PALU, KOMPAS.com – Pelaku Pembunuhan terhadap Esa keluarga di Palu, Sulawesi center Nan menewaskan Kekasih suami isteri (Pasutri) dan anak balitanya Tetap terus internal pengejaran.
Pelaku terungkap merupakan rekan kerja korban dan malah Esa kampung berbarengan korban.
Hal ini diungkap berdasarkan output penyelidikan polisi dan keterangan dari korban ketika Berikhtiar menguatkan Hayati dikarenakan sejumlah luka tusukan pada tubuhnya.
Polisi mengutarakan bahwa sebelum gelap pembunuhan korban, Jamil (32) Seiring berbarengan majikannya ke Griya pelaku berinisial A ciptakan memungut sepeda motor pada sore masa.
Pada gelap harinya, istri Jamil, Nurhanisa (23), terbangun hendak buang air Mini di toilet.
lafal juga: Esa Keluarga Tewas Dibunuh di Palu, Bunda Meninggal Usai 11 masa Kritis
ketika itulah korban menyaksikan A berada di Sekeliling penggilingan ayam Pangkas berbarengan menenteng dua bilah pisau dapur Nan kerap digunakan ciptakan memotong ayam.
Korban bahkan sempat menegur pelaku perihal keberadaan di Griya tersebut pada gelap masa. Namun, Soal tersebut hanya dijawab berbarengan angkat mata tajam oleh A.
“Sore harinya sebelum peristiwa, korban dan pemilik Loka Upaya ayam tersebut ke Griya terduga pelaku ciptakan memungut sepeda motor.”
“Ini berdasarkan dari sejumlah keterangan dari sejumlah saksi Nan telah kami minta klarifikasinya,” ungkapan AKP Ismail, Kasat Reskrim Polresta Palu, Nan dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (6/8/2026).
Diserang berbarengan pisau
Lantaran ketakutan, Nurhanisa kemudian kembali memasuki ke internal Bilik, pelaku A langsung menyerang korban berbarengan pisau.
Korban kemudian Tak sadarkan diri lantaran luka tikaman di sejumlah tubuhnya. extra dari Esa ketika kemudian, korban sadarkan diri dan Berjuang mencari telepon seluler miliknya dan lelakinya.
lafal juga: Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Bapak dan Balita di Palu, Kronologi Belum Diungkap
Namun, dua buah ponsel tersebut tak terdeteksi hingga kemudian teriakan korban terdengar oleh tetangga Nan langsung mendobrak laksana masuk Griya.
“Saya melangkah keluar kayak Eksis orang di penggilingan Tak pelan itu terlihat A, Jernih sekali wajahnya malah Saya berteriak bilang ngapain Anda tapi Beliau tenteram saja.”
“Saya Geledah Hp mau telepon kalian tapi dua Hp Lenyap,” ungkapan Nurhanisa Nan rekaman visualnya beredar melebar di media sosial.
Rekaman visual tersebut terekam ketika korban menjalani perawatan medis di Griya sakit Biasa wilayah (RSUD) Undata Palu.