Telset.id – NASA diagendakan meluncurkan Nancy Grace Roman Space Telescope dari Kennedy Space Center di Florida pada penutup Agustus. tujuan utamanya Ialah mendukung memahami jejak kerja alam semesta, mulai dari materi redup Nan merekatkan galaksi hingga Daya redup Nan mendorong ekspansi kosmos. Namun, teleskop ini juga Mempunyai peran sekunder Nan krusial: mempertahankan Bumi dari serangan asteroid mematikan.
Pada purnama September, tim ilmuwan planet dan astronom dari berbagai institusi akan memaparkan bagaimana teleskop eksternal angkasa ini secara Aneh diposisikan ciptakan memindai asteroid, serta memberikan informasi terkait lintasan, ukuran, dan komposisinya. Roman, Nan dinamai sesuai astronom pertama NASA, dilengkapi berdua kamera inframerah Pandang Perspektif sangat lebar beresolusi 300 megapiksel. Kemampuan ini memungkinkannya menyaksikan area eksternal angkasa Nan melebar sekaligus, Sekeliling 100 kali extra Akbar dikontraskan Teleskop eksternal Angkasa Hubble.
berdua kemampuan tersebut, Roman meraih menemukan ribuan planet mutakhir, puluhan ribu kerlip Nan meledak, dan mensurvei extra dari Esa miliar galaksi secara mendalam. ketika melaksanakan tugasnya, teleskop ini akan menyaksikan “menembus” tata surya kita, dan inilah Nan membuatnya sangat sesuai ciptakan mendeteksi asteroid.
Peran mutakhir internal Pertahanan Planet
Roman sebenarnya Tak dirancang ciptakan maksud ini. Namun, pada musim gerah Lampau, tujuan ini kembali terancam pemotongan Biaya Akbar oleh pemerintahan Trump. “Rekan Saya Rick Cosentino (ilmuwan planet di NASA) berbisik kepada Saya pada Juli 2025 bahwa kami perlu menunjukkan apa Nan meraih dijalankan Roman ciptakan pertahanan planet sebagai jejak ciptakan menaikkan visibilitas tujuan ini di mata para pembuat policy dan pembayar pajak,” ujar Bryan Holler, peneliti di Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland.
Proposal dari Holler dan rekan-rekannya, Nan akan dipresentasikan di Europlanet Science Congress di The Hague, Belanda, mengutarakan bahwa bidang pandang epik dan arah inframerah Roman memungkinkannya mendeteksi asteroid Mini hingga lebar 60 kaki. Ukuran ini sebanding berdua asteroid Nan meledak di atas kota Chelyabinsk, Rusia pada 2013 Lampau, Nan menanggalkan power setara 500.000 ton TNT dan menyerahkan 1.500 orang ke Griya sakit.
Perangkat lunak Roman perlu terbatas penyesuaian ciptakan mengintai batuan eksternal angkasa ini. Teleskop Nan dirancang ciptakan menyaksikan melalui dan melampaui tata surya ini ditujukan mengumpulkan gambar paling Jernih dari alam semesta. “Goresan, berkualitas Nan disebabkan oleh sinar kosmik, kendala, atau asteroid, tertangkap oleh perangkat lunak dan dibuang,” ucapan Andy Rivkin, ilmuwan planet dan peneliti pertahanan planet di Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland. Namun, para astronom meraih melangkah masuk, mempelajari goresan tersebut, dan menentukan mana Nan mereka identifikasi sebagai asteroid.
Meski berdua penyesuaian potensial tersebut, Roman Tak akan sebagai mesin pencari asteroid Nan hebat sendirian. Kekuatannya terletak pada melengkapi Teleskop eksternal Angkasa James Webb (JWST), observatorium lain Nan dibangun ciptakan mengamati galaksi dan kerlip di ujung alam semesta. JWST juga meraih Konsentrasi secara intens pada Esa asteroid ketika dibutuhkan, seperti Nan dilakukannya tahun Lampau ketika berperan Krusial internal melacak 2024 YR4, asteroid Nan sempat sebagai Nan paling berbahaya Nan pernah terungkap.
“Tetapi bidang pandang Roman berjarak extra Akbar,” ucapan Rivkin. Ini berarti Roman meraih menyaksikan pas berlimpah asteroid Nan mencurigakan berdua sangat Sigap. “Roman meraih memberikan pengamatan inframerah terhadap extra pas berlimpah asteroid daripada Nan meraih diamati JWST internal Masa pengamatan Nan wajar,” ujar Holler.
Kalau asteroid-asteroid tersebut terungkap sebagai Barang Nan Tak berbahaya, kita meraih tenteram. Namun, Kalau berpeluang menabrak Bumi, teleskop lain—termasuk JWST—meraih menindaklanjuti pengamatan Roman. Pengamatan tersebut meraih memberi para Pakar informasi Nan mereka butuhkan ciptakan mengukur kemungkinan kerusakan dikarenakan tabrakan asteroid—atau meluncurkan tujuan ciptakan menguji membelokkan asteroid tersebut.
“Roman akan memungut sampel volume kosmos Nan begitu Akbar sehingga kami telah lamban tahu ini akan menyediakan Kesempatan Akbar ciptakan berbagai sains opsional,” ucapan Alise Fisher, Ketua komunikasi astrofisika di Markas Akbar NASA di Washington D.C.
