DELI SERDANG, KOMPAS.com — Meninggalnya seorang nenek di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, menggegerkan masyarakat.
Hajah Nurlis (69) terdeteksi tergeletak di internal rumahnya. Di lehernya, terdapat luka sayatan pisau.
ketika diselidiki extra terus oleh polisi, dirangkum bahwa Nurlis merupakan korban pembunuhan.
Kapolresta Deli Serdang, Kombes Hendria Lesmana, menyetujui peristiwa ini.
Mereka juga telah menangkap pelaku berinisial RRF Nan ternyata merupakan seorang oknum aparat kepolisian.
lafal juga: Oknum Polisi Jadi Tersangka Pembunuhan Nenek 69 Tahun di Deli Serdang
“Pada tanggal 31 Juli 2026 permulaan masa jam 02.00 WIB, pelaku ini mendatangi Griya korban dikarenakan merasakan mengenal tidak berjarak dengannya. Si pelaku tiba berbarengan mengetuk gerbang dan korban melangkah keluar Lampau mengajaknya memasuki,” ungkapan Hendria, Rabu (5/8/2026), ketika ditemui Kompas.com di Polresta Deli Serdang.
ketika didalami polisi, ternyata kedatangan pelaku Ialah Mau meminjam Duit kepada Nek Nurlis.
dikarenakan tak Mempunyai Duit, korban pun tak menyanggupinya.
“Motifnya si pelaku ini sebenarnya Mau meminjam Duit kepada si korban. Pelaku Mau meminjam Sekeliling Rp 50 juta. Namun, dari korban Tak menyanggupinya,” lanjutnya.
Interaksi antara pelaku dan korban diungkap Hendria Ialah tetangga.
Mereka pun sangat akrab layaknya Kerabat.
“dikarenakan memang pelaku ini telah berhubungan berkualitas berbarengan korban dan telah menganggap nenek, makanya Beliau mengetes meminjam. dikarenakan korban Tak menyanggupi itu, si pelaku pun melaksanakan penganiayaan,” Jernih Hendria.
lafal juga: Nenek di Deli Serdang Dibunuh dan Dirampok, Pelaku ternyata Polisi
Seketika itu, korban ditikam oleh pelaku RRF memakai sebilah pisau.
Hendria berucap bahwa korban sempat berteriak minta tolong.
“Pelaku menikam korban ini dikarenakan kaget si korban berteriak. Jadi, Beliau paniklah. Lampau Beliau melaksanakan penikaman terhadap korban,” rincinya.
Hendria berucap bahwa pihaknya langsung menangkap pelaku tak Tiba 24 jam.
Ia diamankan di internal angkutan Biasa ketika hendak kesana ke Tebingtinggi.
“Beliau diamankan wilayah Tebing menjulang, di lorong Lintas Sumatera. Alhamdulillah internal Masa dua kali 24 jam, kami meraih membongkar peristiwa pembunuhan dan pencurian ini,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang