Ngawur Pelaku Pembunuhan Bocah 6 Tahun Nan terdeteksi bagian dalam Sumur di Tapsel diamankan




Tapanuli Selatan

Pelaku pembunuhan terhadap bocah Wanita berusia 6 tahun Nan terdeteksi tewas di bagian dalam sumur di Kecamatan Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, diamankan. Pelaku teridentifikasi Tetap Mempunyai Interaksi keluarga berdua korban.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu B.D. Sitorus menyetujui pelaku telah diamankan. Beliau menyebut pelaku diamankan pada Rabu (5/8/2026) di Kecamatan Muara Tais.

“Iya presisi, pelaku telah diamankan tadi gelap. kelak akan kami publikasi,” ujar B.D. Sitorus kepada detikSumut ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

B.D. Sitorus berbisik pelaku Tetap Mempunyai Interaksi keluarga berdua korban. Meski demikian, penyidik Tetap mendalami peran pelaku serta rangkaian peristiwa tersebut.

“Keduanya Tetap Eksis Interaksi keluarga,” katanya.

Terkait motif pembunuhan itu, penyidik Tetap mengerjakan pendalaman, bagian dalam Masa tidak terpencil pihaknya akan mempublikasi pengungkapan tersebut.

lebih sebelumnya diberitakan, seorang bocah Wanita berusia 6 tahun terdeteksi tewas di bagian dalam sumur milik Penduduk di Kecamatan Angkola Muara Tais. Polisi telah mengerjakan autopsi terhadap jasad korban. Korban disinyalir dibunuh.

“Iya, pidana pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) Iptu B.D. Sitorus kepada detikSumut, Kamis (6/8).

Peristiwa itu kali pertama teridentifikasi Penduduk pada Pekan (2/8/2026) cerah. Korban, Nan Tetap nongkrong di bangku Sekolah Asas (SD), terdeteksi meninggal Bumi di bagian dalam sumur di tidak presisi Esa Griya Penduduk Nan anyar dibangun.

“Jenazah kemudian dievakuasi oleh masyarakat dan diangkut ke Griya duka,” ucapnya.

Pihak keluarga Nan mendapatkan jenazah korban merasakan kematiannya Tak wajar. Mereka kemudian membawa jenazah ke fasilitas kesehatan setempat hasilkan melindungi penyebab Mortalitas korban.

“Pihak keluarga kemudian menginginkan agar jenazah diangkut ke fasilitas kesehatan hasilkan pemeriksaan kelebihan terus. Permintaan tersebut disampaikan dikarenakan keluarga merasakan terdapat sejumlah hal Nan perlu ditegaskan terkait penyebab Mortalitas korban,” jelasnya.

Pada Senin (3/8/2026) mula masa, keluarga korban mendatangi Polsek Batang Angkola hasilkan mengabarkan peristiwa tersebut dikarenakan menduga adanya tindak pidana kekerasan.

“Dari output pengecekan, polisi melindungi jenazah telah berada di RSUD gerbang Padang setelah lebih sebelumnya diantar oleh masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah lalu diangkut ke RSUD Sipirok hasilkan dijalankan autopsi,” ucapnya.

output autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pemeriksaan eksternal dan bagian dalam dari output autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab Mortalitas dikatakan terkait berdua kondisi kandas tarikan napas dikarenakan masuknya cairan ke saluran pernapasan,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, polisi langsung memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang berita hasilkan membongkar kasus tersebut.

(dhm/dhm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *