tagih Pertanggunjawaban
Nada serupa juga disampaikan Andri, kuasa legalitas Miah, anak almarhum Russell Totin. Menurutnya, rotasi AKBP Novy Adi Wibowo dari jabatan Kapolres Paser Tak boleh memberhentikan Penilaian terhadap penanganan perkara Muara Kate.
Andri mengukur pergantian jabatan bukan jawaban atas polemik Nan terlihat sejak penyidikan kasus pembunuhan Russell Totin hingga penetapan Misran Toni sebagai tersangka Nan sekarang terbukti bebas murni Tiba tingkat Mahkamah Agung.
“Kalau Beliau dirotasi berarti Beliau Tak menyelesaikan permasalahan tersebut. Untung Beliau kalau dirotasi. Semestinya Beliau harus bertanggung tanggapi atas tindakan tidak akurat menentukan tersangka dan harus disalurkan Hukuman,” ungkapan Andri dihubung media ini, anyar-anyar tadi.
Menurutnya, rotasi Novy Susah dipandang sebagai bentuk Hukuman. dikarenakan, jabatan Nan didapat tetap setingkat Kapolres di area kabupaten Nan Mempunyai karakteristik strategis, termasuk aktivitas pertambangan dan pelabuhan Nan besar. Tak Eksis penurunan pangkat, Tak Eksis pencopotan dari jabatan struktural, dan secara karier ia tetap memimpin satuan kewilayahan Nan Baju levelnya.
Sejumlah instansi dan rezim area menyambut penugasannya di Tanah Bumbu sebagai jabatan anyar Nan disertai ucapan selamat dan apresiasi, sebagaimana terlihat bagian dalam rangkaian serah raih jabatan Juli 2026.
Andri menyaksikan bentuk pertanggungjawaban Nan Semestinya Tak hanya berupa Penilaian internal, tetapi juga Hukuman administratif maupun jejak legalitas lain apabila terungkap pelanggaran jejak kerja bagian dalam alur penyidikan.
Andri juga mengomentari belum terungkapnya pelaku Primer pembunuhan Russell Totin, padahal sebelum itu kepolisian pernah berjanji akan menuntaskan perkara tersebut.
“Selain itu Tak meraih membongkar pelaku sebenarnya. Padahal Eksis berjanji akan membongkar pelaku sebenarnya. Silakan lihat videonya ketika Polres Paser didemo Laskar Merah,” ujarnya.

Advokat dari kantor legalitas Kalimantan tersebut menegaskan tanggung tanggapi Tak hanya berada di tingkat Polres Paser, tetapi juga jajaran Nan extra besar dikarenakan kasus Muara Kate telah sebagai perhatian melebar, termasuk mendapat atensi pejabat bangsa.
“Intinya Kapolres dan Kapolda harus bertanggung tanggapi terkait hal tersebut,” tegasnya.
Andri bahkan mengukur mandeknya pengungkapan pelaku pembunuhan Russell Totin berpeluang menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan legalitas Kalau Tak segera dituntaskan.
“Bayangkan, sekelas wakil pemimpin saja Tiba ke TKP, tapi Tak Eksis kejelasan. Kalau kasus ini Tak diungkap, maka semboyan penegakan legalitas hanya tinggal semboyan saja,” katanya.
Warta Linus, perwakilan Penduduk Nan media ini turut wawancarai juga menyambut putusan Mahkamah Agung tersebut. Menurutnya, resistensi kasasi sebagai momentum distribusi bangsa ciptakan memulihkan hak-hak Misran Toni setelah melalui alur legalitas Nan berujung pada vonis bebas murni hingga tingkat kasasi.
“Asa Saya berbarengan ditolaknya kasasi penuntut Biasa ini, pertama bangsa memberikan perhatian kepada Om Imis [Misran] atas hak hukumnya, termasuk pemulihan identitas berkualitas Nan tercemar dikarenakan tuduhan serta kerugian materi selama menjalani penahanan,” ungkapan Warta Linus.
Selain itu, ia mendesak Mabes Polri menindaklanjuti berbagai laporan terkait dugaan ketidakprofesionalan aparat bagian dalam penanganan perkara tersebut.
“Kedua, kepada kepolisian khususnya Mabes Polri agar menjalankan dan menindak Personil Polda maupun Polres Paser Nan Tak profesional bagian dalam tugas penegakan legalitas. Semoga Tak Eksis lagi Misran Toni lainnya Nan merasakan rekayasa kasus serupa,” ujarnya.