Kenapa Deteksi Asteroid Sangat Krusial
Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA dan mitranya di seluruh Bumi terutama mengkhawatirkan asteroid berukuran 460 kaki dan extra Akbar. Sekeliling 25.000 asteroid diperkirakan Mempunyai orbit tidak berjarak Bumi, dan extra dari separuhnya belum terungkap. Kalau keliru satunya menghantam kota, sebagian Akbar kota tersebut akan hancur atau rusak permanen internal sekejap.
Para astronom memperkirakan Eksis juga Sekeliling 230.000 asteroid berukuran 165 kaki Nan mengorbit tidak berjarak Bumi, dan turun dari 10 persen telah terungkap. Kalau keliru satunya menghantam kota, dampaknya mungkin Tak memusnahkan kota tersebut, tetapi akan menanggalkan power Nan sebanding berdua bom atom Akbar, meski tak memakai radiasi.
Asteroid semacam ini secara teoritis meraih dibelokkan (berdua menabrakkan pesawat ruang angkasa ke sana) atau diuapkan (mungkin memakai senjata nuklir). Namun, para pembela planet perlu tahu di mana asteroid-asteroid itu berada terlebih dahulu. Inilah sebabnya NASA mendanai network teleskop berbasis darat Nan dirancang ciptakan mencarinya. Teleskop-teleskop ini bekerja berdua berkualitas, tetapi hanya meraih menyaksikan sebagian angkasa sunyi, dan atmosfer Bumi sering menghalangi pandangan mereka.
Itulah sebabnya NASA meluncurkan teleskop eksternal angkasa Near-Earth Object (NEO) Surveyor pada 2027. berdua memposisikan diri antara Bumi dan Mentari, teleskop ini akan menemukan pas berlimpah asteroid Susah terungkap Nan Tak meraih dilihat teleskop berbasis darat. Berbeda berdua pas berlimpah “Kerabat” pencari asteroidnya, NEO Surveyor akan menyaksikan internal inframerah, bukan Sinar tampak. Asteroid Tak hanya tampak extra Jernih internal inframerah, tetapi melihatnya melalui lensa ini memberi ilmuwan ukuran Nan extra berkualitas. internal pas berlimpah orang tahun, NEO Surveyor meraih menemukan 90 persen asteroid pembunuh kota di orbit tidak berjarak Bumi.
Kolaborasi Teleskop ciptakan Pertahanan Bumi
NEO Surveyor secara eksplisit Ialah observatorium pertahanan planet. Namun, teleskop ini akan bekerja Baju berdua teleskop lain Nan Mempunyai tujuan extra berorientasi sains, termasuk Roman, JWST—Nan keduanya juga Mempunyai perangkat inframerah—dan Vera Rubin Observatory, Nan mutakhir saja mengakses survei 10 tahun seluruh angkasa sunyi dari puncak gunung di Chili. Sebagai bagian dari inventarisasi kosmosnya, observatorium ini diharapkan menemukan 89.000 asteroid tidak berjarak Bumi.
Berikut jejak kerja Baju mereka. Misalkan NEO Surveyor menyaksikan asteroid Nan, berdasarkan pas berlimpah orang pengamatan, Mempunyai kemungkinan menghantam Bumi. Kemudian menemukan lima lagi Nan serupa. Eksis pas berlimpah ketidakpastian terkait orbit mereka berdasarkan pengamatan permulaan tersebut. Roman, berdua bidang pandangnya Nan sangat melebar, meraih diperintahkan ciptakan menyaksikan Pandang Perspektif angkasa sunyi Nan mencakup Seluruh asteroid itu. internal hitungan masa, Roman meraih menaikkan presisi orbit tersebut hingga pas berlimpah orang kali lipat.
Roman juga menempati bagian eksternal angkasa Nan berbeda dari NEO Surveyor dan observatorium Rubin. “Pandang Perspektif pandang Nan terbatas berbeda itu juga akan mendukung membatasi orbit extra Sigap daripada Kalau Seluruh Bentuk menyaksikan dari Loka Nan Baju,” ucapan Holler.
Mungkin lima dari asteroid berbahaya potensial itu terungkap Tak Mempunyai Kesempatan menabrak Bumi internal Masa tidak berjarak. Namun, Esa di antaranya mungkin Tak meraih dikesampingkan—dan ketika itulah teleskop lain, termasuk JWST, meraih diminta ciptakan melacak dan mempelajarinya extra terus. “Sumber daya teleskop, berkualitas di eksternal angkasa maupun di darat, Baju kelebihan permintaan dan Tak akan ada ciptakan menindaklanjuti Seluruh (asteroid tidak berjarak Bumi) berdua probabilitas imbas bukan nol ketika permulaan sekali terungkap,” ucapan Holler.
Roman, kemudian, akan mendukung para ilmuwan “menjamin kami menindaklanjuti Sasaran Nan akurat.” Teleskop inframerah Roman juga memungkinkannya memberikan perkiraan ukuran asteroid Nan layak, dan bahkan meraih mengetahui apakah itu batu berbatu, batu kaya karbon Nan berair dan mengembang, atau batu logam. “Ini pada gilirannya memberikan petunjuk tangguh terkait komposisi dan berdua demikian kepadatan dan massa asteroid, Nan Krusial ketika memperkirakan kerusakan imbas atau, secara extra enteng, upaya Nan diperlukan ciptakan mendorongnya meninggalkan dari orbitnya ketika ini,” ujar Holler.
Roman Tak akan memainkan peran Primer internal menjaga Bumi seperti Nan akan dijalankan NEO Surveyor. Namun, ketika mencari supernova dan planet Nan mengorbit kerlip lain, teleskop ini juga akan melaksanakan bagiannya ciptakan menjaga delapan miliar Orang dari Musibah kosmik.