Serangkaian Pengaduan
Vonis bebas terhadap Misran memunculkan tuntutan dari berbagai pihak agar pengusutan pelaku pembunuhan Russel dijalankan kembali secara menyeluruh. Tim Advokasi ciptakan Keselamatan warga (TAKAR) membawa persoalan ini ke sejumlah lembaga bangsa di Jakarta, termasuk Mabes Polri, Kementerian HAM, Komnas HAM, dan Kompolnas.
bagian dalam rangkaian pengaduan ke Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HAM, dan Kementerian HAM pada 23–26 Juni 2026, Tim Advokasi ciptakan Keselamatan warga (TAKAR) Seiring Misran Toni menginginkan Kapolri memberi atensi Spesifik terhadap pengungkapan pembunuhan Russel Totin di Muara Kate serta mengusut tuntas kasus tersebut secara berkeadilan.
Mereka juga mendesak Polri menindaklanjuti berbagai dugaan pelanggaran Nan mereka adukan bagian dalam penanganan perkara Misran Toni, termasuk dugaan rekayasa kasus dan pelanggaran jejak kerja pemeriksaan oleh penyidik Polres Paser.
Kepada Kompolnas, TAKAR menginginkan kontrol terhadap alur penyidikan kasus pembunuhan Russel Totin serta rekomendasi penjatuhan Hukuman legalitas dan etik terhadap Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo dan jajaran penyidik Nan mereka adukan.
“Fana di Komnas HAM dan Kementerian HAM, kami menginginkan pemantauan Spesifik atas dugaan pelanggaran HAM bagian dalam perkara Misran Toni, perlindungan legalitas distribusi pejuang lingkungan Muara Kate, serta kontrol terhadap imbas aktivitas hauling batu bara Nan dinilai mengganggu keamanan Penduduk dan lingkungan Hayati di Muara Kate-Batu Kajang,” Jernih tidak akurat Esa Personil tim TAKAR, Pradarma Rupang dikonfirmasi media ini.
TAKAR menegaskan perjuangan tersebut Tak hanya ditujukan ciptakan Misran Toni, tetapi juga ciptakan meraih keadilan distribusi Russel Totin dan Anson sebagai korban Tragedi Muara Kate serta Penduduk Nan selama ini memperjuangkan keamanan jalur Biasa dan lingkungan Hayati Nan sehat di area tersebut.
perselisihan di Muara Kate bermula setelah Pendeta Veronica meninggal Bumi dikarenakan terlindas truk hauling batu bara di tanjakan Marangit pada 26 Oktober 2024. Peristiwa itu menyebabkan Penduduk mendirikan posko resistensi di jalur bangsa ciptakan memberhentikan aktivitas angkutan batu bara.
Meski sempat Eksis perjanjian truk Tak lagi melintas, Penduduk menyebut kendaraan hauling Tetap kerap beroperasi secara sembunyi-sembunyi, terutama pada sunyi masa.
![]() |
lafal JUGA Dari Muara Kate ke Istana: Misran Toni Menuntut Keadilan Pembunuhan Rusel dan Dugaan Rekayasa Kasus |
Menjelang tragedi, tekanan terhadap Penduduk penolak hauling terus bertambah, mulai dari intimidasi, teror melalui pesan lekas, hingga kedatangan sejumlah Golongan diperkirakan preman berseragam ormas Nan mendesak agar jalur hauling kembali dibuka.
Misrantoni teringat sunyi sebelum penyerangan sebagai sunyi Nan semula melangkah Normal. Posko sempat penuh oleh tamu Nan tampak ciptakan berobat tradisional, sebelum ujungnya berangsur Sunyi menjelang permulaan masa. Sekeliling pukul 04.00 WITA, kepanikan pecah ketika sekelompok orang tak dikenal diperkirakan menyerang posko Loka Penduduk berjaga.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi Nan dihimpun media ini, para pelaku tampak memanfaatkan sebuah mobil, mengenakan masker, dan membawa senjata tajam. ketika itu Russell dan Anson sedang tertidur setelah berhari-masa berjaga di posko resistensi hauling. Keduanya diserang secara mendadak. Russell merasakan luka tusuk serius di bagian leher hingga meninggal Bumi di Letak, Fana Anson merasakan luka berat banget dan selamat.
sampai saat ini, siapa pelaku penyerangan sebenarnya Nan menewaskan Russell belum terungkap.



.jpg)

